<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Surabaya &#8211; Ocean Week</title>
	<atom:link href="https://oceanweek.co.id/category/surabaya/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://oceanweek.co.id</link>
	<description>Portal Berita Maritim Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Wed, 14 Oct 2026 09:05:42 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.1.10</generator>

<image>
	<url>https://oceanweek.co.id/wp-content/uploads/2018/07/cropped-fav-32x32.png</url>
	<title>Surabaya &#8211; Ocean Week</title>
	<link>https://oceanweek.co.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Ekspor Dari Bali Capai 1.000 TEUs per Bulan, Pelaku Logistik Sayangkan Kemacetan Ketapang-Gilimanuk Terus Berulang</title>
		<link>https://oceanweek.co.id/ekspor-dari-bali-capai-1-000-teus-per-bulan-pelaku-logistik-sayangkan-kemacetan-ketapang-gilimanuk-terus-berulang/</link>
					<comments>https://oceanweek.co.id/ekspor-dari-bali-capai-1-000-teus-per-bulan-pelaku-logistik-sayangkan-kemacetan-ketapang-gilimanuk-terus-berulang/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[oceanweek]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 14 Oct 2026 09:05:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Surabaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://oceanweek.co.id/?p=91630</guid>

					<description><![CDATA[Pelaku usaha logistik Jawa Timur memprediksi volume ekspor barang dari Bali mencapai 1000 TEUs per bulan dan akan terus tumbuh pada masa mendatang. Barang ekspor dari Bali berupa ikan dan produk kerajinan khas Bali. Disayangkan jika problem penyeberangan Ketapang &#8211; Gilimanuk tidak segera diselesaikan. &#8220;Dalam catatan kami ekspor dari Bali mencapai 1000 TEUs pertahun dan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Pelaku usaha logistik Jawa Timur memprediksi volume ekspor barang dari Bali mencapai 1000 TEUs per bulan dan akan terus tumbuh pada masa mendatang.</p>
<p>Barang ekspor dari Bali berupa ikan dan produk kerajinan khas Bali. Disayangkan jika problem penyeberangan Ketapang &#8211; Gilimanuk tidak segera diselesaikan.</p>
<p>&#8220;Dalam catatan kami ekspor dari Bali mencapai 1000 TEUs pertahun dan akan terus bertambah untuk tahun berikutnya. Sayang sekali kalau masalah penyeberangan Ketapang &#8211; Gilimanuk tidak segera diselesaikan,&#8221; kata Iko Sukma pengurus bidang perdagangan internasional DPW ALFI Jawa Timur, Selasa (13/10).</p>
<p>Hal yang harus dipercepat lanjutnya, adalah realisasi investasi dermaga, kapasitas dan kualitas dermaga harus ditingkatkan. Armada kapal penyeberangan juga diperbesar supaya bisa menampung lebih banyak kendaraan.</p>
<p>&#8220;Masalahnya pertumbuhannya bukan hanya barang, tetap arus wisatawan juga ikut meningkat,&#8221; kata Iko.</p>
<p>Sementara dari pelaku usaha pelayaran berpendapat, arus logistik bisa lancar kalau pemerintah mau membuka rute kapal petikemas Surabaya &#8211; Benoa.</p>
<p>Membuka dermaga khusus, mendatangkan peralatan bongkar muat dan membuka lapangan penumpukan.</p>
<p>&#8220;Kami siap, kapal ada. Tinggal regulatornya saja membuka ijin dan fasilitas di Benoa sana,&#8221; ujar salah satu pengusaha pelayaran di Surabaya.</p>
<p>Yang cocok, lanjut dia, rute Surabaya &#8211; Benoa dibuka seminggu sekali menggunakan kontainer 40 feet.</p>
<p>&#8220;Butuh satu hati untuk menciptakan kelancaran transportasi Jawa Timur dan Bali,&#8221; tambahnya. (**/fail)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://oceanweek.co.id/ekspor-dari-bali-capai-1-000-teus-per-bulan-pelaku-logistik-sayangkan-kemacetan-ketapang-gilimanuk-terus-berulang/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pelindo Tanjung Perak Melarang Truk-truk Parkir di Jalanan Sebelum Pengapalan</title>
		<link>https://oceanweek.co.id/pelindo-tanjung-perak-melarang-truk-truk-parkir-di-jalanan-sebelum-pengapalan/</link>
					<comments>https://oceanweek.co.id/pelindo-tanjung-perak-melarang-truk-truk-parkir-di-jalanan-sebelum-pengapalan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[oceanweek]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 Oct 2026 00:00:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://oceanweek.co.id/?p=91536</guid>

					<description><![CDATA[PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) melarang truk-truk yang menunggu pengapalan parkir di sepanjang jalan menuju pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Larangan tersebut terpampang dalam sejumlah spanduk yang dipasang oleh pihak Pelindo. Namun, Pelindo juga telah menyiapkan buffer area yang mampu menampung 230 truk sebelum pengapalan ke daerah tujuan. Menurut Sub Regional Head Jawa PT Pelabuhan Indonesia (Persero) [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) melarang truk-truk yang menunggu pengapalan parkir di sepanjang jalan menuju pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.</p>
<p>Larangan tersebut terpampang dalam sejumlah spanduk yang dipasang oleh pihak Pelindo.</p>
<p>Namun, Pelindo juga telah menyiapkan buffer area yang mampu menampung 230 truk sebelum pengapalan ke daerah tujuan.</p>
<p>Menurut Sub Regional Head Jawa PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3 Purwanto Wahyu Widodo, penyediaan buffer area merupakan respons atas meningkatnya volume kendaraan logistik, khususnya truk pengangkut muatan kapal <em>roll on-roll off</em> (roro), yang sebelumnya kerap menunggu jadwal kapal di bahu jalan.</p>
<p>“Penyediaan buffer area kami siapkan karena meningkatnya volume kendaraan muatan kapal roro yang sebelumnya parkir di bahu jalan dan memicu kemacetan,” ujar Purwanto.</p>
<p>Purwanto juga mengingatkan supaya para sopir menjaga kelancaran kendaraan yang keluar masuk kawasan pelabuhan.</p>
<p>Beberapa waktu lalu, jurnalis Ocean Week yang kebetulan lewat ke pelabuhan Tanjung Perak, melihat antrean truk di sepanjang jalan pelabuhan, baik di arah masuk maupun arah keluar pelabuhan. Bahkan tak jarang hal itu membuat jalan padat dan kemudian menimbulkan kemacetan.</p>
<p>Sumber dari PT Multi Terminal Indonesia (MTI) Cabang Surabaya yang bersama Ocean Week mengatakan kalau pemandangan seperti itu (antrean truk-truk) di Tanjung Perak sudah biasa.</p>
<p>Kata Purwanto, sebelum tersedia buffer area, antrean truk kerap mengular di pinggir jalan karena menunggu jadwal kapal. Sekarang, truk-truk itu diarahkan ke buffer area, menunggu jadwal keberangkatan kapal.</p>
