<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Makasar &#8211; Ocean Week</title>
	<atom:link href="https://oceanweek.co.id/category/makasar/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://oceanweek.co.id</link>
	<description>Portal Berita Maritim Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Tue, 22 Sep 2026 03:32:53 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.1.10</generator>

<image>
	<url>https://oceanweek.co.id/wp-content/uploads/2018/07/cropped-fav-32x32.png</url>
	<title>Makasar &#8211; Ocean Week</title>
	<link>https://oceanweek.co.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Arus Petikemas di Pelindo Regional 4 Tumbuh Lumayan</title>
		<link>https://oceanweek.co.id/arus-petikemas-di-pelindo-regional4-tumbuh-lumayan/</link>
					<comments>https://oceanweek.co.id/arus-petikemas-di-pelindo-regional4-tumbuh-lumayan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[oceanweek]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 22 Sep 2026 00:08:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Makasar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://oceanweek.co.id/?p=91003</guid>

					<description><![CDATA[Arus Petikemas sejumlah terminal petikemas di wilayah PT Pelindo Regional 4 mengalami kenaikan. Di Jayapura, di Makassar New Port (MNP) dan Pelabuhan Parepare (keduanya di Sulawesi Selatan) tumbuh dibandingkan tahun sebelumnya. Di Jayapura misalnya, pada tahun ini hingga Agustus sudah mencapai 62.273 TEUs meningkat 11,2 % dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang mencapai 56.008 [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Arus Petikemas sejumlah terminal petikemas di wilayah PT Pelindo Regional 4 mengalami kenaikan. Di Jayapura, di Makassar New Port (MNP) dan Pelabuhan Parepare (keduanya di Sulawesi Selatan) tumbuh dibandingkan tahun sebelumnya.</p>
<p>Di Jayapura misalnya, pada tahun ini hingga Agustus sudah mencapai 62.273 TEUs meningkat 11,2 % dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang mencapai 56.008 TEUs.</p>
<p>Sedangkan di Parepare mencapai 8.190 TEUs hingga Agustus 2026. Sementara di MNP tercatat 317.219 TEUs, tumbuh 24,2% jika dibandingkan periode Januari &#8211; Agustus 2025 yang hanya sebesar 255.378 TEUs.</p>
<p>General Manager Pelindo Regional 4 Jayapura Ramdan Affan Kiai Demak di Jayapura, mengatakan pertumbuhan juga terlihat pada arus barang non petikemas di mana hingga Agustus 2026, volume mencapai 132.618 ton, atau meningkat 101,3 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 sebesar 65.879 ton.</p>
<p>&#8220;Peningkatan tersebut sejalan dengan bertambahnya aktivitas bongkar muat <em>general cargo</em> di Pelabuhan Jayapura,&#8221; katanya dikutip dari Antara.</p>
<p>Menurut Ramdan, dari data tersebut juga tercantum dalam publikasi resmi Pelindo mengenai kinerja Regional 4 hingga Agustus 2026.</p>
<p>&#8220;Di mana pertumbuhan tersebut menunjukkan semakin pentingnya peran Pelabuhan Jayapura dalam menjaga konektivitas dan kelancaran distribusi logistik di Papua,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Dia menjelaskan pertumbuhan arus peti kemas dan barang menjadi indikator bahwa aktivitas logistik di Papua terus bergerak yang mana terpenting adalah memastikan pertumbuhan tersebut diikuti dengan peningkatan kualitas layanan, keandalan operasional, serta pelayanan yang aman dan berkelanjutan.</p>
<p>&#8220;Oleh sebab itu kami terus memperkuat konektivitas Papua agar pelabuhan Jayapura tidak hanya berfungsi sebagai simpul bongkar muat, tetapi juga menjadi bagian dari rantai pasok yang menghubungkan Papua dengan berbagai wilayah di Indonesia,&#8221; katanya lagi.</p>
<p>Dia menambahkan karena itu peningkatan aktivitas pelabuhan perlu diikuti dengan penguatan kualitas layanan dan keandalan operasional.</p>
<p>“Kami terus berupaya menjaga pelayanan agar distribusi logistik dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi masyarakat serta pelaku usaha,” ungkapnya.</p>
<p><strong>Di Sulawesi Selatan </strong></p>
<p>Executive Director 4 Pelindo Regional 4 Abdul Azis menyampaikan bahwa arus peti kemas di Makassar New Port (MNP) dan Pelabuhan Parepare berhasil mencatatkan pertumbuhan.</p>
<figure id="attachment_91006" aria-describedby="caption-attachment-91006" style="width: 300px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-medium wp-image-91006" src="https://oceanweek.co.id/wp-content/uploads/2026/09/IMG_20260922_070501-300x171.jpg" alt="" width="300" height="171" srcset="https://oceanweek.co.id/wp-content/uploads/2026/09/IMG_20260922_070501-300x171.jpg 300w, https://oceanweek.co.id/wp-content/uploads/2026/09/IMG_20260922_070501.jpg 331w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /><figcaption id="caption-attachment-91006" class="wp-caption-text">Makassar New Port. (ist)</figcaption></figure>
<p>Dalam keterangan resminya, Azis mengatakan pertumbuhan arus peti kemas di MNP menjadi yang tertinggi dibandingkan sejumlah pelabuhan lainnya di bawah Pelindo Regional 4.</p>
<p>MNP mencatatkan sebanyak 317.219 TEUs, tumbuh 24,2% jika dibandingkan periode Januari &#8211; Agustus 2025 yang hanya sebesar 255.378 TEUs.</p>
<p>Menurut Azis, pertumbuhan tersebut dipengaruhi peningkatan muatan hasil pertanian dan komoditas nikel yang melalui MNP.</p>
<p>Pertumbuhan trafik, ujarnya, menunjukkan aktivitas pelabuhan di kawasan timur Indonesia tetap terjaga di tengah dinamika perdagangan dan distribusi barang.</p>
<p>&#8220;Pertumbuhan trafik kapal, peti kemas, dan penumpang hingga Agustus 2026 mencerminkan peran pelabuhan yang terus menguat dalam mendukung konektivitas serta mobilitas masyarakat dan barang di wilayah kerja Regional 4,&#8221; kata Azis.</p>
<p>Sementara itu arus peti kemas di Pelabuhan Parepare tumbuh 16,3% secara tahunan sepanjang Januari &#8211; Agustus 2026.</p>
<p>Kenaikan tersebut salah satunya ditopang tambahan layanan peti kemas untuk kegiatan muat beras.</p>
<p>Pelindo mencatat arus peti kemas di Pelabuhan Parepare mencapai 8.190 TEUs hingga Agustus 2026, dibandingkan tahun sebelumnya periode sama yang hanya tercapai 7.040 TEUs.</p>
<p>Kata Division Head Operasi Pelindo Regional 4 Yusida M. Palesang bahwa pertumbuhan trafik tersebut sejalan dengan tambahan layanan peti kemas dari PT Meratus untuk kegiatan muat beras serta bongkar barang kebutuhan masyarakat.</p>
<p>&#8220;Pertumbuhan trafik di setiap cabang dipengaruhi karakteristik dan potensi komoditas masing-masing wilayah,&#8221; katanya.</p>
<p>Selain MNP dan Parepare, pertumbuhan juga terjadi di Pelabuhan Kendari sebesar 15,7%, Jayapura 11,2%, dan Merauke 10,6%.</p>
<p>&#8220;Secara keseluruhan, arus peti kemas Pelindo Regional 4 mencapai 1,70 juta TEUs hingga Agustus 2026. Angka itu naik 3,9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 1,64 juta TEUs,&#8221; kata Azis. (***)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://oceanweek.co.id/arus-petikemas-di-pelindo-regional4-tumbuh-lumayan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Arus Petikemas Pelindo 4 Capai 1,70 Juta TEUs, Penumpang 6,02 Juta Orang</title>
