Operasional PT Multi Terminal Indonesia (MTI), salah satu anak usaha PT Pelindo II tetap berjalan lancar, meski dalam suasana pandemi covid-19 yang sudah berlangsung sekitar 3 bulanan.
Namun tak dipungkiri jika produksi yang dihasilkan di pergudangan maupun lapangan penumpukan (open storage) terjadi penurunan.
Hal itu diakui oleh Mulyadi, Dirut PT MTI kepada Ocean Week, saat ditanyai mengenai perkembangan kinerja perseroan di masa Corona ini.
“Operasional berjalan lancar, mengingat aktifitas logistik salah satu yang dikecualikan dalam PSBB, maka kami MTI beroperasi memberikan layanan di lapangan kepada customer seperti biasa,” katanya, Rabu pagi, di Jakarta yang juga dibenarkan David Sirait, direktur operasi IPC Logistik ini.
Menurut mantan GM Pelindo II Tanjung Priok ini, MTI tetap melayani 24/7, hal itu untuk menjaga kelancaran arus barang. Karena itu, Personil lapangan tetap bekerja sesuai shift masing-masing. “Hanya ada sedikit pengecualian untuk Personil lapangan usia diatas 50 tahun diberikan kelonggaran untuk shift siang atau WFH bergiliran,” ujarnya.
Sementara untuk Personil di back-office diberlakukan WFH secara bergiliran. Dengan demikian operasional tetap berjalan lancar.
Sebagai informasi, untuk produksi Pergudangan dan Lapangan (open storage) bulan Februari 2020 terjadi penurunan 40% s/d 46% dari Januari 2020, dan kegiatan Freight Forwarding juga menurun 13,70%.
Kata Mulyadi, produksi atau throughput sampai medio Mei ada sedikit penurunan dibanding tahun 2019 lalu seperti halnya juga throughput di Terminal (Lini 1), hal ini akibat dampak wabah covid-19.
“Sampai triwulan 1 2020 dibanding triwulan 1 2019, kami ada penurunan sekitar 4%,” kata Mulyadi.
Dia mengatakan, di bulan Ramadhan sedikit ada lonjakan throughput. Tetapi seminggu menjelang Lebaran mulai menurun lagi dan seperti biasa akan berlangsung sampai 2 minggu sehabis lebaran.
“Untuk estimasi capaian ke depan (sampai akhir tahun ini), akan sangat tergantung pada sampai kapan PSBB akan diberlakukan dan sejauhmana pemulihan ekonomi berjalan.
Sepanjang terjadi recovery ekonomi maka biasanya pemulihan aktifitas logistik juga akan terjadi,” ungkapnya lagi.
Pantauan Ocean Week di sejumlah fasilitas yang dioperasikan MTI dua hari menjekang Lebaran (24/5), dapat digambarkan bahwa di pergudangan Halal tampak sepi, begitu pula di pergudangan dan storage di Agung Raya, serta lapangan penumpukan 215 X di Pasoso dan CDC Banda, tak terlihat banyak lalu lalang truk-truk angkutan petikemas maupun truk logistik yang berkegiatan receyving dan delivery.
Mungkin penurunan itu karena berkurangnya impor melakui pelabuhan Tanjung Priok, karena Corona.
Mulyadi dan David Sirait berharap musibah yang terjadi akibat COVID-19 ini bisa segera berakhir dan distribusi logistik berjalan lancar kembali, serta kegiatan di pelabuhan juga ditempat-tempat lainnya bisa normal kembali. (***)






























