Pelabuhan di seluruh Tiongkok secara konsisten mengalami peningkatan arus peti kemas.
Indonesia masih bermimpi untuk mengejar ketertinggalan jauh dengan China, dan Singapura.
Data mencatat, selama 11 bulan di tahun 2023 (Januari – November), pelabuhan Shanghai menjadi yang paling besar yakni mencapai 44,4 juta TEUs, tahun 2022 mencatatkan total 47,3 juta TEUs.
Sedangkan Pelabuhan Teluk Beibu mencatat pertumbuhan produksi terbesar tahun-ke-tahun (YoY) sebesar 15,8 persen, mencatat 7,2 juta TEU untuk periode antara Januari dan November.
Faktanya, seluruh pelabuhan Tiongkok mengalami peningkatan arus peti kemas. Namun Pelabuhan Shenzhen merasakan bagian terkecil dari pertumbuhan YoY sebesar 0,2 persen, setelah mencatat 26,9 juta TEU.
Sebaliknya, Pelabuhan Dalian mencatat throughput terkecil pada periode yang sama karena hanya memindahkan 4,55 juta TEU.
Namun demikian, Pelabuhan Dalian mengalami pertumbuhan YoY terbesar kedua, setelah Pelabuhan Teluk Beibu, yaitu sebesar 13,3 persen.
Kecuali tiga pelabuhan utama Tiongkok yang mengalami pertumbuhan produksi YoY di bulan November, yaitu Pelabuhan Xiamen dan Yinkou, masing-masing mengalami penurunan sebesar 3,5 persen dan 16,9 persen, serta Pelabuhan Guangzhou.
Pelabuhan Ningbo Zhoushan di Provinsi Zhejiang, yang juga merupakan salah satu pelabuhan tersibuk di China, mencatat throughput peti kemas yang melampaui 30 juta TEU (twenty-foot equivalent unit) antara Januari dan Oktober tahun ini.
Sementara itu, mengutip dari situs web MPA, pelabuhan Singapura mencatatkan selama 11 bulan 2023 (Januari-November), telah menangani 35,6 juta TEUs.
Tahun 2022 tercatat sebesar 37,3 juta TEUs, yang merupakan rekor arus peti kemas tertinggi kedua di negara ini.
Untuk terminal petikemas di Indonesia, misalnya Makassar New Port, dari Januari hingga November 2023, arus bongkar muat di Makassar New Port tembus pada angka 257.981 TEUs.
Sementara untuk terminal petikemas Nilam Surabaya produksi (throughput) sampai Oktober 2023 mencapai 280.852 box atau 324.011 TEUs.
Untuk TPK Belawan, throughput tahun 2023 hingga bulan Oktober berhasil menangani sebesar 836.914 TEUs.
Di tempat lain, IPC TPK sampai bulan Oktober tahun ini sudah mencatatkan produksi sebesar 2.413.783 TEUs.
Sementara untuk TPK Tanjung Emas Semarang, throughput sampai dengan Oktober 2023 tercapai 642.007 TEUs.
Untuk Terminal Teluk Lamong, data mencatat sepanjang Januari hingga November tahun ini, tercapai 775.845 TEUs atau tumbuh 4,4% dibandingkan periode sama 2022 yakni sebanyak 743.162 TEUs.
Di tempat lain, PT Terminal Petikemas Surabaya mencatat arus peti kemas dari Januari sampai November 2023 sebesar 1.314.988 TEUs dengan rincian arus peti kemas internasional sebesar 1.251.165 TEUs dan domestik sebesar 63.823 TEUs.
Sedangkan throughput di JICT tahun 2023, mencapai 2,124,002 TEUs, naik 5,8% dibanding tahun 2022.
Untuk TPK Koja, mencatatkan pada tahun 2023 ini kurang lebih 950 ribuan TEUs. Jadi kalau throughput yang dicapai oleh terminal petikemas di seluruh Indonesia, masih jauh jika dibandingkan dengan Singapura maupun China. (**)






























