Cosco Shipping menyatakan tidak akan mengubah layanan atau tarif transpasifik-nya, meskipun ada biaya pelabuhan baru di AS yang menargetkan kapal-kapal buatan dan dioperasikan Tiongkok, demikian dilaporkan Journal of Commerce di New York. Dalam sebuah imbauan kepada pelanggan yang dikeluarkan Rabu (17/9), Cosco menyatakan akan "terus melayani pasar AS" setelah Perwakilan Dagang AS mulai memungut biaya untuk kapal-kapal Tiongkok yang singgah di pelabuhan AS mulai 14 Oktober mendatang. Biaya tersebut bermula dari temuan bahwa Tiongkok menggunakan praktik perdagangan yang tidak adil untuk mendukung perusahaan pembuat kapal dan operatornya. Cosco menerima subsidi pemerintah Tiongkok sebesar US$167 juta tahun lalu. Meskipun mengakui adanya tantangan operasional, Cosco menyatakan tidak akan mengurangi penempatan kapal atau mengenakan biaya tambahan, dan berjanji untuk mempertahankan kapasitas yang stabil dan tarif yang kompetitif. Pesaingnya, CMA CGM dan Mediterranean Shipping Co, telah merotasi sebagian besar kapal buatan Tiongkok mereka dari layanan AS untuk menghindari denda, tetapi Cosco, sebagai operator yang berbasis di Tiongkok, tidak dapat melakukannya. Cosco dan anak perusahaannya, OOCL, dikenakan biaya sebesar $50 per ton bersih untuk setiap kunjungan pertama kapal ke pelabuhan AS, hingga lima kali per tahun. Biaya tersebut akan naik menjadi $140 pada tahun 2028. Sebagai perbandingan, operator non-Tiongkok yang mengoperasikan kapal buatan Tiongkok akan membayar $18 per ton bersih pada tahun pertama, yang akan meningkat menjadi US$33 pada tahun 2028. (**/scn)


























