Terminal Teluk Lamong semakin diminati kalangan usaha untuk kegiatan kapal dry bulk maupun kapal kontainer.
“Kalau Dry Bulk, Terminal Teluk Lamong sudah menjadi preference kapal panamax dengan jumlah bongkaran di atas 60.000 ton,” kata Rumaji, Direktur Operasi Teluk Lamong kepada Ocean Week, Sabtu siang (11/5).
Menurut Rumaji, kapal panamax tersebut melayani rute Single Port, dari Amerika Latin port, misalnya San Lorenzo (Paraguay), Santos (Brazil) dan San Lorenzo (Argentina). “Kapal-kapal itu memiliki draft -12,5 M LWS. Tahun lalu ada 4 kapal jenis panamax dan sampai dengan bulan Mei 2019, sudah ada 2 kapal panamax,” ujarnya lagi.
Kedua kapal tersebut yakni MV. Nord Draco dan MV. Cemtex. Sedangkan kapal yang tahun lalu yaitu MV. Bulk Japan, MV Panorama, MV. Oceanis, dan MV. LBC Green.
Adapun komoditi dry bulk yang dihandle adalah soya bean meal, corn, wheat dan soya bean.
Rumaji juga menyatakan, bahwa sampai dengan April 2019 ini, capaian Dry bulk di Teluk Lamong sudah mencapai 1 juta ton. “Targetnya 1 tahun ini sebanyak 2,7 juta ton,” ungkapnya.
Ketika ditanyakan mengenai kegiatan kontainer, Rumaji mengemukakan, untuk kontainer, sampai dengan April 2019, Teluk Lamong sudah menangani sebanyak 181.756 box atau 222.719 TEUs, naik 7% dibandingkan tahun 2018. (**)






























