<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kontainer &#8211; Ocean Week</title>
	<atom:link href="https://oceanweek.co.id/category/kontainer/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://oceanweek.co.id</link>
	<description>Portal Berita Maritim Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Fri, 16 Oct 2026 10:38:27 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.1.10</generator>

<image>
	<url>https://oceanweek.co.id/wp-content/uploads/2018/07/cropped-fav-32x32.png</url>
	<title>Kontainer &#8211; Ocean Week</title>
	<link>https://oceanweek.co.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Hingga September, IPC TPK Sudah Tangani 2.836.445 TEUs</title>
		<link>https://oceanweek.co.id/hingga-september-ipc-tpk-sudah-tangani-2-836-445-teus/</link>
					<comments>https://oceanweek.co.id/hingga-september-ipc-tpk-sudah-tangani-2-836-445-teus/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[oceanweek]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 16 Oct 2026 10:38:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kontainer]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://oceanweek.co.id/?p=91683</guid>

					<description><![CDATA[IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) berhasil mencatatkan tren positif kinerja operasional pada penutupan Triwulan III tahun 2026. Sepanjang periode Januari hingga September 2026, arus bongkar muat peti kemas (throughput) IPC TPK mencapai 2.836.445 TEUs, mengalami lonjakan pertumbuhan sebesar 8,2% secara year-on-year (YoY) dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2025 yang tercatat sebanyak 2.621.101 TEUs. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) berhasil mencatatkan tren positif kinerja operasional pada penutupan Triwulan III tahun 2026.</p>
<p>Sepanjang periode Januari hingga September 2026, arus bongkar muat peti kemas (throughput) IPC TPK mencapai 2.836.445 TEUs, mengalami lonjakan pertumbuhan sebesar 8,2% secara year-on-year (YoY) dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2025 yang tercatat sebanyak 2.621.101 TEUs.</p>
<p>&#8220;Pertumbuhan positif di akhir Triwulan III ini menjadi bukti nyata komitmen IPC TPK dalam memberikan layanan bongkar muat yang optimal dan efisien. Tren kenaikan arus barang ini tidak hanya mencerminkan penguatan kinerja internal perusahaan, tetapi juga mengindikasikan terus bergeraknya roda perekonomian dan aktivitas perdagangan nasional,&#8221; ujar Daniel Setiawan, selaku Senior Manager Sekretariat Perusahaan IPC TPK.</p>
<p>Konsistensi tren positif ini juga terefleksi kuat pada catatan kinerja bulanan di penghujung kuartal ketiga. Pada bulan September 2026, total throughput peti kemas di seluruh terminal kelolaan IPC TPK menyentuh angka 325.884 TEUs. Realisasi tersebut menunjukkan capaian peningkatan yang solid sebesar 7% (YoY) jika dibandingkan dengan volume bongkar muat pada bulan September tahun lalu yang berada di angka 304.358 TEUs.</p>
<p>Peningkatan volume bongkar muat peti kemas pada September 2026 tersebut didorong oleh lonjakan produktivitas yang signifikan di beberapa terminal utama. Kinerja bongkar muat di Terminal Teluk Bayur menjadi yang paling menonjol dengan mencatatkan persentase pertumbuhan tertinggi sebesar 19,2% (YoY). Menyusul di belakangnya, Terminal Tanjung Priok yang menjadi gerbang utama logistik mencetak pertumbuhan sebesar 9%, serta Terminal Pontianak yang juga menorehkan kenaikan sebesar 5,1% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.</p>
<p>&#8220;Harapan terbesar kami, lonjakan produktivitas ini tidak sekadar menjadi pencapaian angka bagi IPC TPK, tetapi benar-benar mampu mendorong efisiensi rantai pasok, menekan biaya logistik, dan berkontribusi langsung pada akselerasi pertumbuhan ekonomi nasional,&#8221; pungkas Daniel. (**)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://oceanweek.co.id/hingga-september-ipc-tpk-sudah-tangani-2-836-445-teus/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Layanan Baru Direct Call Dari Terminal 3 Pelabuhan Priok, Hubungkan RI-Tiongkok-Thailand</title>
		<link>https://oceanweek.co.id/layanan-baru-direct-call-dari-terminal-3-pelabuhan-priok-hubungkan-ri-tiongkok-thailand/</link>
					<comments>https://oceanweek.co.id/layanan-baru-direct-call-dari-terminal-3-pelabuhan-priok-hubungkan-ri-tiongkok-thailand/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[oceanweek]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 14 Oct 2026 03:53:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kontainer]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://oceanweek.co.id/?p=91612</guid>