		<link>https://oceanweek.co.id/arus-petikemas-pelindo-4-capai-170-juta-teus-penumpang-602-juta-orang/</link>
					<comments>https://oceanweek.co.id/arus-petikemas-pelindo-4-capai-170-juta-teus-penumpang-602-juta-orang/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[oceanweek]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 18 Sep 2026 01:04:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Makasar]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://oceanweek.co.id/?p=90913</guid>

					<description><![CDATA[PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 mencatatkan pertumbuhan pada sejumlah indikator operasional sepanjang Januari hingga Agustus 2026. Arus penumpang menjadi salah satu penopang utama dengan kenaikan 12,9% secara tahunan, dari 5,33 juta orang menjadi 6,02 juta orang. Kinerja positif juga terlihat pada trafik kapal berdasarkan gross tonnage (GT) yang tumbuh 5,3% menjadi 294,82 juta GT [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 mencatatkan pertumbuhan pada sejumlah indikator operasional sepanjang Januari hingga Agustus 2026. Arus penumpang menjadi salah satu penopang utama dengan kenaikan 12,9% secara tahunan, dari 5,33 juta orang menjadi 6,02 juta orang.</p>
<p>Kinerja positif juga terlihat pada trafik kapal berdasarkan gross tonnage (GT) yang tumbuh 5,3% menjadi 294,82 juta GT dibandingkan dengan 279,99 juta GT pada periode yang sama tahun lalu. Dari sisi kunjungan, trafik kapal meningkat 2,4% dari 78.172 unit menjadi 80.023 unit.</p>
<p>Sementara itu, arus peti kemas tumbuh 3,9% menjadi 1,70 juta TEUs dari sebelumnya 1,64 juta TEUs. Jika dihitung berdasarkan satuan boks, arus peti kemas naik 3,7% dari 1,38 juta boks menjadi 1,43 juta boks.</p>
<p>Executive Director 4 Pelindo Regional 4 Abdul Azis mengatakan pertumbuhan tersebut menunjukkan aktivitas pelabuhan di kawasan timur Indonesia tetap terjaga di tengah dinamika kegiatan perdagangan dan distribusi barang.</p>
<p>“Pertumbuhan trafik kapal, peti kemas, dan penumpang hingga Agustus 2026 mencerminkan peran pelabuhan yang terus menguat dalam mendukung konektivitas serta mobilitas masyarakat dan barang di wilayah kerja Regional 4,” kata Abdul Azis.</p>
<p>Menurut dia, Pelindo Regional 4 terus menjaga keandalan layanan melalui penguatan koordinasi operasional, pemanfaatan fasilitas secara optimal, serta peningkatan kualitas pelayanan kepada pengguna jasa.</p>
<p>Capaian ini sejalan dengan agenda strategis Danantara Indonesia dalam mendorong penguatan konsistensi layanan dan keandalan operasional guna menjaga kelancaran arus logistik serta aktivitas perdagangan nasional.</p>
<p>“Setiap cabang memiliki karakteristik dan potensi komoditas yang berbeda. Karena itu, kami terus mendorong cabang agar responsif terhadap kebutuhan pengguna jasa dan mampu menangkap peluang pertumbuhan trafik di wilayah masing-masing,” ujarnya.</p>
<p><strong>Lima Besar</strong></p>
<p>Berdasarkan pertumbuhan gross tonnage secara tahunan, lima pelabuhan dengan kinerja tertinggi sepanjang Januari hingga Agustus 2026 adalah Pelabuhan Ternate, tumbuh sebesar 302,3% dari 3,68 juta GT menjadi 14,79 juta GT.</p>
<p>Pertumbuhan terutama dipengaruhi penambahan pencatatan arus kegiatan Lawui oleh PT Jasa Armada Indonesia (JAI) Tbk, anak usaha Pelindo, yang sebelumnya belum tercatat di Regional 4.</p>
<p>Kemudian Pelabuhan Pantoloan, tumbuh 20% dari 3,94 juta GT menjadi 4,72 juta GT, seiring meningkatnya kegiatan kapal penumpang dan kapal tongkang di terminal untuk kepentingan sendiri atau TUKS.</p>
<p>Lalu Pelabuhan Samarinda, tumbuh 14,1% dari 32,60 juta GT menjadi 37,21 juta GT. Kenaikan ditopang peningkatan kegiatan kapal di lokasi Muara Pegah.</p>
<p>Selain itu, Manajemen Pelindo Regional 4 juga mencatat Pelabuhan Merauke tumbuh 12,4% dari 1,07 juta GT menjadi 1,21 juta GT. Pelabuhan Bontang tumbuh 10,4% dari 21,82 juta GT menjadi 24,08 juta GT, didorong peningkatan kegiatan kapal curah kering di TUKS.</p>
<p><strong>Pertumbuhan Peti Kemas</strong></p>
<p>Pada trafik peti kemas berdasarkan TEUs, lima pelabuhan dengan pertumbuhan tertinggi adalah TPK New Makassar 2 atau yang juga dikenal dengan Makassar New Port (MNP), tumbuh 24,2% dari 255.378 TEUs menjadi 317.219 TEUs.</p>
<p>Peningkatan dipengaruhi pertumbuhan muatan hasil pertanian dan komoditas nikel.</p>
<p>Pelabuhan Parepare juga tercatat tumbuh sebesar 16,3% dari 7.040 TEUs menjadi 8.190 TEUs, sejalan dengan tambahan layanan peti kemas PT Meratus untuk kegiatan muat beras dan bongkar barang kebutuhan masyarakat.</p>
<p>Kemudian Pelabuhan Kendari tumbuh 15,7% dari 94.674 TEUs menjadi 109.504 TEUs. Kinerja tersebut ditopang peningkatan trafik dari Pelayaran Tanto.</p>
<p>Sementara itu, Pelabuhan Jayapura juga tercatat bertumbuh 11,2% dari 56.008 TEUs menjadi 62.273 TEUs, didorong peningkatan trafik pelayaran SPIL.</p>
<p>Pelabuhan Merauke tumbuh 10,6% dari 33.653 TEUs menjadi 37.237 TEUs. Di mana pertumbuhan itu didukung aktivitas proyek strategis nasional di Provinsi Papua Selatan.</p>
<p>Sedangkan untuk barang nonpetikemas dalam satuan ton, pertumbuhan tertinggi tercatat di Pelabuhan Manado yang tumbuh 171,2% dari 53.660 ton menjadi 145.532 ton, terutama karena peningkatan pengiriman barang menuju Halmahera.</p>
<p>Pelabuhan Jayapura juga bertumbuh 101,3% dari 65.879 ton menjadi 132.618 ton, seiring meningkatnya kegiatan bongkar muat general cargo.</p>
<p>Lalu Pelabuhan Samarinda tumbuh 93,4% dari 133.779 ton menjadi 258.755 ton. Peningkatan berasal dari kegiatan general cargo dan curah kering batu bara di lokasi TCM.</p>
<p>Pelabuhan Parepare tumbuh 28% dari sekitar 599.698 ton menjadi 767.331 ton, didorong kegiatan muat clinker dan limestone serta bongkar batu bara.</p>
<p>Sementara Pelabuhan Makassar tumbuh 4,6% dari 2,65 juta ton menjadi 2,77 juta ton. Kenaikan ditopang kegiatan curah kering PT Eastern Pearl Flour Mills (EPFM) dan bag cargo semen.</p>
<p>Pada trafik penumpang, lima cabang yang membukukan pertumbuhan tertinggi yaitu Pelabuhan Kendari yang tumbuh 34,5% dari 367.326 orang menjadi 494.119 orang. Peningkatan ditopang tambahan kunjungan kapal yang melayani rute baru, termasuk layanan menuju Konawe Kepulauan.</p>
<p>Lalu Pelabuhan Ambon, tumbuh 18,9% dari 673.313 orang menjadi 800.837 orang, dipengaruhi peningkatan penumpang kapal Pelni dan kapal perintis di Pelabuhan Slamet Riyadi, termasuk pada periode Natal dan Tahun Baru.</p>
<p>Kemudian Pelabuhan Parepare tumbuh 17,8% dari 572.176 orang menjadi 674.060 orang, didorong meningkatnya mobilitas penumpang pada masa angkutan Lebaran. Juga Pelabuhan Balikpapan, tumbuh 12,6% dari 579.719 orang menjadi 652.898 orang, terutama karena peningkatan penumpang selama periode mudik Lebaran.</p>
<p>Pelabuhan Makassar juga tercatat tumbuh 9,8% dari 673.512 orang menjadi 739.788 orang, seiring meningkatnya penumpang kapal Pelni dan kapal Dharma Lautan Utama.</p>
