Pengerukan alur pelayaran dan kolam pelabuhan Baai Bengkulu tahap pertama ditargetkan selesai pertengahan Juni 2025 mendatang.
Kepala KSOP Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu, Christianto dan GM Pelindo Regional 2 Bengkulu Capt. S. Joko mengatakan hal itu kepada Ocean Week, di Bengkulu, Jumat (23/5/2025).
“Kami punya planning pengerukan awal Juni nanti selesai, karena supaya sekitar 17 kapal yang berada di dalam pelabuhan bisa keluar, dan beberapa kapal yang sudah menunggu di luar pelabuhan bisa masuk,” ujar Christianto maupun Joko.
Christianto ingin agar pelabuhan Pulau Baai dapat kembali digunakan untuk kegiatan bongkar muat barang. Jadi nantinya alur pelayaran setelah dikeruk memiliki kedalaman sekitar 7 meter.
Seperti diketahui bahwa kapal keruk yakni CSB Kosta, Fortuna Tiga, dan AHT Kosta Fortuna Lima yang didatangkan PT Pelindo dari Batam, Kepulauan Riau beberapa waktu lalu, sudah tiba di Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu pada Kamis pagi, 22 Mei 2025 sekitar pukul 08.00 WIB.
Menurut Joko, kapal keruk tersebut diharapkan dapat segera dipakai untuk pekerjaan pengerukan. “Saat ini kami terus melakukan persiapan,” ujarnya.
Jumat pagi, Ocean Week didampingi Febri (humas) dan Hendra (humas regional 2), berkesempatan melihat berbagai fasilitas dermaga yang ada di pelabuhan Baai.
Pagi itu, tak ada kegiatan apapun di dermaga. Hanya kapal-kapal yang berada di dalam pelabuhan menunggu bisa keluar. Tampak kapal Tol Laut, dan sejumlah tongkang sudah berada di dalam pelabuhan antara satu sampai dua bulan.
Begitu pula sejumlah kapal yang menunggu di luar pelabuhan untuk masuk, tapi tak bisa karena pendangkalan.
Ketua DPC INSA Bengkulu Rela Sumadiyana berharap dengan sudah datangnya kapal keruk, bisa secepatnya dilakukan pengerukan alur. “Kami pasti support apa yang dilakukan pemerintah (KSOP) dan Pelindo, karena sebenarnya kami (pelayaran) juga tak ingin pelabuhan Baai berhenti kegiatan,” katanya.
GM Pelindo Bengkulu Joko menambahkan kalau kegiatan di Baai yang cukup mendominasi adalah batubara. Per tahun bisa mencapai sekitar 4 juta ton. Untuk petikemas belum banyak, masih puluhan ribu per tahun.
Untuk petikemas, kapal yang masuk di Baai Bengkulu ada Temas Tbk dan SPIL. (***)





