<p>Untuk diketahui bahwa buffer area tersedia di tiga titik, yakni Area Kalimas Pos 3 dan 4, Area RTK 2, serta Area Kalimas Pos 5. Total kapasitas yang disiapkan mencapai sekitar 230 unit truk.</p>
<p>Purwanto menegaskan, kendaraan pengangkut muatan tidak diperbolehkan lagi berhenti di pinggir jalan dan wajib menggunakan buffer area untuk menjaga kelancaran lalu lintas di sekitar pelabuhan.</p>
<p>Dari sisi operasional, pengaturan antrean dilakukan melalui informasi <em>open gate</em>, koordinasi lapangan, serta pengaturan jadwal pelayanan. Ke depan, Pelindo juga akan memperkuat sistem digital untuk meningkatkan efisiensi dan ketertiban antrean.</p>
<p>Keberadaan buffer area sejauh ini dinilai cukup efektif mengurangi kepadatan kendaraan di akses utama pelabuhan. Antrean truk di pinggir jalan mulai berkurang, meskipun evaluasi terus dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan pada waktu tertentu. (***)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://oceanweek.co.id/pelindo-tanjung-perak-melarang-truk-truk-parkir-di-jalanan-sebelum-pengapalan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Terminal Teluk Lamong Raih Dua Penghargaan Perkenalkan Transformasi ke Publik</title>
		<link>https://oceanweek.co.id/terminal-teluk-lamong-raih-dua-penghargaan-perkenalkan-transformasi-ke-publik/</link>
					<comments>https://oceanweek.co.id/terminal-teluk-lamong-raih-dua-penghargaan-perkenalkan-transformasi-ke-publik/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[oceanweek]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 10 Oct 2026 11:30:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Surabaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://oceanweek.co.id/?p=91528</guid>

					<description><![CDATA[Transformasi yang dijalankan PT Terminal Teluk Lamong (TTL) selama lima tahun pasca merger Pelindo kembali membuahkan hasil. Perusahaan berhasil meraih dua penghargaan nasional sekaligus pada 8 Oktober 2026 sebagai bentuk apresiasi atas inovasi berkelanjutan dan keberhasilan perusahaan dalam memperkenalkan transformasi serta kapabilitasnya kepada publik. Dua penghargaan tersebut adalah Indonesia Logistics Awards 2026 kategori Sustainable Port [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Transformasi yang dijalankan PT Terminal Teluk Lamong (TTL) selama lima tahun pasca merger Pelindo kembali membuahkan hasil. Perusahaan berhasil meraih dua penghargaan nasional sekaligus pada 8 Oktober 2026 sebagai bentuk apresiasi atas inovasi berkelanjutan dan keberhasilan perusahaan dalam memperkenalkan transformasi serta kapabilitasnya kepada publik.</p>
<p>Dua penghargaan tersebut adalah Indonesia Logistics Awards 2026 kategori Sustainable Port Innovation of the Year yang diselenggarakan di Jakarta, serta The 8th Anugerah HUMAS INDONESIA (AHI) 2026 kategori Media Internal, sub kategori Video Profile, yang diselenggarakan di Surakarta.</p>
<p>Penghargaan ini menjadi momentum istimewa bagi TTL yang baru saja memperingati lima tahun merger Pelindo dengan semangat “5 Tahun Bersatu, Bersama Kita Maju”.</p>
<p>Setelah melalui berbagai tahapan integrasi, perbaikan layanan, digitalisasi, dan penguatan operasional, TTL kini semakin menunjukkan hasil transformasinya melalui inovasi yang mendapat apresiasi di tingkat nasional.</p>
<p>Sekretaris Perusahaan dan Hukum PT Terminal Teluk Lamong, Syaiful Anam, menyampaikan bahwa kedua penghargaan tersebut menjadi penyemangat bagi seluruh insan perusahaan untuk terus menghadirkan layanan yang semakin produktif, efisien, dan berkelanjutan.</p>
<p>“Penghargaan ini menjadi bukti bahwa berbagai langkah transformasi yang dilakukan TTL selama lima tahun bersama Pelindo semakin mendapatkan pengakuan. Bagi kami, inovasi bukan sekadar menghadirkan teknologi baru, tetapi bagaimana perubahan yang dilakukan benar-benar memberikan manfaat bagi pengguna jasa, perusahaan, lingkungan, dan masyarakat,” ujar Anam.</p>
<p>Selama lima tahun terakhir, TTL terus melakukan pembenahan layanan secara berkelanjutan. Berbagai inovasi dilakukan mulai dari penanganan tantangan arus kuat di dermaga domestik, penerapan Berthing Priority dan Berthing Window untuk meningkatkan kepastian pelayanan kapal, hingga penguatan sistem operasional berbasis digital.</p>
<p>Transformasi tersebut semakin diperkuat melalui implementasi Terminal Booking System (TBS), pengembangan layanan EAZI (Express Anchorage Zone Service) untuk mempercepat pergantian kapal, serta integrasi pengelolaan tiga terminal, yaitu TPK Teluk Lamong, TPK Nilam, dan TPK Berlian.</p>
<p><img decoding="async" class="alignnone size-medium wp-image-88894" src="https://oceanweek.co.id/wp-content/uploads/2026/07/IMG_20260708_213420-300x143.jpg" alt="" width="300" height="143" srcset="https://oceanweek.co.id/wp-content/uploads/2026/07/IMG_20260708_213420-300x143.jpg 300w, https://oceanweek.co.id/wp-content/uploads/2026/07/IMG_20260708_213420.jpg 344w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" />Berbagai langkah tersebut merupakan bagian dari upaya TTL membangun layanan terminal yang semakin cepat, pasti, aman, dan efisien, sekaligus meningkatkan daya saing layanan logistik di kawasan Jawa Timur dan Indonesia.</p>
<p>Tidak hanya berfokus pada produktivitas, TTL juga terus memperkuat komitmennya terhadap pelabuhan hijau melalui elektrifikasi peralatan, efisiensi energi, pengelolaan limbah, dan berbagai inisiatif pengurangan dampak lingkungan.</p>
<p>Di bidang sosial, perusahaan turut mengembangkan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat sekitar, termasuk pengembangan UMKM, peningkatan keterampilan masyarakat, dan program budidaya kepiting soka.</p>
<p>Komitmen tersebut menjadi bagian dari perjalanan TTL menuju ekosistem terminal yang smart, green, and sustainable, di mana pertumbuhan bisnis berjalan seiring dengan tanggung jawab terhadap lingkungan dan masyarakat.</p>
<p><strong>Kinerja Nyata</strong></p>
<p>Penghargaan yang diraih TTL juga mencerminkan pentingnya komunikasi yang mampu memperkenalkan hasil transformasi perusahaan kepada para pemangku kepentingan.</p>
<p>Melalui pengembangan media komunikasi, termasuk video profil perusahaan, TTL berupaya menyampaikan perjalanan transformasi, inovasi layanan, serta kapabilitas operasional secara lebih informatif, menarik, dan mudah dipahami.</p>
<p>Penghargaan Anugerah HUMAS INDONESIA 2026 menjadi apresiasi atas upaya tersebut, sekaligus menegaskan bahwa komunikasi perusahaan harus dibangun di atas pencapaian dan kontribusi nyata.</p>