<p>Division Head Operasi Pelindo Regional 4, Yusida M. Palesang mengatakan, pertumbuhan pada sejumlah cabang dipengaruhi pembukaan rute, tambahan layanan pelayaran, meningkatnya aktivitas komoditas unggulan, serta mobilitas masyarakat selama periode hari besar keagamaan.</p>
<p>“Penguatan trafik terjadi dengan pendorong yang berbeda di setiap pelabuhan. Ada cabang yang tumbuh karena tambahan layanan peti kemas, peningkatan kegiatan batu bara dan general cargo, serta pembukaan rute penumpang baru,” kata Yusida.</p>
<p>Dia menambahkan, perseroan tetap mencermati beberapa indikator yang belum mencapai sasaran, khususnya trafik barang nonpetikemas dan aktivitas peti kemas pada cabang tertentu.</p>
<p>“Kami terus berkoordinasi dengan pengguna jasa, perusahaan pelayaran, dan pemangku kepentingan daerah untuk mengoptimalkan potensi muatan serta menjaga kelancaran pelayanan kapal dan barang hingga akhir tahun,” ucap Yusida. (***)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://oceanweek.co.id/arus-petikemas-pelindo-4-capai-170-juta-teus-penumpang-602-juta-orang/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pelindo Marine Latih 73 Nakhoda Kapal Tunda</title>
		<link>https://oceanweek.co.id/pelindo-marine-latih-73-nakhoda-kapal-tunda/</link>
					<comments>https://oceanweek.co.id/pelindo-marine-latih-73-nakhoda-kapal-tunda/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[oceanweek]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 11 Sep 2026 22:22:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Makasar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://oceanweek.co.id/?p=90744</guid>

					<description><![CDATA[PT Pelindo Marine Service (Pelindo Marine) memperkuat budaya keselamatan dan keandalan operasional melalui peningkatan kompetensi kepemimpinan 73 nakhoda kapal tunda dari Regional 1, 3 dan 4. &#8220;Penguatan kompetensi tersebut dilakukan melalui program &#8216;In House Training (IHT) bertajuk Leadership Program for Captain: Navigate to Excellence&#8217; yang dilaksanakan di Surabaya, Makassar, dan Belawan,&#8221; kata Direktur Keuangan, SDM, dan Manajemen [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>PT Pelindo Marine Service (Pelindo Marine) memperkuat budaya keselamatan dan keandalan operasional melalui peningkatan kompetensi kepemimpinan 73 nakhoda kapal tunda dari Regional 1, 3 dan 4.</p>
<p>&#8220;Penguatan kompetensi tersebut dilakukan melalui program<em> &#8216;In House Training (IHT) bertajuk Leadership Program for Captain: Navigate to Excellence&#8217; </em>yang dilaksanakan di Surabaya, Makassar, dan Belawan,&#8221; kata Direktur Keuangan, SDM, dan Manajemen Risiko Pelindo Marine Lia Indi Agustiana dalam keterangan persnya di Makassar, Jumat.</p>
<p>Dikutip dari Antara, Lia mengatakan bahwa pelatihan difokuskan pada peningkatan kemampuan kepemimpinan nakhoda di atas kapal sebagai bagian dari upaya membangun <em>safety culture</em> atau budaya keselamatan sekaligus mendukung keandalan operasional perusahaan.</p>
<p>Dalam pelaksanaan program, Pelindo Marine menghadirkan narasumber dari kalangan praktisi, manajemen, dan regulator untuk memperkaya wawasan para peserta. Materi pelatihan disusun berdasarkan kebutuhan di lapangan yang dipetakan melalui survei terhadap pelaksanaan program IHT sebelumnya.</p>
<p><img decoding="async" class="alignnone size-medium wp-image-86079" src="https://oceanweek.co.id/wp-content/uploads/2026/03/JAI-NEW-LOGO-COLOR-2022-PNG-300x89.jpg" alt="" width="300" height="89" srcset="https://oceanweek.co.id/wp-content/uploads/2026/03/JAI-NEW-LOGO-COLOR-2022-PNG-300x89.jpg 300w, https://oceanweek.co.id/wp-content/uploads/2026/03/JAI-NEW-LOGO-COLOR-2022-PNG-1024x302.jpg 1024w, https://oceanweek.co.id/wp-content/uploads/2026/03/JAI-NEW-LOGO-COLOR-2022-PNG-768x227.jpg 768w, https://oceanweek.co.id/wp-content/uploads/2026/03/JAI-NEW-LOGO-COLOR-2022-PNG-1536x454.jpg 1536w, https://oceanweek.co.id/wp-content/uploads/2026/03/JAI-NEW-LOGO-COLOR-2022-PNG-2048x605.jpg 2048w, https://oceanweek.co.id/wp-content/uploads/2026/03/JAI-NEW-LOGO-COLOR-2022-PNG-750x221.jpg 750w, https://oceanweek.co.id/wp-content/uploads/2026/03/JAI-NEW-LOGO-COLOR-2022-PNG-1140x337.jpg 1140w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" />Pendekatan tersebut dilakukan agar pengembangan kompetensi kepemimpinan para nakhoda lebih tepat sasaran dan relevan dengan berbagai tantangan yang dihadapi dalam operasional kapal.</p>
<p>Pada pelaksanaan IHT tersebut, Pelindo Marine menghadirkan Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Utama Tanjung Perak, Agustinus Maun yang memberikan perspektif mengenai peran strategis nakhoda dalam membangun budaya keselamatan di atas kapal.</p>
<p>&#8220;Nakhoda sebagai pemimpin menentukan arah. Sikap nakhoda menentukan keselamatan, baik jiwa, aset, maupun barang, bukan hanya ucapan dan teori, tetapi wajib dijalankan sesuai peraturan yang berlaku karena menjadi bagian penting dalam mewujudkan keselamatan pelayaran,&#8221; ujar Agustinus.</p>
<p>Program IHT bagi pelaut telah dilaksanakan secara konsisten selama tiga tahun dan mendapat respons positif dari para peserta.</p>
<p>Program tersebut memberikan ruang bagi para nakhoda untuk mengembangkan kemampuan kepemimpinan, sekaligus menjadi bagian dari komitmen Pelindo Marine dalam membangun SDM maritim yang kompeten, profesional, dan berorientasi pada keselamatan.</p>
<p>Sementara itu, Nakhoda KT. Hang Tuah IV Abdul Rahman Ali menilai materi mengenai teknik pemberian <i>feedback</i> konstruktif, coaching, dan empowering tim memberikan bekal penting untuk membangun komunikasi yang lebih efektif serta meningkatkan kinerja kru.</p>
<p>Menurut dia, materi tersebut membantu nakhoda membangun komunikasi yang lebih baik dengan kru dan menciptakan kerja sama tim yang lebih solid dalam mendukung operasional kapal.</p>
<p>Pelindo Marine menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kompetensi dan profesionalisme para pelaut, khususnya nakhoda sebagai pemimpin utama di atas kapal, melalui penyelenggaraan pelatihan yang berkelanjutan.</p>
<p>PT Pelindo Marine Service merupakan bagian dari grup usaha BUMN Pelabuhan Indonesia yang bergerak di bidang pelayanan jasa kapal, antara lain jasa penundaan kapal di pelabuhan, operasional kapal pandu, jasa kapal <i>tug-assist</i> untuk operasional <i>offshore</i>, perbaikan kapal, dan keagenan kapal. (**/ant)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://oceanweek.co.id/pelindo-marine-latih-73-nakhoda-kapal-tunda/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pelindo–Australia Jajaki Kerja Sama Maritim</title>
		<link>https://oceanweek.co.id/pelindo-australia-jajaki-kerja-sama-maritim/</link>
					<comments>https://oceanweek.co.id/pelindo-australia-jajaki-kerja-sama-maritim/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[oceanweek]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 01 Sep 2026 13:10:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Makasar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://oceanweek.co.id/?p=90424</guid>

