PT Jasa Armada Indonesia Tbk (IDX: IPCM) sebagai bagian dari Pelindo Group yang bergerak di bidang jasa pemanduan dan penundaan kapal, kembali menegaskan komitmennya terhadap prinsip keberlanjutan dengan meluncurkan program “Srikandi Maritim IPCM”, sebuah inisiatif strategis yang mendorong kesetaraan gender di sektor operasional maritime yang bertepatan dengan peringatan Hari Kartini.
Program ini menjadi tonggak penting bagi perusahaan, di mana untuk pertama kalinya IPCM secara aktif merekrut dan memberdayakan awak kapal perempuan pada armada kapal tunda, sebuah peran yang selama ini didominasi oleh laki-laki.
Langkah ini mencerminkan komitmen nyata perusahaan dalam membangun lingkungan kerja yang inklusif, sekaligus memperkuat implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).
Turut hadir dalam kegiatan ini Chandra Motik, Ketua Umum Women In Maritime Association Indonesia (WIMA INA), Reini Delfianti, Group Head Pengelolaan SDM PT Pelabuhan Indonesia (Persero), Yandri Trisaputra, Executive General Manager Regional 2 Tanjung Priok, Agusman Katoroy, Plt. Senior Manager Wilayah 2 Wilayah 2 PT Pelindo Jasa Maritim (PT PJM), Muhammad Irfan Rahim, Direktur Utama PT Intan Sejahtera Utama (PT ISMA), Shanti Puruhita, Direktur Utama PT Jasa Armada Indonesia Tbk serta Jajaran Direksi dan Insan PT Jasa Armada Indonesia Tbk.
Direktur Utama PT Jasa Armada Indonesia Tbk, Shanti Puruhita, menyampaikan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari transformasi perusahaan dalam menciptakan nilai jangka panjang yang berkelanjutan.
“Program Srikandi Maritim IPCM bukan sekadar simbol, tetapi merupakan aksi nyata perusahaan dalam membuka ruang yang setara bagi perempuan untuk berkembang dan berkontribusi di sektor strategis. Kami percaya bahwa keberagaman akan memperkuat kinerja dan daya saing perusahaan,” ujarnya.
Peluncuran program ini juga selaras dengan upaya perusahaan dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya dalam aspek nomor 5 yaitu kesetaraan gender, nomor 8 yaitu pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, dan nomor 10 yaitu berkurangnya kesenjangan.
Melalui program ini, IPCM tidak hanya mendorong pemberdayaan perempuan, tetapi juga memastikan terciptanya kesempatan kerja yang adil, peningkatan kompetensi SDM, serta kontribusi terhadap pembangunan ekonomi yang inklusif.
Sementara itu, Ketua Umum WIMA INA, Chandra Motik, menyampaikan apresiasinya atas langkah progresif yang dilakukan IPCM melalui program Srikandi Maritim.
“Langkah IPCM ini merupakan contoh nyata bagaimana industri maritim mulai membuka ruang yang lebih luas bagi perempuan. Kehadiran Srikandi Maritim tidak hanya memperkuat kesetaraan gender, tetapi juga membuktikan bahwa perempuan memiliki kompetensi dan ketangguhan untuk berkontribusi langsung di sektor yang selama ini didominasi oleh laki-laki. Kami berharap inisiatif ini dapat menjadi inspirasi bagi pelaku industri lainnya untuk mendorong inklusivitas dan keberagaman di sektor kemaritiman Indonesia,” ujar Chandra Motik.
Dari perspektif bisnis, perusahaan memandang bahwa penguatan aspek sosial dalam ESG akan berdampak positif terhadap keberlanjutan operasional dan peningkatan kepercayaan pemangku kepentingan, termasuk investor. Implementasi praktik keberagaman dan inklusivitas yang terukur diyakini dapat meningkatkan produktivitas, inovasi, serta memperkuat reputasi perusahaan di industri maritim.
Sebagai perusahaan yang terus bertumbuh, IPCM berkomitmen untuk menjadikan inisiatif ini sebagai bagian dari strategi jangka panjang dalam pengembangan SDM dan penguatan tata kelola perusahaan yang baik.
Ke depan, perusahaan akan terus memperluas program-program berbasis ESG guna menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan. (***)






