<p>“Bagi kami, reputasi yang baik bukan hanya dibangun melalui komunikasi, tetapi terutama melalui kinerja dan pelayanan yang dirasakan langsung oleh pengguna jasa. Tugas komunikasi korporat adalah memastikan berbagai inovasi, perubahan, dan manfaat tersebut dapat diketahui serta dipahami oleh para pemangku kepentingan,” tambah Anam.</p>
<p>Kedua penghargaan ini sekaligus melengkapi berbagai apresiasi yang telah diterima TTL sepanjang 2026, antara lain penghargaan atas inovasi pelayanan logistik maritim, transformasi digital, serta pelaksanaan program tanggung jawab sosial dan lingkungan.</p>
<p>Memasuki fase berikutnya setelah lima tahun merger Pelindo, TTL berkomitmen untuk terus melanjutkan transformasi melalui peningkatan produktivitas, penguatan integrasi tiga terminal, digitalisasi, dan pengembangan inovasi berkelanjutan.</p>
<p>Bagi TTL, penghargaan bukanlah tujuan akhir, melainkan pengakuan atas proses perbaikan berkelanjutan sekaligus motivasi untuk terus memberikan layanan yang lebih baik.</p>
<p>Dengan semangat “5 Tahun Bersatu, Bersama Kita Maju”, PT Terminal Teluk Lamong akan terus memperkuat kontribusinya dalam menghadirkan layanan kepelabuhanan yang modern, kompetitif, dan berkelanjutan demi mendukung efisiensi logistik nasional serta daya saing maritim Indonesia. (**)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://oceanweek.co.id/terminal-teluk-lamong-raih-dua-penghargaan-perkenalkan-transformasi-ke-publik/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>September, Arus Petikemas TPS Didominasi Ekspor</title>
		<link>https://oceanweek.co.id/september-arus-petikemas-tps-didominasi-ekspor/</link>
					<comments>https://oceanweek.co.id/september-arus-petikemas-tps-didominasi-ekspor/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[oceanweek]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 10 Oct 2026 06:58:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Surabaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://oceanweek.co.id/?p=91523</guid>

					<description><![CDATA[Terminal Petikemas Surabaya (TPS) kembali mencatat kinerja operasional yang positif pada September 2026. Arus petikemas internasional tercatat mencapai 120.725 TEUs, dengan total arus peti kemas internasional dan domestik sebesar 122.876 TEUs. Capaian tersebut menunjukkan konsistensi TPS dalam menjaga kelancaran arus logistik nasional di tengah dinamika perdagangan global. Komposisi arus petikemas internasional masih didominasi oleh aktivitas [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Terminal Petikemas Surabaya (TPS) kembali mencatat kinerja operasional yang positif pada September 2026.</p>
<p>Arus petikemas internasional tercatat mencapai 120.725 TEUs, dengan total arus peti kemas internasional dan domestik sebesar 122.876 TEUs.</p>
<p>Capaian tersebut menunjukkan konsistensi TPS dalam menjaga kelancaran arus logistik nasional di tengah dinamika perdagangan global. Komposisi arus petikemas internasional masih didominasi oleh aktivitas ekspor.</p>
<p>Arus petikemas ekspor tercatat sebesar 61.267 TEUs atau sekitar 51 persen dari total throughput internasional, sementara impor mencapai 59.458 TEUs atau sekitar 49 persen.</p>
<p>Kondisi ini mencerminkan tetap terjaganya aktivitas perdagangan luar negeri Indonesia serta kuatnya kontribusi sektor ekspor terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.</p>
<p>Dari sisi operasional, TPS berhasil mempertahankan produktivitas bongkar muat kapal pada level yang kompetitif.</p>
<p>Produktivitas Box Ship Hour (BSH) pada layanan internasional tercatat rata-rata mencapai 51 box/ship/hour melampaui standar minimum 48 box/ship/hour yang ditetapkan oleh Kementerian Perhubungan melalui Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Utama Tanjung Perak. Kinerja tersebut didukung oleh optimalisasi peralatan dan proses operasional yang berkelanjutan.</p>
<p>TPS juga mencatat 87 kunjungan kapal internasional selama September 2026. Di sisi lain, Yard Occupancy Ratio (YOR) internasional pada bulan September 2026 masih di bawah 40 persen (ekspor = 36,48 persen dan impor = 39,29 persen), mencerminkan efektivitas pengelolaan lapangan penumpukan serta kesiapan TPS dalam mendukung kelancaran arus peti kemas dan menjaga keandalan layanan operasional.</p>
<p>Sejalan dengan upaya peningkatan kapasitas dan kualitas layanan, TPS terus mengoptimalkan pemanfaatan peralatan modern berbasis listrik yang telah dioperasikan, termasuk Electric Quay Container Crane (E-QCC) dan Electric Rubber Tyred Gantry (E-RTG).</p>
<p>Modernisasi peralatan tersebut menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam meningkatkan produktivitas sekaligus mendukung operasional yang lebih ramah lingkungan.</p>
<p>Direktur Utama TPS, Ali Sodikin, menyampaikan bahwa capaian pada September 2026 menunjukkan ketahanan dan kepercayaan pengguna jasa terhadap layanan TPS.</p>
<p>&#8220;Arus peti kemas yang tetap terjaga pada September 2026 menunjukkan kemampuan TPS dalam memberikan layanan operasional yang andal, efisien, dan berkelanjutan. Dominasi arus ekspor dibandingkan impor menjadi indikasi positif bahwa aktivitas perdagangan internasional masih bergerak dinamis. TPS akan terus meningkatkan kualitas layanan, produktivitas operasional, serta memperkuat peran sebagai gerbang logistik utama di Kawasan Timur Indonesia,&#8221; ujarnya. (**/fail)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://oceanweek.co.id/september-arus-petikemas-tps-didominasi-ekspor/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Terminal Teluk Lamong Terus Berinovasi, Bertransformasi Sebagai Bagian Ekosistem Pelindo</title>
		<link>https://oceanweek.co.id/terminal-teluk-lamong-terus-berinovasi-bertransformasi-sebagai-bagian-ekosistem-pelindo/</link>
					<comments>https://oceanweek.co.id/terminal-teluk-lamong-terus-berinovasi-bertransformasi-sebagai-bagian-ekosistem-pelindo/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[oceanweek]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 07 Oct 2026 12:43:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Surabaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://oceanweek.co.id/?p=91429</guid>

