Sepanjang tahun 2025, Terminal Kontainer Internasional Manila telah menangani tiga juta TEU. Dan ini menjadi rekor, serta menandai yang pertama bagi gerbang kontainer terbesar di Filipina.
Tonggak sejarah ini dicapai pada 22 Desember saat kedatangan kapal Ever Bliss berkapasitas 2.900 TEU.
Terminal ini menyumbang sekitar 70 persen dari lalu lintas kontainer di Pelabuhan Manila, menggarisbawahi perannya sebagai gerbang perdagangan utama negara tersebut.
Peningkatan volume membebani ketersediaan dermaga, kemacetan di darat, dan keandalan rantai pasokan.

International Container Terminal Services Inc (ICTSI) yang berbasis di Manila mengatakan pencapaian ini mencerminkan permintaan kargo yang lebih tinggi dan peningkatan kemampuan penanganan di fasilitas andalannya.
Investasi dilakukan, termasuk derek gantry beroda karet hibrida, traktor tambahan, dan uji coba unit listrik.
Konstruksi sedang berlangsung pada dermaga kedelapan, dermaga sepanjang 300 meter dan lapangan seluas 12 hektar, yang dirancang untuk menangani kapal hingga 18.000 TEU.
Tiga derek dermaga untuk tempat berlabuh baru dijadwalkan tiba pada tahun 2027, ketika kapasitas penanganan tahunan diperkirakan akan meningkat menjadi 3,5 juta TEU.
CEO Christian Lozano mengatakan pencapaian ini menunjukkan kemampuan MICT untuk meningkatkan skala operasi sesuai dengan permintaan, menekankan pentingnya layanan yang konsisten seiring pertumbuhan volume.
Perwakilan Evergreen bergabung dengan manajemen terminal dalam menandai kontainer ketiga juta, menyoroti peran kemitraan jangka panjang dengan operator.
Ekspansi ini terjadi ketika pelabuhan-pelabuhan di Asia Tenggara menghadapi tekanan dari pertumbuhan perdagangan, relokasi produksi ke negara-negara terdekat, dan kapal-kapal yang lebih besar.
Bagi Manila, di mana kemacetan perkotaan membatasi ekspansi, produktivitas dermaga dan efisiensi lapangan akan sangat penting. Ujian selanjutnya akan datang pada tahun 2027 dengan kedatangan derek dermaga baru.
Dibawah Priok
Capaian terminal petikemas Manila dibandingkan dengan terminal di Tanjung Priok, masih berada dibawahnya.
Sepanjang tahun 2025, PT Pelindo Regional 2 Tanjung Priok mencatatkan kinerja operasional tumbuh positif.
Dalam catatan perseroan, arus petikemas mencapai 8,30 juta TEUs (5,69 juta box), menunjukkan pertumbuhan positif dibandingkan tahun 2024.
Sementara itu, arus non-petikemas tercatat sebesar 21,51 juta ton, mengalami peningkatan signifikan dibandingkan realisasi tahun sebelumnya.
Sedangkan arus kendaraan (unit) mencapai 860 ribu unit, tetap terjaga sejalan dengan kebutuhan distribusi nasional. Untuk arus penumpang tercatat 492.826 orang.
“Capaian tersebut merupakan hasil dari berbagai upaya penguatan operasional, antara lain optimalisasi pengelolaan arus kapal dan barang, peningkatan keandalan fasilitas pelabuhan dan terminal penumpang, serta koordinasi dengan para pemangku kepentingan guna menjaga kelancaran dan keselamatan operasional,” kata Yandri Tri Saputra, Eksekutif GM Pelindo Regional 2 Tanjung Priok dalam siaran persnya, belum lama ini. (**/scn)




