					<description><![CDATA[IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) secara resmi menyambut kehadiran layanan rute baru pelayaran Mediterranean Shipping Company (MSC) dengan rute Seahorse service di Terminal 3, Pelabuhan Tanjung Priok. Layanan langsung (direct call) yang melayani rute Jakarta – Shekou (Tiongkok) – Laem Chabang (Thailand) ini menjadi tonggak penting dalam upaya memperlancar arus logistik dan memperluas jangkauan pasar [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) secara resmi menyambut kehadiran layanan rute baru pelayaran Mediterranean Shipping Company (MSC) dengan rute Seahorse service di Terminal 3, Pelabuhan Tanjung Priok.</p>
<p>Layanan langsung (direct call) yang melayani rute Jakarta – Shekou (Tiongkok) – Laem Chabang (Thailand) ini menjadi tonggak penting dalam upaya memperlancar arus logistik dan memperluas jangkauan pasar ekspor-impor nasional di kawasan Asia Timur maupun Asia Tenggara.</p>
<p>&#8220;Kami menyambut antusias pembukaan layanan MSC Seahorse service ini sebagai wujud nyata komitmen IPC TPK dalam meningkatkan daya saing logistik nasional. Ini adalah langkah strategis IPC TPK untuk terus mengakomodasi kebutuhan pasar global dengan menyediakan layanan kepelabuhanan yang cepat, andal, dan berstandar internasional,&#8221; ujar Yanuar Evyanto, Plt. Direktur Komersial &amp; Pengembangan Bisnis IPC TPK dalam keterangan tertulis nya yang diterima Ocean Week, Rabu (14/10).</p>
<p>Pelayaran perdana rute ini ditandai dengan bersandarnya armada MV MSC Elizabeth III, kapal berbendera Liberia dengan spesifikasi panjang (Length Overall/LOA) 210 meter dan lebar (Beam) 30 meter.</p>
<p>Kapal tersebut bersandar di Terminal 3 pada 12 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB dan sukses mencatatkan produktivitas tinggi dengan bongkaran dan muatan sebanyak 483 boxes peti kemas.</p>
<p>Setelah proses operasional diselesaikan secara efisien, kapal kemudian bertolak kembali untuk melanjutkan pelayarannya pada 13 Oktober 2026 pukul 09.30 WIB.</p>
<p>Pembukaan rute yang menghubungkan Indonesia, Tiongkok, dan Thailand ini memiliki posisi yang sangat krusial dalam memperkuat perekonomian kawasan, khususnya dalam menopang ketahanan pangan, energi, dan industri. Tiongkok merupakan mitra utama ekspor komoditas energi Indonesia, sementara Thailand memainkan peran vital sebagai pusat agrikultur untuk stabilitas pangan regional.</p>
<p>Konektivitas ketiga negara ini juga menjamin percepatan arus logistik bahan baku dan produk jadi yang sangat dibutuhkan dalam memperkuat ekosistem rantai pasok industri tanah air di kancah global yang sedang diakselerasi oleh pemerintah.</p>
<p>&#8220;Layanan rute baru ini bukan sekadar ekspansi operasional biasa, melainkan jembatan maritim yang memperkuat sinergi strategis antarnegara. Kami sangat optimistis bahwa layanan MSC Seahorse service yang didukung oleh keandalan fasilitas IPC TPK dalam mendorong ketahanan pangan, kelancaran distribusi energi, serta percepatan integrasi rantai pasok industri tanah air di kancah global,&#8221; ucap Yanuar. (**)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://oceanweek.co.id/layanan-baru-direct-call-dari-terminal-3-pelabuhan-priok-hubungkan-ri-tiongkok-thailand/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>JICT Perkuat Ketahanan Siber Terminal, Uji Pemulihan Operasi Maksimal 21 Jam</title>
		<link>https://oceanweek.co.id/jict-perkuat-ketahanan-siber-terminal-uji-pemulihan-operasi-maksimal-21-jam/</link>
					<comments>https://oceanweek.co.id/jict-perkuat-ketahanan-siber-terminal-uji-pemulihan-operasi-maksimal-21-jam/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[oceanweek]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 18 Sep 2026 01:24:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kontainer]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://oceanweek.co.id/?p=90917</guid>