					<description><![CDATA[Lima tahun pasca merger PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo menjadi momentum penting bagi PT Terminal Teluk Lamong (TTL) untuk terus tumbuh dan bertransformasi sebagai bagian dari ekosistem Pelindo. Mengusung semangat “5 Tahun Bersatu, Bersama Kita Maju”, TTL terus memperkuat integrasi, meningkatkan produktivitas, serta menghadirkan berbagai inovasi operasional dan digital untuk memberikan layanan terminal peti [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Lima tahun pasca merger PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo menjadi momentum penting bagi PT Terminal Teluk Lamong (TTL) untuk terus tumbuh dan bertransformasi sebagai bagian dari ekosistem Pelindo.</p>
<p>Mengusung semangat “5 Tahun Bersatu, Bersama Kita Maju”, TTL terus memperkuat integrasi, meningkatkan produktivitas, serta menghadirkan berbagai inovasi operasional dan digital untuk memberikan layanan terminal peti kemas yang semakin cepat, efektif, efisien, dan berorientasi kepada pelanggan.</p>
<p>Bagi TTL, perjalanan lima tahun pascamerger bukan sekadar proses integrasi organisasi. Momentum tersebut menjadi titik penting untuk membangun cara kerja yang lebih terintegrasi, memperkuat standardisasi layanan, memperluas pemanfaatan teknologi, serta mengoptimalkan kapasitas dan sumber daya.</p>
<p>Transformasi Pelindo melalui standardisasi pengelolaan terminal peti kemas menjadi bagian penting dalam perjalanan TTL. Berbagai improvement dilakukan secara berkelanjutan, mulai dari penyempurnaan proses operasional, peningkatan produktivitas peralatan, penguatan pelayanan kapal, hingga digitalisasi proses layanan terminal.</p>
<p>Salah satu breakthrough penting dilakukan pada pelayanan kapal di dermaga domestik ketika TTL menghadapi tantangan arus kuat yang sebelumnya memengaruhi waktu pelayanan kapal.</p>
<p><img decoding="async" class="alignnone size-medium wp-image-88894" src="https://oceanweek.co.id/wp-content/uploads/2026/07/IMG_20260708_213420-300x143.jpg" alt="" width="300" height="143" srcset="https://oceanweek.co.id/wp-content/uploads/2026/07/IMG_20260708_213420-300x143.jpg 300w, https://oceanweek.co.id/wp-content/uploads/2026/07/IMG_20260708_213420.jpg 344w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" />Melalui evaluasi pola operasi dan kolaborasi dengan pelayanan pemanduan, TTL melakukan penyempurnaan pola pelayanan sehingga kapal dapat dilayani dengan lebih fleksibel tanpa harus menunggu kondisi arus tertentu. Improvement tersebut mampu menurunkan rata-rata waktu tunggu kapal dari 6,67 jam menjadi 1,83 jam, sekaligus meningkatkan keandalan pelayanan di terminal.</p>
<p>Perbaikan berkelanjutan kemudian diperkuat melalui penerapan konsep Berthing Priority dan Berthing Window untuk memberikan kepastian jadwal sandar kapal, mengurangi waiting time, serta mendukung reliability jadwal pelayaran.</p>
<p>Pendekatan tersebut secara bertahap dikembangkan pada terminal-terminal yang dikelola TTL seiring meningkatnya kebutuhan pelayanan pengguna jasa.</p>
<p>Transformasi tersebut memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kinerja terminal.</p>
<p>Salah satu indikatornya terlihat dari pertumbuhan arus peti kemas yang konsisten dalam lima tahun terakhir.</p>
<p>Arus peti kemas TTL meningkat dari 780.160 TEUs pada 2021 menjadi 2.187.964 TEUs pada 2025. Pertumbuhan semakin akseleratif dalam dua tahun terakhir, masing-masing mencapai 55,9% pada 2024 dan 64,6% pada 2025.</p>
<p>Peningkatan tersebut turut didukung oleh semakin kuatnya integrasi dalam pengelolaan terminal. TTL menerima serah operasi TPK Nilam pada 2024 dan TPK Berlian pada 2025, sehingga kini mengelola tiga terminal peti kemas yang semakin terintegrasi, yaitu TPK Teluk Lamong, TPK Nilam, dan TPK Berlian.</p>
<p>“Lima tahun pascamerger menjadi perjalanan penting bagi Terminal Teluk Lamong. Kami tidak hanya tumbuh dari sisi volume, tetapi juga terus membangun fondasi operasional yang semakin terintegrasi, produktif, dan berorientasi kepada pelanggan. Pertumbuhan throughput menjadi salah satu indikator bahwa integrasi dan transformasi yang dilakukan mampu menciptakan nilai yang semakin besar bagi pengguna jasa, perusahaan, dan Pelindo,” ujar David Pandapotan Sirait, Direktur Utama PT Terminal Teluk Lamong, di Surabaya, Rabu.</p>
<p>Sejalan dengan transformasi Pelindo, TTL juga terus memperkuat digitalisasi pelayanan terminal. Salah satu implementasinya adalah Terminal Booking System (TBS) yang diterapkan pada 2025 untuk mengoptimalkan pengaturan dan pemerataan kedatangan truk, meningkatkan handling capacity terminal, mengendalikan Truck Round Time (TRT), serta meningkatkan efisiensi proses haulage.</p>
<p>Digitalisasi operasional kemudian diperkuat melalui pengembangan sistem Integrated Planning &amp; Control untuk meningkatkan kualitas perencanaan dan pengendalian aktivitas terminal secara terintegrasi dan berbasis data.</p>
<p>Di sisi layanan pengguna jasa, TTL juga terus melakukan penyempurnaan pengaturan arus kendaraan dan fasilitas pendukung guna menciptakan proses operasional yang lebih tertib, aman, dan efisien.</p>
<p>Transformasi pelayanan kapal kemudian memasuki tahap berikutnya melalui implementasi EAZI (Express Anchorage Zone Service) pada 2026.</p>
<p>Program ini menjadi salah satu terobosan TTL bersama para pemangku kepentingan kepelabuhanan dalam mempercepat proses pelayanan kapal melalui optimalisasi area labuh.</p>
<p>Melalui EAZI, proses pelayanan kapal di area labuh dapat dilakukan lebih cepat sehingga memperpendek waktu pergantian antar kapal dan mendukung percepatan proses sandar serta kegiatan operasional berikutnya di terminal.</p>
<p>“Transformasi bagi kami bukan satu proyek besar yang berdiri sendiri, tetapi rangkaian continuous improvement. Mulai dari bagaimana kapal dapat sandar lebih cepat, bagaimana jadwal sandar menjadi lebih pasti, bagaimana truk masuk terminal lebih teratur, hingga bagaimana seluruh aktivitas terminal dapat direncanakan dan dikendalikan secara lebih terintegrasi. Semua bermuara pada satu tujuan, yaitu memberikan layanan yang lebih cepat, pasti, aman, dan efisien kepada pelanggan,” ujar David.</p>
<p><img decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-89152" src="https://oceanweek.co.id/wp-content/uploads/2026/07/IMG_20260717_201201.jpg" alt="" width="300" height="117" />Transformasi tersebut terus diarahkan untuk membangun ekosistem terminal yang semakin smart, green, and sustainable. Integrasi tiga terminal memberikan peluang bagi TTL untuk mengoptimalkan aset dan sumber daya, meningkatkan standardisasi proses, memperkuat produktivitas, serta membangun sinergi operasional yang lebih luas.</p>
