Banjir besar melanda sejumlah wilayah di Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon sejak Jumat (2/1/2026).
Meski begitu, Dirut PT Krakatau Bandar Samudera (KBS) Noor Fuad menyampaikan jika banjir yang melanda di sejumlah kecamatan Cilegon tak sampai mengganggu kegiatan di pelabuhan Cigading.
“Alhamdulillah kondisi baik. Aktivitas pelabuhan Cigading di PT KBS berjalan baik. Meski terjadi genangan di buffer area truck RoRo, tapi kita bisa atasi dengan buffer cadangan di kawasan,” ujarnya menjawab Ocean Week, Sabtu pagi melalui WhatsApp nya.
Hal sama juga disampaikan Benny Ariadi, GM Pelindo Regional 2 Ciwandan, Banten. “Kegiatan di pelabuhan Ciwandan normal-normal saja. Meski ada beberapa genangan air di beberapa titik, namun tak mengganggu aktivitas bongkar muat,” ungkapnya saat dihubungi per telpon, Sabtu pagi.
Seperti diketahui bahwa curah hujan yang tinggi sejak Jumat siang hingga malam mengakibatkan banjir. Bahkan jalan akses utama dari Cilegon menuju Anyer yang melintasi pelabuhan Ciwandan dan kawasan KBS terputus.
Banjir juga mengganggu jalur logistik dari dan ke pelabuhan.
Beberapa anggota DPRD Kota Cilegon terlihat turun langsung ke lokasi banjir untuk membantu proses evakuasi dan penanggulangan banjir. Tampak beberapa anggota dan pengurus Komisi IV DPRD Kota Cilegon membagikan bantuan makanan dan kebutuhan lainnya.
Ketua Komisi IV DPRD Kota Cilegon, Muhamad Saiful Basri, menilai banjir awal tahun kali ini tergolong besar dan berdampak luas terhadap akses vital kota.
Saiful Basri menyampaikan bahwa kondisi tersebut secara langsung juga melumpuhkan jalur distribusi logistik menuju kawasan pelabuhan.
“Saya melihat banjir hari ini sangat besar dan melumpuhkan akses logistik kita yang menuju Pelabuhan Pelindo dan KBS,” ujar Basri.
Basri juga menjelaskan bahwa pihaknya saat ini tengah melakukan asesmen terhadap berbagai persoalan lingkungan dan infrastruktur yang diduga menjadi penyebab terjadinya banjir di sejumlah wilayah Kota Cilegon.
“Kami melihat ini perlu penanganan serius, kita harus melihat apa-apa saja faktor penyebab utama banjir ini,” tuturnya.
Basri menambahkan, penanganan banjir tidak dapat dilakukan secara parsial atau hanya bersifat darurat.
Dia menegaskan perlunya langkah serius dan berkelanjutan untuk mengatasi persoalan tersebut hingga ke akar masalah.
“Ini harus kita bereskan secara serius, penanganan tidak hanya sekedar memberikan bantuan makanan saja,” umgkapnya.
Basri juga menekankan pentingnya keterlibatan semua pihak dalam upaya penanganan banjir, termasuk pemerintah, masyarakat, dan sektor industri yang berada di kawasan terdampak.
Dia menilai salah satu penyebab banjir adalah terhambatnya aliran air di bagian hilir akibat penyempitan saluran, khususnya saat memasuki wilayah industri.
“Semua harus diajak bicara, pemerintah masyarakat termasuk juga industri, kita tahu banjir ini juga disebabkan karena terhambatnya akses hilir karena penyempitan yang banyak terjadi ketika memasuki wilayah industri,” jelasnya.
Basri berharap, hasil evaluasi dan koordinasi lintas sektor dapat segera menghasilkan solusi konkret agar kejadian banjir serupa tidak terus berulang dan tidak kembali mengganggu aktivitas masyarakat maupun jalur logistik strategis di Kota Cilegon. (**/fbten/ow)





























