Pemerintah Perlu Segera Selesaikan PP ABK, DPR Desak Itu

337
SHARES
2k
VIEWS

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mendesak supaya peraturan pemerintah (PP) mengenai penempatan dan perlindungan anak buah kapal (ABK) segera dirampungkan.

Anggota Komisi I DPR RI Fraksi Partai Golkar, Christina Aryani menyampaikan hal itu kepada wartawan di Jakarta, Senin, menyikapi nasib 20 orang ABK MT Ocean Star yang terombang-ambing di perairan Dilli,Timor Leste.

“Kami kembali mendorong urgensi diundangkannya Peraturan Pemerintah terkait Penempatan dan Pelindungan ABK,” kata Aryani.

Aryani melihat bagaimana urgensi PP ini, mengingat banyak kasus yang menimpa ABK asal Indonesia.

Aryani menyatakan, berdasarkan info yang diperolehnya, PP tersebut saat ini dalam tahap finalisasi di Setneg.

“Enam bulan cukup lah untuk tahap penyelesaian. Sebab, jika melihat banyak kasus menimpa ABK indonesia dan yang terbaru ada 20 ABK maupun kasus-kasus lainnya, PP itu menjadi kebutuhan hukum yang tidak bisa ditawar lagi,” jelasnya.

Dia berharap pemerintah bisa memahami urgensi PP ABK yang sangat diperlukan untuk memberikan perlindungan bagi ABK Indonesia.

Menjawab pertanyaan, terkait kondisi 20 orang ABK tersebut, Aryani mengatakan bahwa saat ini semua ABK dalam keadaan aman dan telah terpenuhi kebutuhan logistiknya.

Dengan pasokan bahan bakar, listrik kapal kembali menyala dan mesin dioperasikan untuk memompa air keluar dari kapal.

“Kami mengapresiasi KBRI Timor Leste dan Bakamla RI yang sigap memberikan bantuan dan memastikan kondisi 20 ABK kita,” kata Aryani.

Seperti diketahui, sebanyak 20 ABK warga negara Indonesia di kapal Motor Tanker Ocean Star terombang-ambing di perairan Timor Leste selama kurang lebih empat bulan.

Kepala Bagian Humas dan Protokol Bakamla Kolonel Wisnu Pramandita memastikan saat ini semua ABK tersebut telah dievakuasi. Mereka telah ditangani KBRI di Timor Leste.

Menurut Wisnu, Badan Keamanan Laut (Bakamla) mengerahkan kapal KN Ular Laut-405 di Tual, dan KN Kuda Laut-403 di Ambon untuk menyelamatkan para ABK.

“Sudah ditangani. Sudah dapat bantuan dari KBRI untuk sementara,” kata Wisnu.

Berdasarkan keterangan para ABK, kapal tiba di Dili pada 3 April lalu. Kedatangan mereka untuk mendukung kegiatan operasional minyak dan gas (migas) di Timor Leste. Armada yang mereka tumpangi adalah kapal sewaan.

Saat meminta pertolongan, kapal juga dalam keadaan mati mesin dan mati listrik. Hanya genset penerangan saja yang dapat dinyalakan. Status bahan bakar minyak saat itu sudah 0 persen.

Meski sudah dievakuasi, kondisi para ABK ini belum sepenuhnya membaik. Mereka belum bisa dibawa ke daratan dan pulang ke kediaman masing-masing. Hal itu menyebabkan pompa tidak dapat berfungsi untuk menanggulangi kebocoran yang terjadi di salah satu ruangan.

“Saat ini mereka masih berada di perairan Timor Leste,” kata Wisnu. (***)

Next Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Welcome Back!

Login to your account below

Create New Account!

Fill the forms below to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.