<p>Di sisi lain, pemanfaatan teknologi digital terus dikembangkan untuk mendukung pengambilan keputusan berbasis data dan meningkatkan konektivitas antara terminal, pengguna jasa, shipping line, transporter, serta para mitra dalam ekosistem logistik.</p>
<p>Upaya tersebut berjalan beriringan dengan komitmen TTL terhadap efisiensi energi, pengurangan dampak lingkungan, keselamatan kerja, serta keberlanjutan operasional.</p>
<p>Pengembangan terminal tidak hanya diarahkan untuk mengejar kapasitas dan produktivitas, tetapi juga menciptakan layanan yang semakin efisien, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.</p>
<p>“Integrasi tiga terminal memberikan ruang yang semakin besar bagi kami untuk mengoptimalkan kapasitas, aset, dan sumber daya secara lebih efektif. Ke depan, transformasi TTL akan terus diarahkan menuju ekosistem terminal yang smart, green, dan sustainable, sekaligus tetap responsif terhadap kebutuhan pelanggan dan perkembangan industri logistik,” tambah David.</p>
<p>Memasuki fase berikutnya setelah lima tahun merger Pelindo, TTL berkomitmen untuk melanjutkan transformasi melalui penguatan integrasi tiga terminal, peningkatan produktivitas, digitalisasi, innovation-driven operation, serta pengembangan layanan yang semakin hijau dan berkelanjutan.</p>
<p>Dengan semangat “5 Tahun Bersatu, Bersama Kita Maju”, PT Terminal Teluk Lamong akan terus memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan konektivitas logistik, efisiensi rantai pasok, serta penguatan daya saing maritim Indonesia. (**)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://oceanweek.co.id/terminal-teluk-lamong-terus-berinovasi-bertransformasi-sebagai-bagian-ekosistem-pelindo/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>PSL &#8211; TPS Hadirkan Dua Container Scanner di Surabaya</title>
		<link>https://oceanweek.co.id/psl-tps-hadirkan-dua-container-scanner-di-surabaya/</link>
					<comments>https://oceanweek.co.id/psl-tps-hadirkan-dua-container-scanner-di-surabaya/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[oceanweek]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 29 Sep 2026 02:31:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Surabaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://oceanweek.co.id/?p=91209</guid>

					<description><![CDATA[PT Pelindo Sinergi Lokaseva (PSL) dan PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS), sebagai bagian dari entitas Pelindo Group, memperkuat sinergi dalam mendukung peningkatan keamanan, transparansi, serta integritas ekosistem kepelabuhanan melalui penyediaan dan pengoperasian layanan pemindai peti kemas (container scanner) di Terminal Petikemas Surabaya. Pemanfaatan teknologi pemindaian kontainer ini dirancang untuk mewujudkan proses pemeriksaan kepabeanan yang lebih [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>PT Pelindo Sinergi Lokaseva (PSL) dan PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS), sebagai bagian dari entitas Pelindo Group, memperkuat sinergi dalam mendukung peningkatan keamanan, transparansi, serta integritas ekosistem kepelabuhanan melalui penyediaan dan pengoperasian layanan pemindai peti kemas (container scanner) di Terminal Petikemas Surabaya.</p>
<p>Pemanfaatan teknologi pemindaian kontainer ini dirancang untuk mewujudkan proses pemeriksaan kepabeanan yang lebih modern, terintegrasi, dan efisien, sekaligus menjaga keamanan dan kelancaran arus logistik nasional.</p>
<p>Melalui penandatanganan kerja sama yang dilaksanakan pada Jumat (25/9), PT PSL menyediakan dua unit container scanner beserta sistem pendukungnya yang ditempatkan di Terminal Petikemas Surabaya untuk jalur impor dan jalur ekspor.</p>
<p>Selain penyediaan fisik alat, kolaborasi ini juga mencakup integrasi teknologi informasi, pemeliharaan peralatan, serta penyediaan petugas pendukung untuk memastikan keandalan operasional dan keamanan layanan.</p>
<p><img decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-90640" src="https://oceanweek.co.id/wp-content/uploads/2026/09/IMG_20260908_191323.jpg" alt="" width="246" height="104" />Kehadiran fasilitas ini secara langsung mendukung pelaksanaan pemeriksaan kontainer oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai serta memperkuat pengawasan terhadap arus barang impor maupun ekspor di kawasan pelabuhan.</p>
<p>Direktur Utama PT Pelindo Sinergi Lokaseva, Faruq Hidayat, menyampaikan bahwa implementasi teknologi pemindai peti kemas ini merupakan wujud nyata sinergi antar-entitas Pelindo Group dalam memperkuat kualitas layanan kepelabuhanan, transparansi, dan akuntabilitas proses pemeriksaan.</p>
<p>“Melalui kerja sama dengan TPS, kami berupaya menghadirkan dukungan teknologi pemindai yang terintegrasi dengan sistem dan tata kelola yang baik. Penerapan teknologi ini sejalan dengan arah transformasi Pelindo di bawah pengarahan Danatara dalam memperkuat digitalisasi, modernisasi fasilitas, keselamatan, serta kualitas pelayanan. Bagi kami, pengembangan fasilitas pendukung pelabuhan tidak hanya berorientasi pada aspek operasional, tetapi juga bagaimana menghadirkan layanan yang semakin transparan, akuntabel, dan memberikan nilai tambah bagi para Pemangku Kepentingan,” ujar Faruq.</p>
<p>Sementara itu, Direktur Utama PT Terminal Petikemas Surabaya, Ali Sodikin, menyampaikan bahwa kehadiran fasilitas container scanner merupakan bentuk dukungan TPS terhadap pelaksanaan tugas negara di bidang pengawasan kepabeanan, sekaligus memastikan arus logistik tetap berjalan lancar, aman, dan efisien.</p>
<p>“Sebagai operator terminal petikemas yang berada di kawasan pabean, TPS memiliki tanggung jawab untuk mendukung pelaksanaan pemeriksaan kepabeanan yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Kehadiran dua unit container scanner ini merupakan wujud komitmen kami dalam menyediakan fasilitas yang mendukung pengawasan yang lebih efektif, akurat, dan transparan, tanpa mengurangi kelancaran proses logistik di pelabuhan. Melalui sinergi dengan PSL, kami berharap layanan ini dapat meningkatkan keamanan rantai pasok, memperkuat kepercayaan para pengguna jasa, serta mendukung terwujudnya ekosistem pelabuhan yang modern, berintegritas, dan berdaya saing global,” tegas Ali.</p>