					<description><![CDATA[Konsulat Jenderal Australia di Makassar menjajaki peluang kerja sama maritim dan penguatan konektivitas logistik dengan PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo, khususnya untuk mendukung pengembangan aktivitas kepelabuhanan di kawasan timur Indonesia. Potensi tersebut dibahas dalam audiensi Konsul Jenderal Australia di Makassar, Sanchi Davis, dengan Executive Director 4 Pelindo Regional 4, Abdul Azis, di Kantor Pelindo [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Konsulat Jenderal Australia di Makassar menjajaki peluang kerja sama maritim dan penguatan konektivitas logistik dengan PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo, khususnya untuk mendukung pengembangan aktivitas kepelabuhanan di kawasan timur Indonesia.</p>
<p>Potensi tersebut dibahas dalam audiensi Konsul Jenderal Australia di Makassar, Sanchi Davis, dengan Executive Director 4 Pelindo Regional 4, Abdul Azis, di Kantor Pelindo Regional 4, Makassar, Selasa (1/9).</p>
<p>Executive Director 4 Pelindo Regional 4, Abdul Azis, mengatakan pertemuan tersebut menjadi ruang strategis untuk bertukar pandangan mengenai peluang kolaborasi di sektor maritim dan logistik.</p>
<p>Menurutnya, posisi Pelindo Regional 4 yang mencakup sejumlah pelabuhan di kawasan timur Indonesia memiliki peran penting dalam memperkuat konektivitas antardaerah sekaligus mendukung kelancaran arus perdagangan nasional dan internasional.</p>
<p>“Pelindo menyambut baik audiensi ini sebagai langkah awal untuk menggali berbagai peluang kerja sama yang dapat memberikan manfaat bagi kedua pihak, terutama dalam pengembangan sektor maritim, peningkatan konektivitas, dan penguatan ekosistem logistik,” ujar Abdul Azis.</p>
<p>Dia menuturkan, kawasan timur Indonesia memiliki potensi ekonomi yang besar dengan beragam komoditas unggulan. Dukungan infrastruktur pelabuhan dan jaringan logistik yang semakin terintegrasi diharapkan dapat membuka akses pasar yang lebih luas, termasuk ke Australia.</p>
<p>“Kami terbuka terhadap pertukaran informasi, pengalaman, serta penjajakan kolaborasi yang dapat mendorong layanan kepelabuhanan dan logistik menjadi semakin efisien, kompetitif, dan berkelanjutan,” lanjutnya.</p>
<p>Abdul Azis berharap audiensi tersebut dapat ditindaklanjuti melalui komunikasi yang lebih intensif untuk mengidentifikasi bidang kerja sama yang potensial dan dapat dikembangkan secara konkret.</p>
<p>Sementara itu, Konsul Jenderal Australia di Makassar, Sanchi Davis, mengapresiasi sambutan Pelindo Regional 4 serta pemaparan mengenai peran dan pengembangan pelabuhan di kawasan timur Indonesia.</p>
<p>Menurutnya, sektor maritim dan logistik merupakan bidang yang memiliki peluang besar untuk memperkuat hubungan ekonomi antara Australia dan Indonesia, khususnya dengan wilayah timur Indonesia yang secara geografis memiliki kedekatan dengan Australia.</p>
<p>“Kami melihat adanya peluang untuk membangun komunikasi dan kolaborasi yang lebih erat, terutama dalam sektor maritim dan logistik. Pelabuhan memiliki peran penting dalam memperkuat konektivitas serta mendorong pertumbuhan perdagangan dan investasi,” kata Sanchi Davis.</p>
<p>Dia berharap pertemuan tersebut menjadi awal yang positif bagi terbukanya berbagai peluang kolaborasi dan pertukaran informasi antara Australia dan Pelindo Regional 4 pada masa mendatang.</p>
<p>Dalam audiensi tersebut, Sanchi Davis didampingi Konsul Australia, Isaac Bennett, serta Manajer Riset dan Hubungan Publik, Lulu Purnamasari. (**)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://oceanweek.co.id/pelindo-australia-jajaki-kerja-sama-maritim/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Selama Lebaran, Penumpang Lewat Terminal Pelindo 4 Sebanyak 758.000 Orang</title>
		<link>https://oceanweek.co.id/selama-lebaran-penumpang-lewat-terminal-pelindo-4-sebanyak-758-000-orang/</link>
					<comments>https://oceanweek.co.id/selama-lebaran-penumpang-lewat-terminal-pelindo-4-sebanyak-758-000-orang/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[oceanweek]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 Apr 2026 06:38:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Makasar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://oceanweek.co.id/?p=86333</guid>

					<description><![CDATA[PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 mencatat total arus penumpang angkutan Lebaran 1447 Hijriah/2026 Masehi mencapai 758.291 orang hingga periode H+10, meningkat 10,41% secara year on year (YoY) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yaitu sebanyak 686.770 orang. Peningkatan jumlah penumpang tersebut diikuti dengan optimalisasi layanan operasional serta penguatan sistem pengamanan terpadu di seluruh terminal [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 mencatat total arus penumpang angkutan Lebaran 1447 Hijriah/2026 Masehi mencapai 758.291 orang hingga periode H+10, meningkat 10,41% secara year on year (YoY) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yaitu sebanyak 686.770 orang.</p>
<p>Peningkatan jumlah penumpang tersebut diikuti dengan optimalisasi layanan operasional serta penguatan sistem pengamanan terpadu di seluruh terminal penumpang guna memastikan kelancaran arus mudik dan arus balik Lebaran tahun ini.</p>
<p>Executive Director 4 Pelindo Regional 4, Abdul Azis mengatakan bahwa peningkatan arus penumpang tahun ini menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat serta meningkatnya kepercayaan pengguna jasa terhadap layanan pelabuhan yang dikelola Pelindo.</p>
<p>“Secara kumulatif hingga H+10, jumlah penumpang mencapai 758.291 orang, meningkat 10,41% dibandingkan tahun 2025. Peningkatan ini mencerminkan kesiapan operasional serta sinergi seluruh stakeholder dalam memastikan pelayanan yang aman, lancar, dan nyaman bagi masyarakat,” ujar Abdul Azis.</p>
<p>Sementara itu berdasarkan data, hingga H+10 Lebaran 2026, terdapat lima pelabuhan dengan arus penumpang tertinggi di wilayah Pelindo Regional 4, di mana Pelabuhan Balikpapan dengan 106.369 orang penumpang, Ambon 100.196 orang penumpang, dan Pelabuhan Makassar sebanyak 98.157 orang penumpang menjadi pelabuhan tersibuk di momen Lebaran tahun ini. Menyusul Pelabuhan Parepare sebanyak 79.320 orang penumpang dan Pelabuhan Ternate 73.469 orang penumpang.</p>
<p>Selain itu, secara keseluruhan jumlah penumpang naik tercatat sebanyak 412.013 orang, sementara penumpang turun mencapai 346.278 orang.</p>
<p>Puncak arus penumpang harian terjadi pada periode H-8 atau 13 Maret 2026 dengan total 46.949 orang, sedangkan pada masa arus balik tercatat peningkatan signifikan pada H+8 atau 29 Maret 2026 dengan total sebanyak 41.739 orang.</p>
<p><strong>Arus Kapal Tembus 1.077 Unit</strong></p>
<p>Selain peningkatan jumlah penumpang, Pelindo Regional 4 mencatat arus kapal pada periode angkutan Lebaran 2026 juga menunjukkan tren positif. Di mana hingga H+10, jumlah kapal yang dilayani di wilayah kelolaan mencapai 1.077 unit, meningkat 0,94% secara YoY dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 1.067 unit.</p>
