IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) mencatatkan kinerja positif di Area Palembang sepanjang tahun 2025.
Kenaikan kinerja terus tumbuh di tengah kondisi ekspor-impor sedang lesu di Provinsi Sumatera Selatan. IPC TPK terus memperkuat layanan meskipun menghadapi tantangan global pada beberapa periode.
“Kinerja positif ini mencerminkan sinergi kuat antara IPC TPK dengan para pemangku kepentingan di Sumatera Selatan dalam menghadapi tantangan global” ujar Agustian Chandra, Manager IPC TPK Area Palembang, kemarin.

Menurut Chandra, kinerja IPC TPK Area Palembang di tahun 2025 menunjukkan tren kenaikan positif dibandingkan realisasi di tahun sebelumnya yakni sebesar 6,15%.
Arus petikemas di tahun 2025 yang diraih IPC TPK Palembang mencapai 121.422 TEUs, capaian ini lebih besar dibanding tahun 2024 sebanyak 114.383 TEUs. Kinerja terminal Petikemas IPC TPK Palembang terus tumbuh di tengah fluktuasi ekonomi Sumatera Selatan.
Pertumbuhan ini didorong oleh sejumlah faktor diantaranya peningkatan konektivitas kapal dan konsolidasi komoditas ekspor impor yang diangkut melalui pelabuhan Palembang.
Pertumbuhan yang dimaksud termasuk penanganan petikemas impor barang spare part pabrik dan ekspor karet yang meningkat sepanjang kuartal ketiga dan keempat 2025. Di samping itu, impor yang dilakukan PT KAI yang menyumbang peningkatan throughput sebanyak 700 TEUs di sepanjang semester 2 tahun 2025. “Peningkatan juga didorong oleh pengalihan muatan komoditi karet dari dari Belawan ke Palembang,” ungkapnya.
Kinerja perdagangan luar negeri Sumatera Selatan hingga November 2025 mengalami tekanan.
Nilai ekspor tercatat turun 3,80%, sementara impor anjlok hingga 51,64% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel, sepanjang Januari-November 2025, nilai ekspor Sumsel mencapai US$5,82 juta, turun dari US$6,05 juta pada periode yang sama 2024. Penurunan terutama dipicu melemahnya ekspor migas yang turun 16,24%, serta ekspor nonmigas yang terkoreksi 2,8%.
“IPC TPK terus meningkatkan efisiensi layanan, mempercepat penanganan kontainer ekspor-impor, dan memperluas konektivitas jalur laut untuk memperkuat jaringan logistik di Sumatera,” kata Agustian. (***)





