<p>Penyediaan dua alat pemindai peti kemas di TPS ini menambah deretan fasilitas pendukung pelabuhan modern yang dioperasikan PSL di berbagai pelabuhan strategis seperti Jakarta, Surabaya, Semarang, dan Medan. Melalui kolaborasi ini, PSL dan TPS terus berkomitmen memperkuat pengawasan di pelabuhan serta mendorong efisiensi rantai pasok nasional demi kemajuan ekonomi Indonesia. (**/fail)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://oceanweek.co.id/psl-tps-hadirkan-dua-container-scanner-di-surabaya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Nilam Tambah E-RTG, Alat Bongkar Muat Ramah Lingkungan</title>
		<link>https://oceanweek.co.id/nilam-tambah-e-rtg-alat-bongkar-muat-ramah-lingkungan/</link>
					<comments>https://oceanweek.co.id/nilam-tambah-e-rtg-alat-bongkar-muat-ramah-lingkungan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[oceanweek]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 22 Sep 2026 09:28:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Surabaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://oceanweek.co.id/?p=91044</guid>

					<description><![CDATA[Terminal Petikemas Nilam terus memperkuat kesiapan fasilitas dan peralatan bongkar muat guna mendukung peningkatan kapasitas dan keandalan layanan terminal. Upaya tersebut ditandai dengan penambahan 1 (satu) unit Electric Rubber Tyred Gantry Crane (E-RTG) yang akan mendukung kegiatan operasional di lapangan penumpukan Terminal Petikemas Nilam. Penambahan E-RTG merupakan bagian dari langkah modernisasi peralatan sekaligus penerapan teknologi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Terminal Petikemas Nilam terus memperkuat kesiapan fasilitas dan peralatan bongkar muat guna mendukung peningkatan kapasitas dan keandalan layanan terminal.</p>
<p>Upaya tersebut ditandai dengan penambahan 1 (satu) unit Electric Rubber Tyred Gantry Crane (E-RTG) yang akan mendukung kegiatan operasional di lapangan penumpukan Terminal Petikemas Nilam.</p>
<p>Penambahan E-RTG merupakan bagian dari langkah modernisasi peralatan sekaligus penerapan teknologi bongkar muat yang lebih ramah lingkungan dan efisien dibandingkan RTG konvensional.</p>
<p>Hingga Agustus 2026, Terminal Petikemas Nilam telah melayani arus petikemas sebesar 368.127 TEUs, dengan dukungan 4 unit Container Crane (CC), 8 unit Rubber Tyred Gantry Crane (RTG), dan 1 unit Reach Stacker (RS).</p>
<p>Kehadiran E-RTG baru diharapkan semakin meningkatkan kesiapan kapasitas peralatan untuk mendukung kelancaran arus petikemas di terminal.</p>
<p>Sebagai bagian dari persiapan pengoperasian, KSOP Utama Tanjung Perak melakukan peninjauan terhadap E-RTG di Terminal Petikemas Nilam pada Rabu (16/9) lalu.</p>
<p><img decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-89152" src="https://oceanweek.co.id/wp-content/uploads/2026/07/IMG_20260717_201201.jpg" alt="" width="300" height="117" />Peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan peralatan sebelum direncanakan mulai beroperasi pada Oktober 2026.</p>
<p>Dalam kegiatan tersebut, Sugeng Adi Prasetyo, Fungsional Umum pada Seksi Kepelabuhanan KSOP Utama Tanjung Perak, memberikan sejumlah masukan terkait aspek keselamatan, sertifikasi, sistem kelistrikan, serta kesiapan operasional peralatan.</p>
<p>“Seluruh kelengkapan dan aspek keselamatan perlu dipastikan sebelum alat mulai beroperasi, termasuk sertifikasi peralatan serta kesiapan sistem kelistrikan dan pendukung lainnya, sehingga E-RTG nantinya dapat digunakan secara aman dan optimal,” ujar Sugeng.</p>
<p>Dia juga menekankan pentingnya kesiapan prosedur mitigasi dan penanganan apabila terjadi gangguan teknis sehingga keberlangsungan operasional terminal tetap dapat terjaga.</p>
<p>Terminal Head Terminal Petikemas Nilam, Retno Pujianto, menyambut baik peninjauan dan masukan yang disampaikan KSOP Utama Tanjung Perak sebagai bagian dari proses memastikan kesiapan E-RTG sebelum dioperasikan.</p>
<p>“Penambahan E-RTG merupakan bagian dari upaya kami meningkatkan keandalan operasional sekaligus mendorong penggunaan peralatan yang lebih modern dan ramah lingkungan. Kami memastikan aspek keselamatan, sertifikasi, keandalan peralatan, sistem kelistrikan, serta kesiapan mitigasi telah menjadi perhatian utama sebelum alat ini mulai beroperasi,” ujar Retno.</p>
<p>Menurut Retno, kehadiran E-RTG diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan produktivitas dan kualitas pelayanan Terminal Petikemas Nilam, sekaligus mendukung transformasi operasional terminal menuju layanan yang semakin efisien dan berkelanjutan.</p>
<p>Melalui sinergi Terminal Petikemas Nilam, KSOP Utama Tanjung Perak, serta seluruh pemangku kepentingan kepelabuhanan, pengoperasian E-RTG diharapkan dapat semakin memperkuat kelancaran arus petikemas serta mendukung efisiensi rantai logistik nasional. (**)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://oceanweek.co.id/nilam-tambah-e-rtg-alat-bongkar-muat-ramah-lingkungan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mendukung Konektivitas Logistik Indonesia Timur, Terminal Teluk Lamong Berkolaborasi Dengan OOCL</title>
		<link>https://oceanweek.co.id/untuk-mendukung-konektivitas-logistik-indonesia-timur-terminal-teluk-lamong-berkolaborasi-dengan-oocl/</link>
					<comments>https://oceanweek.co.id/untuk-mendukung-konektivitas-logistik-indonesia-timur-terminal-teluk-lamong-berkolaborasi-dengan-oocl/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[oceanweek]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 21 Sep 2026 12:40:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Surabaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://oceanweek.co.id/?p=90999</guid>

					<description><![CDATA[PT Terminal Teluk Lamong (TTL) terus memperkuat kolaborasi dengan perusahaan pelayaran sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas layanan dan mendukung konektivitas logistik nasional. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kunjungan jajaran manajemen OOCL Shipping Lines ke PT Terminal Teluk Lamong, Surabaya, belum lama ini. Kunjungan tersebut dihadiri oleh Karen Lam, Regional Group General Manager ASNG; Aaron Chen, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>PT Terminal Teluk Lamong (TTL) terus memperkuat kolaborasi dengan perusahaan pelayaran sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas layanan dan mendukung konektivitas logistik nasional.</p>
<p>Komitmen tersebut diwujudkan melalui kunjungan jajaran manajemen OOCL Shipping Lines ke PT Terminal Teluk Lamong, Surabaya, belum lama ini.</p>
