Pada penutupan tahun 2025 dan membuka tahun 2026, PT Jakarta International Container Terminal (JICT) menggelar rangkaian kegiatan bertajuk The Last Container Lifted in 2025 dan The First Container Loaded in 2026.
Momentum ini menegaskan kesinambungan operasional terminal sekaligus kesiapan JICT menjaga kelancaran arus logistik nasional sejak awal tahun.
Kegiatan penutupan tahun ditandai dengan pengangkatan kontainer terakhir pada malam 31 Desember 2025. Beberapa menit kemudian, tepat memasuki 1 Januari 2026, JICT kembali mengoperasikan fasilitasnya dengan pemuatan kontainer pertama tahun 2026.
Seluruh proses berlangsung dalam kondisi operasional normal, dengan mengedepankan aspek keselamatan, keandalan sistem, dan koordinasi antar fungsi.
Wakil Direktur Utama JICT, Budi Cahyono mengatakan bahwa tradisi tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan cerminan komitmen perusahaan terhadap layanan kepelabuhanan yang berkelanjutan.

“Pergantian tahun di terminal petikemas bukan berarti berhenti beroperasi. Justru ini menjadi penegasan bahwa JICT siap bekerja sejak detik pertama tahun baru, menjaga kepercayaan pelanggan dan memastikan rantai logistik tetap berjalan,” ujar Budi di Jakarta pada Selasa (6/1/2026).
Menurut dia, setiap pergerakan kontainer merupakan hasil kolaborasi seluruh insan terminal JICT mulai dari operator lapangan, perencana operasi, hingga tim pendukung. Konsistensi inilah yang menjadi fondasi utama JICT dalam menghadirkan layanan yang andal dan berdaya saing global.
“Ke depan, tantangan industri logistik akan semakin kompleks. Karena itu, kami berkomitmen terus memperkuat keandalan operasional dan keselamatan kerja, sejalan dengan kebutuhan pelanggan serta standar internasional. Untuk itu di tahun 2026 JICT akan mendatangkan berbagai peralatan baru seperti e-QC, e-RTGC, dan e-Terminal Truck,” ungkap Budi.
Menurut Budi, rangkaian Last Container dan First Container ini juga menjadi penanda transisi kinerja dari satu tahun ke tahun berikutnya, sekaligus pengingat bahwa aktivitas JICT beroperasi tanpa jeda.
“Dengan kesiapan sumber daya manusia, peralatan dan sistem, JICT optimistis dapat melangkah lebih jauh pada 2026, menjaga perannya sebagai gerbang perekonomian Indonesia,” ujar Budi. (***)




