<p>Adapun 5 pelabuhan dengan arus kapal tertinggi yaitu Pelabuhan Ternate sebanyak 162 unit, Pelabuhan Ambon 126 unit, Pelabuhan Manado 124 unit, Pelabuhan Kendari 89 unit, dan Pelabuhan Makassar mencapai 73 unit.</p>
<p>Menurut Abdul Azis, kelancaran arus kapal menjadi faktor utama dalam menjaga stabilitas jadwal pelayaran selama periode angkutan Lebaran. “Koordinasi intensif dengan operator kapal dan instansi terkait menjadi kunci dalam menjaga kelancaran arus kapal, sehingga distribusi penumpang tetap berjalan sesuai jadwal dan kapasitas layanan dapat dioptimalkan,” jelasnya.</p>
<p><strong>Pengamanan Terpadu</strong></p>
<p>Sebagai bagian dari upaya menjaga keselamatan dan kenyamanan penumpang, Pelindo Regional 4 turut memperkuat implementasi pengamanan terpadu selama periode mudik dan arus balik Lebaran.</p>
<p>Division Head Operasi Pelindo Regional 4, Yusida M. Palesang menjelaskan bahwa berbagai langkah pengamanan telah dilakukan sejak awal periode angkutan Lebaran.</p>
<p>Menurut dia, Pelindo Regional 4 mengalokasikan tambahan personel pengamanan serta melakukan identifikasi titik rawan di seluruh area terminal penumpang, mulai dari gate pelabuhan, pintu masuk terminal, area drop zone, hingga area persimpangan kendaraan.</p>
<p>“Beberapa langkah pengamanan yang dilakukan antara lain, pengaturan jalur lalu lintas kendaraan dan penumpang. Pengawasan terhadap orang dan barang bawaan melalui fasilitas X-Ray, dan kendaraan. Peningkatan frekuensi patroli pengamanan. Penguatan sistem emergency response. Pengamanan khusus pada kunjungan VIP. Serta koordinasi intensif dengan aparat keamanan dan stakeholder terkait,” sebut Yusida.</p>
<p>Selain itu lanjut dia, tim respons cepat atau emergency response team juga diaktifkan untuk mengantisipasi situasi darurat serta memastikan kesiapan penanganan insiden keamanan selama periode angkutan Lebaran.</p>
<p>Pelindo Regional 4 juga melakukan berbagai langkah strategis guna meningkatkan kualitas layanan kepada pengguna jasa selama periode angkutan Lebaran yang meliputi, penataan area terminal penumpang, peningkatan fasilitas pelayanan public, penambahan personel operasional, penyediaan informasi layanan secara real time, dan peningkatan koordinasi lintas instansi.</p>
<p>Menurut Yusida, kesiapan operasional dan pengamanan menjadi faktor utama dalam mendukung kelancaran arus mudik dan arus balik. Dia juga mengatakan bahwa seluruh terminal penumpang telah disiapkan dengan standar pelayanan yang optimal. “Kami memastikan setiap proses berjalan sesuai prosedur keselamatan dan keamanan yang berlaku.”</p>
<p>Abdul Azis menambahkan bahwa keberhasilan penyelenggaraan angkutan Lebaran 2026 tidak terlepas dari sinergi antara Pelindo, operator kapal, aparat keamanan, serta instansi terkait lainnya.</p>
<p>Menurut dia, koordinasi lintas sektor yang solid menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas layanan pelabuhan selama periode puncak mobilitas masyarakat. “Kolaborasi yang kuat antara seluruh stakeholder memungkinkan layanan pelabuhan berjalan dengan baik, sekaligus memastikan keselamatan penumpang menjadi prioritas utama,” katanya.</p>
<p>Pelindo Regional 4 akan terus berupaya meningkatkan kualitas layanan transportasi laut, termasuk melalui penguatan infrastruktur, digitalisasi layanan, serta peningkatan standar keselamatan.</p>
<p>Dengan tren pertumbuhan arus penumpang yang terus meningkat, Pelindo optimistis mampu menghadirkan layanan pelabuhan yang semakin andal dan berdaya saing di masa mendatang. “Ke depan, kami akan terus melakukan evaluasi dan peningkatan layanan guna menjawab kebutuhan masyarakat serta mendukung konektivitas antarwilayah di Indonesia Timur,” kata Abdul Azis. (***)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://oceanweek.co.id/selama-lebaran-penumpang-lewat-terminal-pelindo-4-sebanyak-758-000-orang/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pemudik Lewat Pelindo Regional 4 Diprediksi Capai 882.620 Orang</title>
		<link>https://oceanweek.co.id/pemudik-lewat-pelindo-regional-4-diprediksi-capai-882-620-orang/</link>
					<comments>https://oceanweek.co.id/pemudik-lewat-pelindo-regional-4-diprediksi-capai-882-620-orang/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[oceanweek]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 09 Mar 2026 10:40:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Makasar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://oceanweek.co.id/?p=85787</guid>

					<description><![CDATA[PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 memproyeksikan arus penumpang selama periode Angkutan Lebaran 2026 di wilayah Indonesia Timur mencapai 882.620 orang, meningkat sekitar 5% dibandingkan realisasi pada periode yang sama tahun lalu yang tercatat sebanyak 840.590 penumpang. Proyeksi ini menunjukkan tren pertumbuhan mobilitas masyarakat melalui transportasi laut yang terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Executive [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 memproyeksikan arus penumpang selama periode Angkutan Lebaran 2026 di wilayah Indonesia Timur mencapai 882.620 orang, meningkat sekitar 5% dibandingkan realisasi pada periode yang sama tahun lalu yang tercatat sebanyak 840.590 penumpang. Proyeksi ini menunjukkan tren pertumbuhan mobilitas masyarakat melalui transportasi laut yang terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.</p>
<p>Executive Director 4 Pelindo Regional 4 Abdul Azis mengatakan bahwa momentum mudik Lebaran tetap menjadi periode dengan pergerakan penumpang tertinggi di pelabuhan-pelabuhan yang dikelola Pelindo di Kawasan Timur Indonesia (KTI).</p>
<p>“Berdasarkan proyeksi operasional kami, arus penumpang pada masa Angkutan Lebaran tahun ini diperkirakan mencapai sekitar 882.620 orang, atau meningkat sekitar 5% dibandingkan tahun lalu. Pertumbuhan ini sejalan dengan tren peningkatan mobilitas masyarakat serta semakin kuatnya konektivitas transportasi laut di wilayah Indonesia Timur,” ujar Abdul Azis.</p>
<p>Dia menjelaskan, dalam beberapa tahun terakhir arus penumpang di pelabuhan Regional 4 menunjukkan tren yang terus meningkat. Pada tahun 2022 jumlah penumpang tercatat sekitar 594.263 orang, kemudian meningkat menjadi 715.256 orang pada 2023, 764.010 orang pada 2024, hingga 840.590 orang pada periode Angkutan Lebaran 2025. Untuk tahun ini, jumlah tersebut diperkirakan meningkat menjadi 882.620 orang.</p>
<p>Menurut Abdul Azis, Pelindo Regional 4 telah menyiapkan berbagai langkah strategis untuk memastikan kelancaran arus penumpang, mulai dari kesiapan infrastruktur terminal penumpang hingga penguatan koordinasi dengan operator kapal dan instansi terkait.</p>
<p>“Kami memastikan seluruh fasilitas terminal penumpang dalam kondisi siap operasional, serta melakukan penguatan koordinasi dengan seluruh stakeholder guna memastikan pelayanan mudik berjalan lancar, aman, dan nyaman bagi masyarakat,” jelasnya.</p>
<p>Sementara itu, Division Head Operasi Pelindo Regional 4 Yusida M. Palesang mengungkapkan bahwa sejumlah pelabuhan utama di Kawasan Indonesia Timur diperkirakan kembali menjadi simpul dengan arus penumpang terbesar selama periode mudik Lebaran tahun ini.</p>