<p>Kunjungan tersebut dihadiri oleh Karen Lam, Regional Group General Manager ASNG; Aaron Chen, Regional General Manager Indonesia; serta Samsuar, Branch Manager Surabaya. Jajaran OOCL disambut langsung oleh Direktur Utama PT Terminal Teluk Lamong, David Pandapotan Sirait, bersama jajaran manajemen TTL.</p>
<p>Pertemuan berlangsung dalam suasana konstruktif dengan membahas perkembangan operasional dan layanan terminal, dinamika industri pelayaran dan logistik, serta peluang peningkatan kolaborasi untuk mendukung kebutuhan layanan OOCL di masa mendatang.</p>
<p><img decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-89152" src="https://oceanweek.co.id/wp-content/uploads/2026/07/IMG_20260717_201201.jpg" alt="" width="300" height="117" />“Pertemuan ini menjadi momentum penting bagi kami untuk bertukar perspektif sekaligus memperkuat komunikasi dengan OOCL. Bagi TTL, hubungan yang erat dengan shipping line merupakan fondasi penting dalam menghadirkan layanan yang semakin andal, responsif, dan sesuai dengan kebutuhan pengguna jasa,” ujar David Pandapotan Sirait, Direktur Utama PT Terminal Teluk Lamong.</p>
<p>David menambahkan bahwa TTL akan terus meningkatkan kapabilitas operasional, kualitas layanan, serta pemanfaatan teknologi untuk mendukung pertumbuhan arus perdagangan dan konektivitas logistik melalui Surabaya.</p>
<p>Dalam diskusi tersebut, Karen Lam menyampaikan pandangannya mengenai posisi strategis Surabaya dalam mendukung konektivitas logistik, khususnya untuk wilayah Indonesia Timur.</p>
<p>“Surabaya memiliki potensi untuk terus dikembangkan sebagai hub port bagi Indonesia Timur. Di tengah tantangan pengembangan di Jakarta dan Semarang, Surabaya dapat menjadi salah satu alternatif untuk memperkuat konektivitas dan jaringan logistik,” ujar Karen Lam, Regional Group General Manager ASNG, OOCL Shipping Lines.</p>
<p>Rangkaian kunjungan dilanjutkan dengan peninjauan ke Integrated Planning and Control Room (IP&amp;C) TPK Teluk Lamong. Melalui fasilitas tersebut, jajaran OOCL melihat secara langsung proses perencanaan, monitoring, dan pengendalian operasional terminal secara terintegrasi dan real time.</p>
<p>“Kami terkesan dengan Integrated Planning and Control Room TTL yang memungkinkan operasional dipantau secara real time, termasuk bagaimana Automated Stacking Crane (ASC) beroperasi di lapangan,” tambah Karen.</p>
<p>Penerapan sistem perencanaan dan pengendalian terintegrasi tersebut menjadi bagian dari transformasi operasional TTL dalam meningkatkan efektivitas pengelolaan terminal, menjaga kelancaran kegiatan bongkar muat, serta memberikan visibilitas yang lebih baik terhadap proses pelayanan.</p>
<p>Bagi TTL, kunjungan OOCL tidak hanya menjadi sarana mempererat hubungan dengan pengguna jasa, tetapi juga membuka ruang diskusi mengenai peluang pengembangan layanan dan konektivitas yang dapat memberikan nilai tambah bagi kedua belah pihak.</p>
<p>Ke depan, TTL akan terus memperkuat sinergi dengan para shipping line dan pengguna jasa melalui peningkatan kualitas pelayanan, pengembangan kapabilitas operasional, serta pemanfaatan teknologi. Langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen TTL untuk menghadirkan terminal yang andal, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan pelanggan, sekaligus berkontribusi terhadap penguatan konektivitas perdagangan nasional dan Indonesia Timur. (**)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://oceanweek.co.id/untuk-mendukung-konektivitas-logistik-indonesia-timur-terminal-teluk-lamong-berkolaborasi-dengan-oocl/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>TPS Surabaya Berhasil Mengkonversi Kendaraan Berbahan Bakar Fosil ke Listrik</title>
		<link>https://oceanweek.co.id/tps-surabaya-berhasil-mengkonversi-kendaraan-berbahan-bakar-fosil-ke-listrik/</link>
					<comments>https://oceanweek.co.id/tps-surabaya-berhasil-mengkonversi-kendaraan-berbahan-bakar-fosil-ke-listrik/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[oceanweek]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 20 Sep 2026 13:42:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Surabaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://oceanweek.co.id/?p=90972</guid>

					<description><![CDATA[PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) terus memperkuat komitmennya terhadap operasional pelabuhan yang efisien dan berkelanjutan melalui konversi kendaraan operasional berbahan bakar fosil menjadi kendaraan tenaga listrik. Hingga saat ini, sebanyak 25 unit kendaraan operasional di lingkungan TPS telah berhasil dikonversi menjadi kendaraan listrik sebagai bagian dari transformasi perusahaan menuju penggunaan energi yang lebih ramah lingkungan. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) terus memperkuat komitmennya terhadap operasional pelabuhan yang efisien dan berkelanjutan melalui konversi kendaraan operasional berbahan bakar fosil menjadi kendaraan tenaga listrik.</p>
<p>Hingga saat ini, sebanyak 25 unit kendaraan operasional di lingkungan TPS telah berhasil dikonversi menjadi kendaraan listrik sebagai bagian dari transformasi perusahaan menuju penggunaan energi yang lebih ramah lingkungan.</p>
<p>Inisiatif ini tidak hanya memberikan manfaat dari sisi lingkungan, tetapi juga meningkatkan efisiensi operasional perusahaan.</p>
<p><img decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-90640" src="https://oceanweek.co.id/wp-content/uploads/2026/09/IMG_20260908_191323.jpg" alt="" width="246" height="104" />Berdasarkan hasil evaluasi, penggunaan kendaraan listrik tersebut mampu menghasilkan efisiensi biaya operasional hingga 60 persen dibandingkan penggunaan kendaraan berbahan bakar konvensional.</p>
<p>Upaya konversi kendaraan operasional ini melengkapi langkah TPS dalam menerapkan teknologi dan peralatan berbasis energi listrik di area terminal.</p>
<p>Saat ini, seluruh alat bongkar muat yang terdiri dari 11 unit Container Crane (CC) dan 36 unit Rubber Tyred Gantry (RTG) yang beroperasi di TPS juga telah menggunakan energi listrik, sehingga semakin memperkuat komitmen perusahaan dalam mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.</p>
<p>Dari perspektif Environmental, Social, and Governance (ESG), penggunaan kendaraan listrik dan peralatan operasional berbasis energi listrik berkontribusi terhadap pengurangan emisi karbon yang dihasilkan dari aktivitas operasional terminal.</p>
<p>Langkah ini sejalan dengan upaya TPS dalam mendukung agenda dekarbonisasi sektor logistik dan kepelabuhanan serta pencapaian target pembangunan berkelanjutan.</p>
