PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IDX: IPCC) sebagai operator Terminal Kendaraan yang berada dibawah pengelolaan Subholding Pelindo Multi Terminal (SPMT) kembali menunjukkan keandalannya dalam melayani sandar kapal internasional secara bersamaan di IPCC Branch Jakarta.
Dua mother vessel (MV) tersebut adalah MV Glovis Clipper dengan LOA 200 Meter, lebar 32,3 Meter dan kapasitas maksimal 6.500 unit CBU serta MV Kariyushi Leader (NYK Line) dengan LOA 179 Meter, lebar 32,2 Meter dan kapasitas maksimal 5.000 unit CBU yang menegaskan kesiapan IPCC dalam mengelola berthing windows dan unlocking berth capacity dengan mengoptimalkan dermaga IPCC sehingga dapat memperlancar arus logistik.
Tercatat MV Glovis Clipper yang berasal dari Casablanca, Maroko lebih dulu sandar pada 2 Februari 2026 dengan rencana kargo muat 2.308 unit CBU untuk diekspor dan rencana keberangkatan dari dermaga IPCC pada 3 Februari 2026.
Lalu MV Kariyushi Leader yang sandar pada 3 Februari 2026 dari Laem Chabang, Thailand dengan detail manifest bongkar masing-masing 1 kargo alat berat dan general cargo, sedangkan untuk kargo muat/ekspor sebanyak 2.519 unit kargo, terdiri dari 2.510 unit CBU, dan 9 unit alat berat yang direncanakan akan bertolak dari pada Rabu, 4 Februari 2026 dari dermaga IPCC.
Hal ini menunjukkan keunggulan IPCC dalam melakukan layanan operasional yang handal dimana cukup dengan 1×24 Jam dapat menyelesaikan bongkar muat kargo pada kedua MV tersebut.
Pelayanan operasional IPCC ditunjang dengan mengedepankan aspek keselamatan, keamanan, dan keandalan tim operasional IPCC dan juga atas kolaborasi antara IPCC dengan Stakeholder di wilayah Pelabuhan khususnya Bea Cukai dan KSOP untuk dapat mengoptimalkan sandar diluar kawasan.
Keberhasilan IPCC dalam melakukan penyandaran 2 kapal secara bersamaan tidak lepas dari pemanfaatan sistem operasional terminal berbasis digital (PTOS-C) guna memastikan ketepatan waktu, akurasi layanan dan keamanan kargo secara realtime.
Selain itu penyandaran dua kapal dengan karakteristik dan volume muatan yang besar dalam waktu bersamaan ini mencerminkan kesiapan infrastruktur IPCC serta kompetensi sumber daya manusia dalam mengelola kompleksitas operasional terminal kendaraan untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas internal terminal serta meminimalkan potensi bottleneck operasional serta memperpendek port stay.
Manajemen IPCC menegaskan bahwa implementasi Unlocking Berth Capacity tidak hanya berorientasi pada peningkatan kapasitas fisik, tetapi juga pada penguatan sistem, prosedur, dan sinergi dengan para pemangku kepentingan, termasuk KSOP, Bea Cukai, serta mitra usaha.
“IPCC berkomitmen untuk mendorong implementasi service excellent dengan campaign “zero defect, zero accident and safety starts with me” di lingkungan kerja serta mengimplementasikan perusahaan yang berkelanjutan baik dari sisi operasional maupun dari sisi SDM yang berorientasi pada green dan smart port” ujar Bagus Dwipoyono, Direktur Operasi dan Teknik IPCC, di Jakarta, Selasa.
Melalui pendekatan tersebut, katanya, IPCC berupaya memberikan nilai tambah berkelanjutan bagi pengguna jasa sekaligus mendukung kelancaran rantai pasok industri otomotif nasional.
“Ke depan, IPCC akan terus mendorong inovasi layanan dan optimalisasi aset terminal guna menjawab dinamika kebutuhan logistik kendaraan, baik untuk pasar domestik maupun internasional,” ungkapnya.
Menurut dia, langkah ini sejalan dengan komitmen IPCC sebagai bagian dari Subholding Pelindo Multi Terminal dalam memperkuat peran Indonesia sebagai gerbang maritim dan pusat distribusi kendaraan di kawasan regional. (***)




