<p>Berdasarkan data Angkutan Lebaran 2025, lima pelabuhan dengan arus penumpang tertinggi di Regional 4 meliputi Pelabuhan Makassar sebanyak 126.006 penumpang, Balikpapan 112.531 penumpang, Ambon 103.679 penumpang, Parepare 97.174 penumpang, serta Ternate 67.460 penumpang.</p>
<p>Pada Angkutan Lebaran 2026, jumlah penumpang di pelabuhan-pelabuhan tersebut diproyeksikan kembali meningkat, yakni Makassar sekitar 132.306 penumpang, Balikpapan 118.158 penumpang, Ambon 108.863 penumpang, Parepare 102.033 penumpang, serta Ternate 70.833 penumpang.</p>
<p>“Pelabuhan Makassar diproyeksikan tetap menjadi pelabuhan dengan arus penumpang tertinggi di Regional 4 selama masa mudik Lebaran, diikuti Balikpapan dan Ambon. Oleh karena itu kami menyiapkan penguatan pengelolaan arus penumpang serta optimalisasi layanan terminal penumpang di pelabuhan-pelabuhan tersebut,” kata Yusida.</p>
<p>Pada periode Angkutan Lebaran tahun lalu, puncak arus mudik tercatat terjadi pada H-3 Lebaran dengan jumlah penumpang mencapai 41.049 orang, sementara puncak arus balik terjadi pada H+7 dengan total 40.197 penumpang. Pola pergerakan ini diperkirakan akan kembali terjadi pada musim mudik tahun ini.</p>
<p>Pelindo Regional 4 sendiri mengoperasikan 20 terminal penumpang selama masa Angkutan Lebaran untuk memastikan kelancaran layanan bagi masyarakat pengguna transportasi laut di wilayah Indonesia Timur.</p>
<p>Dengan kesiapan tersebut, Pelindo optimistis layanan kepelabuhanan selama periode mudik Lebaran tahun ini dapat berjalan optimal sekaligus mendukung kelancaran mobilitas masyarakat serta aktivitas logistik di Kawasan Timur Indonesia. (***)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://oceanweek.co.id/pemudik-lewat-pelindo-regional-4-diprediksi-capai-882-620-orang/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pelindo Siapkan Antisipasi Hadapi Potensi Lonjakan Arus Barang Selama Nataru</title>
		<link>https://oceanweek.co.id/pelindo-siapkan-antisipasi-hadapi-potensi-lonjakan-arus-barang-selama-nataru/</link>
					<comments>https://oceanweek.co.id/pelindo-siapkan-antisipasi-hadapi-potensi-lonjakan-arus-barang-selama-nataru/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[oceanweek]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 13 Dec 2025 03:39:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Makasar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://oceanweek.co.id/?p=83667</guid>

					<description><![CDATA[PRESS RELEASE Danantara: Kesiapan Pelabuhan Faktor Krusial Dukung Kelancaran Arus Logistik Nasional Senior Vice President (SVP) Business 3 PT Danantara Asset Management (DAM), Desty Arlaini, menegaskan bahwa kesiapan pelabuhan merupakan faktor krusial dalam mendukung kelancaran arus logistik nasional, khususnya pada momentum libur panjang akhir tahun yang biasanya diiringi dengan peningkatan aktivitas distribusi barang dan mobilitas [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>PRESS RELEASE<br />
Danantara: Kesiapan Pelabuhan Faktor Krusial Dukung Kelancaran Arus Logistik Nasional</p>
<p>Senior Vice President (SVP) Business 3 PT Danantara Asset Management (DAM), Desty Arlaini, menegaskan bahwa kesiapan pelabuhan merupakan faktor krusial dalam mendukung kelancaran arus logistik nasional, khususnya pada momentum libur panjang akhir tahun yang biasanya diiringi dengan peningkatan aktivitas distribusi barang dan mobilitas masyarakat.</p>
<p>Hal itu dia sampaikan saat melakukan peninjauan langsung ke Pelabuhan Makassar dan Terminal Peti Kemas (TPK) New Makassar bersama Direktur Operasi PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Putut Sri Muljanto, didampingi Division Head Operasi Pelindo Regional 4, Yusida M. Palesang, Jumat (12 Desember 2025).</p>
<p>Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan seluruh layanan operasional di Pelindo Regional 4 berada dalam kondisi optimal dan siap menghadapi peningkatan aktivitas selama arus libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).</p>
<p><img decoding="async" class="alignnone size-medium wp-image-81468" src="https://oceanweek.co.id/wp-content/uploads/2025/09/IMG_20250721_204725-300x88.jpg" alt="" width="300" height="88" srcset="https://oceanweek.co.id/wp-content/uploads/2025/09/IMG_20250721_204725-300x88.jpg 300w, https://oceanweek.co.id/wp-content/uploads/2025/09/IMG_20250721_204725.jpg 627w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" />Peninjauan tersebut meliputi pengecekan kesiapan fasilitas pelabuhan, sarana dan prasarana pendukung operasional, sistem layanan, hingga kesiapan sumber daya manusia (SDM) yang bertugas selama periode Nataru. Rombongan juga meninjau langsung aktivitas bongkar muat, alur keluar masuk barang dan penumpang, serta sistem pengamanan dan keselamatan kerja di area pelabuhan.</p>
<p>Selain itu, salah satu agenda terpenting yang juga dibahas dalam kunjungan tersebut yakni terkait re-layout Terminal Petikemas Makassar (Terminal 1) yang mana direncanakan kegiatan peti kemas pada akhir tahun 2026 akan berkegiatan penuh di Makassar New Port (Terminal 2), sehingga memerlukan strategi khusus zonasi kegiatan jasa kepelabuhan yang akan disiapkan oleh anak perusahaan Pelindo Group yang bertujuan peningkatan kinerja layanan bagi pengguna jasa dan sustainability bisnis jasa Pelindo ke depannya.</p>
<p>SVP Business 3 PT Danantara Asset Management, Desty Arlaini, mengatakan bahwa momentum Nataru selalu menjadi periode penting bagi sektor kepelabuhanan. Oleh karena itu, pihaknya memastikan bahwa seluruh aset dan layanan yang dikelola Pelindo, khususnya di Pelabuhan Makassar dan TPK New Makassar, siap beroperasi secara optimal, aman, dan andal.</p>
<p>“Hal ini tidak hanya untuk menjaga kelancaran logistik, tetapi juga memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh pengguna jasa,” ujarnya.</p>
<p>Sementara itu, Direktur Operasi Pelindo, Putut Sri Muljanto, menyampaikan bahwa Pelindo telah menyiapkan berbagai langkah strategis dan antisipatif untuk menghadapi potensi lonjakan arus selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).</p>
<p>Langkah tersebut mencakup penguatan koordinasi lintas unit, optimalisasi fasilitas, serta peningkatan kesiapsiagaan petugas operasional di lapangan.</p>
<p>“Pelindo secara konsisten melakukan evaluasi dan pemantauan kesiapan operasional menjelang Nataru. Kami memastikan seluruh terminal, baik penumpang maupun peti kemas, dapat beroperasi dengan lancar, aman, dan efisien. Penguatan koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan juga menjadi kunci untuk menjaga kelancaran layanan selama periode dengan tingkat aktivitas tinggi seperti ini,” kata Putut Sri Muljanto.</p>
<p>Dia menambahkan, Pelindo juga mengedepankan aspek keselamatan, keamanan, serta kualitas layanan sebagai prioritas utama, sejalan dengan komitmen perusahaan dalam mendukung kelancaran arus logistik nasional dan pelayanan publik.</p>