<p>Direktur Utama TPS, Ali Sodikin, mengatakan bahwa transformasi penggunaan energi listrik merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk menciptakan operasional terminal yang lebih efisien, modern dan berwawasan lingkungan.</p>
<p>&#8220;TPS secara konsisten menjalankan berbagai inisiatif yang mendukung prinsip Environmental, Social and Governance (ESG). Konversi 25 unit kendaraan operasional menjadi tenaga listrik merupakan salah satu langkah konkret yang kami lakukan untuk meningkatkan efisiensi operasional sekaligus mengurangi dampak lingkungan. Selain mampu menekan biaya operasional hingga 60 persen, penggunaan kendaraan listrik ini juga berkontribusi pada pengurangan emisi karbon. Inisiatif tersebut melengkapi pemanfaatan 11 unit CC dan 36 unit RTG yang telah menggunakan energi listrik, sebagai bagian dari perjalanan TPS menuju operasional pelabuhan yang lebih hijau dan berkelanjutan,&#8221; ujar Also, panggilan akrabnya.</p>
<p>Sebagai gerbang logistik nasional, TPS meyakini bahwa penerapan teknologi rendah emisi merupakan investasi jangka panjang yang tidak hanya memberikan manfaat ekonomi bagi perusahaan, tetapi juga menciptakan nilai tambah bagi pelanggan, pemegang saham, masyarakat, dan lingkungan.</p>
<p>Ke depan, TPS akan terus mengembangkan berbagai program efisiensi energi dan pengurangan emisi guna mendukung terciptanya pelabuhan yang lebih ramah lingkungan, produktif dan berdaya saing global. (**/fail)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://oceanweek.co.id/tps-surabaya-berhasil-mengkonversi-kendaraan-berbahan-bakar-fosil-ke-listrik/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sosialisasikan Layanan Alat Pemindai Petikemas, Pelindo Memperkuat Aspek Keamanan</title>
		<link>https://oceanweek.co.id/sosialisasikan-layanan-alat-pemindai-petikemas-pelindo-memperkuat-aspek-keamanan/</link>
					<comments>https://oceanweek.co.id/sosialisasikan-layanan-alat-pemindai-petikemas-pelindo-memperkuat-aspek-keamanan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[oceanweek]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 19 Sep 2026 01:56:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Surabaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://oceanweek.co.id/?p=90948</guid>

					<description><![CDATA[Pelindo menyelenggarakan rangkaian sosialisasi penerapan layanan tambahan berupa alat pemindai petikemas kepada Pelanggan yang merupakan anggota Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia (GINSI) Jawa Timur, Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA) Jawa Timur, serta Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) Jawa Timur. Kegiatan sosialisasi dilaksanakan secara bertahap di Ruang Toba, Terminal Petikemas Surabaya, masing-masing pada 10 September [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Pelindo menyelenggarakan rangkaian sosialisasi penerapan layanan tambahan berupa alat pemindai petikemas kepada Pelanggan yang merupakan anggota Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia (GINSI) Jawa Timur, Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA) Jawa Timur, serta Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) Jawa Timur.</p>
<p>Kegiatan sosialisasi dilaksanakan secara bertahap di Ruang Toba, Terminal Petikemas Surabaya, masing-masing pada 10 September 2026 untuk GINSI, 15 September 2026 untuk ALFI/ILFA, dan 16 September 2026 untuk GPEI, dengan tujuan memberikan pemahaman terkait mekanisme layanan pemindaian petikemas yang akan mendukung kelancaran proses pemeriksaan barang di kawasan pelabuhan.</p>
<p>Penerapan layanan alat pemindai petikemas merupakan bentuk dukungan Pelindo terhadap pelaksanaan tugas dan tanggung jawab negara melalui Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dalam memastikan keamanan komoditas yang didistribusikan melalui pelabuhan, baik untuk kegiatan impor maupun ekspor.</p>
<p>Pemanfaatan teknologi pemindaian diharapkan dapat mendukung proses pengawasan yang lebih efektif sekaligus menjaga kelancaran arus logistik nasional.</p>
<p>Kegiatan sosialisasi turut dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan dalam ekosistem logistik dan kepelabuhanan, termasuk pengurus dan anggota GINSI Jawa Timur, ALFI/ILFA Jawa Timur, serta GPEI Jawa Timur, Kantor Bea Cukai Tanjung Perak, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Utama Tanjung Perak, serta Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Jawa Timur.</p>
<p>Kehadiran seluruh pihak tersebut diharapkan dapat memperkuat pemahaman bersama terkait pelaksanaan layanan pemindaian petikemas serta peran masing-masing dalam mendukung keamanan dan kelancaran rantai logistik nasional.</p>
<p>Dalam sosialisasi tersebut disampaikan prosedur operasional layanan alat pemindai petikemas beserta simulasi pelaksanaannya yang melibatkan koordinasi dengan Bea Cukai. Melalui sesi diskusi dan tanya jawab, peserta memperoleh kesempatan untuk memahami tata cara layanan sekaligus memberikan masukan guna mendukung implementasi yang efektif di lapangan.</p>
<p>Sub Regional Head Jawa PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3, Purwanto Wahyu Widodo, menyampaikan bahwa penerapan layanan alat pemindai petikemas tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan kualitas layanan di pelabuhan, tetapi juga menjadi bagian dari dukungan terhadap pelaksanaan fungsi pengawasan dan pengamanan barang yang keluar dan masuk melalui pelabuhan.</p>
<p>&#8220;Melalui layanan ini, kami ingin mendukung upaya pemerintah, khususnya Bea Cukai, dalam memastikan keamanan komoditas yang didistribusikan melalui pelabuhan. Sosialisasi ini penting agar seluruh pengguna jasa memahami mekanisme layanan yang diterapkan sehingga pelaksanaannya dapat berjalan efektif, mendukung pengawasan, sekaligus menjaga kelancaran rantai pasok nasional,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Layanan alat pemindai petikemas diharapkan dapat memperkuat aspek keamanan pemeriksaan petikemas melalui pemanfaatan teknologi, sekaligus mendukung proses pelayanan yang lebih efektif dan efisien. Dengan adanya pemahaman yang baik dari seluruh pengguna jasa, implementasi layanan ini diharapkan mampu mendukung terciptanya sistem logistik yang aman, andal, dan berdaya saing. (**/fail)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://oceanweek.co.id/sosialisasikan-layanan-alat-pemindai-petikemas-pelindo-memperkuat-aspek-keamanan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