<p>Dalam kesempatan yang sama, Division Head Operasi Pelindo Regional 4, Yusida M. Palesang, menjelaskan bahwa Pelindo Regional 4 telah melakukan berbagai persiapan teknis dan operasional jauh hari sebelum periode Nataru, termasuk penataan pola kerja, kesiapan peralatan, serta penguatan sistem layanan berbasis digital.</p>
<p>“Di wilayah Pelindo Regional 4, khususnya Pelabuhan Makassar dan TPK New Makassar, kami memastikan seluruh fasilitas dan peralatan dalam kondisi siap pakai. Selain itu, kesiapan SDM juga menjadi perhatian utama, termasuk pengaturan jadwal kerja dan peningkatan pengawasan operasional selama periode Nataru,” jelas Yusida.</p>
<p>Pelindo Regional 4 lanjut dia, juga terus meningkatkan koordinasi dengan instansi terkait, seperti otoritas pelabuhan, aparat keamanan, serta mitra usaha, guna memastikan seluruh proses operasional berjalan lancar tanpa hambatan yang berarti.</p>
<p>Kunjungan dan peninjauan ini menjadi bagian dari upaya Danantara Asset Management dan Pelindo dalam memastikan pengelolaan aset pelabuhan berjalan optimal, sekaligus mendukung stabilitas logistik nasional, khususnya di Kawasan Timur Indonesia (KTI). Dengan kesiapan yang matang, Pelindo optimistis dapat memberikan layanan kepelabuhanan yang prima selama arus libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. (***)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://oceanweek.co.id/pelindo-siapkan-antisipasi-hadapi-potensi-lonjakan-arus-barang-selama-nataru/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kemenhub Serahkan Ijin Operasi Pelabuhan ke Pelindo 4</title>
		<link>https://oceanweek.co.id/kemenhub-serahkan-ijin-operasi-pelabuhan-ke-pelindo-4/</link>
					<comments>https://oceanweek.co.id/kemenhub-serahkan-ijin-operasi-pelabuhan-ke-pelindo-4/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[oceanweek]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 29 Nov 2025 21:18:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Makasar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://oceanweek.co.id/?p=83286</guid>

					<description><![CDATA[PT Pelabuhan Indonesia/Pelindo (Persero) memastikan seluruh penyelenggaraan operasional kepelabuhanan berjalan sesuai ketentuan regulasi dan standar keselamatan nasional. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyerahan resmi sejumlah Izin Operasi Pelabuhan yang dilakukan oleh Kementerian Perhubungan RI kepada Manajemen Pelindo Regional 4. Penyerahan izin ini menjadi bagian penting dari langkah harmonisasi legalitas operasional pasca-merger Pelindo tahun 2021, sekaligus upaya [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>PT Pelabuhan Indonesia/Pelindo (Persero) memastikan seluruh penyelenggaraan operasional kepelabuhanan berjalan sesuai ketentuan regulasi dan standar keselamatan nasional.</p>
<p>Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyerahan resmi sejumlah Izin Operasi Pelabuhan yang dilakukan oleh Kementerian Perhubungan RI kepada Manajemen Pelindo Regional 4.</p>
<p>Penyerahan izin ini menjadi bagian penting dari langkah harmonisasi legalitas operasional pasca-merger Pelindo tahun 2021, sekaligus upaya strategis dalam meningkatkan kualitas layanan, kinerja operasional, dan aspek keselamatan di seluruh terminal yang dikelola Pelindo Group.</p>
<p>Executive Director 4 Pelindo Regional 4, Abdul Azis, menjelaskan bahwa proses pengurusan izin operasi pada tahun 2025 merupakan kelanjutan dari penyesuaian izin yang diperlukan setelah merger Pelindo pada Oktober 2021.</p>
<p><img decoding="async" class="alignnone size-medium wp-image-83136" src="https://oceanweek.co.id/wp-content/uploads/2025/11/IMG_20251122_062947-300x90.jpg" alt="" width="300" height="90" srcset="https://oceanweek.co.id/wp-content/uploads/2025/11/IMG_20251122_062947-300x90.jpg 300w, https://oceanweek.co.id/wp-content/uploads/2025/11/IMG_20251122_062947.jpg 610w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" />Perubahan struktur organisasi serta integrasi bisnis membuat sebagian besar perizinan harus diperbarui, termasuk izin operasi pelabuhan umum.</p>
<p>&#8220;Penyesuaian perizinan ini adalah bentuk kepatuhan Pelindo sebagai Badan Usaha Pelabuhan dalam memenuhi seluruh aspek legalitas operasional. Kami memastikan seluruh aktivitas pengelolaan dan pelayanan pelabuhan berjalan sesuai aturan dan standar yang ditetapkan pemerintah,&#8221; ujar Abdul Azis.</p>
<p>Sepanjang tahun 2025, Pelindo Regional 4 mengajukan 20 izin Operasi Pelabuhan yang mana 17 izin yang telah terbit dan 3 izin sementara berprogres.</p>
<p>Pelindo Regional 4 menyampaikan apresiasi kepada jajaran Direktorat Kepelabuhanan Kemenhub, khususnya kepada tim Subdit IV dan V, atas dukungan penuh dalam proses verifikasi, evaluasi, dan penerbitan izin.</p>
<p>Division Head Operasi Pelindo Regional 4, Yusida M. Palesang menegaskan bahwa sinergi Pelindo dengan Kemenhub, KSOP, serta seluruh pemangku kepentingan menjadi pilar penting terselesaikannya proses perizinan ini.</p>
<p>&#8220;Kami sangat berterima kasih kepada seluruh tim Direktorat Kepelabuhanan serta para Kepala KSOP yang telah memberikan pendampingan dan dukungan penuh. Sebagian besar izin yang kami ajukan telah diterbitkan, baik izin operasi maupun izin dedicated terminal. Ini adalah wujud kolaborasi dan keseriusan bersama dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepelabuhanan,&#8221; ungkap Yusida.</p>
<p>Pada kesempatan tersebut, secara simbolis Direktur Kepelabuhanan Kemenhub bersama para Kepala KSOP menyerahkan Surat Keputusan kepada Executive Director dan para General Manager Pelindo dari berbagai wilayah.</p>
<p><strong>Langkah Strategis</strong></p>
<p>Sementara itu, Pelindo menilai izin operasi merupakan bentuk kepastian operasional yang memberikan sejumlah manfaat, antara lain peningkatan efisiensi dan produktivitas bongkar muat, peningkatan aspek keselamatan operasional (safety), kesesuaian penggunaan fasilitas dengan jenis komoditas, kepastian regulasi bagi pengguna jasa dan operator terminal, dan penguatan daya saing layanan kepelabuhanan di Indonesia Timur.</p>
<p>Abdul Azis menambahkan bahwa Pelindo akan terus memperkuat komitmen kepatuhan terhadap seluruh aturan dan standar nasional, termasuk dalam pengembangan fasilitas pelabuhan di masa mendatang.</p>
<p>&#8220;Kami berharap dukungan dari Kementerian Perhubungan terus mengalir sehingga seluruh pelayanan jasa kepelabuhanan yang kami lakukan benar-benar comply dengan regulasi yang ada. Pelindo berkomitmen menjaga integritas operasional dan memberikan layanan terbaik kepada pengguna jasa,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Dengan diterbitkannya sejumlah izin operasi pelabuhan tahun ini, Pelindo Regional 4 memantapkan langkah untuk meningkatkan pengalaman layanan kepada pengguna jasa, memperkuat standar keselamatan, mengoptimalkan potensi terminal berdasarkan karakteristik komoditas, serta mendukung terwujudnya pelabuhan modern berstandar internasional.</p>
<p>Acara penyerahan izin yang digelar di Yogyakarta tersebut juga dihadiri oleh jajaran Direktorat Kepelabuhanan Kemenhub, para Executive Director Pelindo dari berbagai regional, Direktur Operasi Subholding Pelindo Group, para Kepala KSOP, serta General Manager Pelindo dari berbagai wilayah. (***)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://oceanweek.co.id/kemenhub-serahkan-ijin-operasi-pelabuhan-ke-pelindo-4/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Zulkifli Kembali Pimpin INSA Makassar</title>
		<link>https://oceanweek.co.id/zulkifli-kembali-pimpin-insa-makassar/</link>
					<comments>https://oceanweek.co.id/zulkifli-kembali-pimpin-insa-makassar/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[oceanweek]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 07 May 2025 12:38:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Makasar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://oceanweek.co.id/?p=78033</guid>

					<description><![CDATA[Capt. Zulkifli Zahril, Kepala Cabang PT Temas Tbk kembali terpilih menjadi ketua DPC INSA Makassar untuk ketiga kali. Pada pemilihan kali ini Capt. Zulkifli Zahril dipilih secara aklamasi. Saat ditanya apa program kedepan yang bakal dilakukan di masa kepemimpinannya yang ketiga kali ini, Zulkifli kepada Ocean Week mengatakan  akan memaksimalkan kontribusi organisasi pelayaran ini terhadap [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Capt. Zulkifli Zahril, Kepala Cabang PT Temas Tbk kembali terpilih menjadi ketua DPC INSA Makassar untuk ketiga kali. Pada pemilihan kali ini Capt. Zulkifli Zahril dipilih secara aklamasi.</p>
<p>Saat ditanya apa program kedepan yang bakal dilakukan di masa kepemimpinannya yang ketiga kali ini, Zulkifli kepada Ocean Week mengatakan  akan memaksimalkan kontribusi organisasi pelayaran ini terhadap distribusi logistik nasional.</p>
<p>&#8220;Terima kasih banyak ucapannya, program kedepan yakni memaksimalkan kontribusi INSA Makassar terhadap pendistribusian logistik nasional,&#8221; ujarnya melalui WhatsApp nya.</p>
<p>Seperti diketahui bahwa Zulkifli Zahril, menjadi ketua DPC INSA Makasaar untuk pertama kali pada periode 2017-2019, melalui rapat anggota luar biasa.</p>
<p>Kepala Cabang PT Temas Tbk ini, juga kembali dipercaya para anggotanya untuk memimpin kembali organisasi ini pada periode 2021-2024.</p>
<p>Dan sekarang Zulkifli Zahril terpilih kembali sebagai ketua periode 2025-2028. (***)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://oceanweek.co.id/zulkifli-kembali-pimpin-insa-makassar/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pelindo &#038; Pemkab Boalemo Teken MoU Pengembangan Pelabuhan</title>
		<link>https://oceanweek.co.id/pelindo-pemkab-boalemo-teken-mou-pengembangan-pelabuhan/</link>
					<comments>https://oceanweek.co.id/pelindo-pemkab-boalemo-teken-mou-pengembangan-pelabuhan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[oceanweek]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 26 Apr 2025 09:02:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Makasar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://oceanweek.co.id/?p=77779</guid>

					<description><![CDATA[PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 bersama Pemerintah Kabupaten Boalemo resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) terkait kerja sama pengembangan Pelabuhan Tilamuta, yang berlokasi di Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo. Penandatanganan ini menandai langkah strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah dan memperkuat konektivitas maritim di Kawasan Timur Indonesia (KTI). MoU tersebut ditandatangani langsung oleh Executive Director 4 [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 bersama Pemerintah Kabupaten Boalemo resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) terkait kerja sama pengembangan Pelabuhan Tilamuta, yang berlokasi di Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo. Penandatanganan ini menandai langkah strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah dan memperkuat konektivitas maritim di Kawasan Timur Indonesia (KTI).</p>
<p>MoU tersebut ditandatangani langsung oleh Executive Director 4 Pelindo Regional 4, Abdul Azis bersama Bupati Boalemo, Rum Pagau di Kantor Pelindo di Makassar pada pekan lalu.</p>
<p>Dalam sambutannya, Executive Director 4 Pelindo Regional 4, Abdul Azis menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan wujud komitmen Pelindo untuk berkontribusi aktif dalam mendorong pengembangan pelabuhan di daerah, khususnya di wilayah Gorontalo.</p>
<p>“Kami melihat potensi besar yang dimiliki Pelabuhan Tilamuta dalam mendukung distribusi logistik dan pengembangan ekonomi lokal. Dengan sinergi bersama Pemerintah Kabupaten Boalemo, kami optimistis Pelabuhan Tilamuta akan mampu meningkatkan pelayanan kepelabuhanan serta mendukung sektor perdagangan, perikanan, dan pariwisata di wilayah tersebut,” ujar Abdul Azis dalam keterangan tertulisnya, Sabtu.</p>
<p>Sementara itu Rum Pagau, Bupati Boalemo mengungkapkan apresiasi atas upaya Pelindo dalam mendorong pengembangan infrastruktur maritim di Boalemo.</p>
<p>MoU ini kata dia, menjadi awal kerja sama yang strategis dalam mempercepat pembangunan dan modernisasi Pelabuhan Tilamuta. “Kami berharap, pengembangan pelabuhan ini akan membuka akses perdagangan yang lebih luas, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta menciptakan lapangan kerja baru,” ujarnya.</p>
<p>Ruang lingkup MoU atau Memorandum of Understanding ini adalah kerja sama pengembangan Pelabuhan Tilamuta yang terletak di dalam daerah lingkungan kerja Kabupaten Boalemo, untuk kemudian dikembangkan dan dikelola oleh Pelindo.</p>
<p>Pelabuhan Tilamuta sendiri memiliki peran penting sebagai pintu gerbang distribusi barang dan jasa di wilayah Boalemo dan sekitarnya. Dengan pengembangan yang direncanakan, diharapkan kapasitas layanan pelabuhan meningkat, waktu bongkar muat menjadi lebih efisien, serta mendukung kelancaran arus logistik khususnya di wilayah Gorontalo bagian barat.</p>
<p>Pelabuhan Tilamuta juga merupakan pelabuhan Pengumpan Regional (PR) yang secara spesifik sangat berpotensi menjadi “Main Gate” distribusi barang di Provinsi Gorontalo pada bagian selatan dan Pelabuhan Anggrek pada bagian utara. Pelabuhan Tilamuta memiliki “Hinterland” yang cukup luas meliputi Kabupaten Pohuwato, sebagian Kabupaten Gorontalo yang menjadi pelabuhan pengumpul bagi hubungan port Bitung, Sulawesi Utara.</p>
<p>Penandatanganan MoU ini menjadi tonggak penting bagi Pelindo Regional 4 dan Pemerintah Kabupaten Boalemo dalam membangun sinergi berkelanjutan demi mewujudkan pelabuhan yang modern, kompetitif, dan berdaya saing tinggi.</p>
<p>Melalui kerja sama ini, diharapkan kehadiran Pelindo di Boalemo tidak hanya akan mempercepat transformasi sektor kepelabuhanan, tetapi juga memperkuat integrasi antarwilayah, mendorong kemajuan sektor logistik, serta menjadi katalis bagi pertumbuhan ekonomi Kawasan Timur Indonesia. (***)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://oceanweek.co.id/pelindo-pemkab-boalemo-teken-mou-pengembangan-pelabuhan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