					<description><![CDATA[PT Jakarta International Container Terminal (JICT) memperkuat kesiapan menghadapi risiko gangguan siber melalui pelaksanaan Cyber Incident Response &#38; CBDR Drill 2026. Melalui tema “21 Hours to Recover – From Incident to Recovery”, JICT menguji ketahanan end-to-end, dari pemulihan sistem hingga keberlanjutan operasi dan komunikasi krisis. Direktur Utama JICT Ade Hartono mengatakan, ketahanan siber bukan lagi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>PT Jakarta International Container Terminal (JICT) memperkuat kesiapan menghadapi risiko gangguan siber melalui pelaksanaan Cyber Incident Response &amp; CBDR Drill 2026.</p>
<p>Melalui tema “21 Hours to Recover – From Incident to Recovery”, JICT menguji ketahanan end-to-end, dari pemulihan sistem hingga keberlanjutan operasi dan komunikasi krisis.</p>
<p>Direktur Utama JICT Ade Hartono mengatakan, ketahanan siber bukan lagi semata tanggung jawab fungsi teknologi informasi, tetapi bagian dari ketahanan operasional terminal.</p>
<p>“Yang diuji bukan hanya seberapa cepat sistem dipulihkan, tetapi seberapa cepat organisasi mengambil keputusan, menjaga operasi tetap terkendali, mengelola komunikasi, dan memastikan layanan kembali berfungsi secara end-to-end,” ujar Ade di Jakarta, Jumat (18/9/2026).</p>
<p>Ade menambahkan, pemulihan harus melewati tahap validasi sebelum operasi kembali dinyatakan normal.</p>
<p>Validasi dilakukan hingga ke level users dan proses bisnis untuk memastikan aplikasi, database, konektivitas, integrasi serta transaksi operasional dapat kembali berjalan sebagaimana mestinya.</p>
<p>“Sistem yang sudah aktif belum otomatis berarti layanan telah pulih. Seluruh elemen di JICT harus memvalidasi layanan dan memastikan seluruh kriteria &#8216;return to normal&#8217; terpenuhi,” katanya.</p>
<p>Latihan juga melibatkan koordinasi JICT dan TPK Koja untuk menguji konektivitas dan integrasi layanan antar sistem. Sepanjang drill, waktu pemulihan dipantau menggunakan parameter Recovery Time Objective (RTO) dengan target maksimum 21 jam.</p>
<p>“Cyber resilience bukan sesuatu yang dibangun ketika insiden sudah terjadi. Ia harus dipersiapkan, diuji dan terus diperbaiki. Tujuan kami sederhana: ketika gangguan terjadi, setiap orang memahami perannya, keputusan dapat diambil dengan cepat, operasi tetap terkendali, dan JICT mampu pulih sebagai satu organisasi,” ujar Ade. (**)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://oceanweek.co.id/jict-perkuat-ketahanan-siber-terminal-uji-pemulihan-operasi-maksimal-21-jam/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>IPC TPK Perkuat Sinergi Lewat Customer Rafting</title>
		<link>https://oceanweek.co.id/ipc-tpk-perkuat-sinergi-lewat-customer-rafting/</link>
					<comments>https://oceanweek.co.id/ipc-tpk-perkuat-sinergi-lewat-customer-rafting/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[oceanweek]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 08 Sep 2026 21:52:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kontainer]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://oceanweek.co.id/?p=90642</guid>

					<description><![CDATA[Dalam rangka memperingati Hari Pelanggan Nasional, IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) menyelenggarakan kegiatan &#8220;Customer Rafting Experience&#8221; yang melibatkan 21 perwakilan pengguna jasa dari perusahaan pelayaran internasional maupun domestik pada Sabtu (5/9/2026). Bertempat di area Cisadane River Rafting, Bogor, inisiatif ini dirancang secara khusus untuk mempererat kolaborasi dan membangun tingkat keterikatan (engagement) yang lebih baik antara [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam rangka memperingati Hari Pelanggan Nasional, IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) menyelenggarakan kegiatan &#8220;Customer Rafting Experience&#8221; yang melibatkan 21 perwakilan pengguna jasa dari perusahaan pelayaran internasional maupun domestik pada Sabtu (5/9/2026).</p>
<p>Bertempat di area Cisadane River Rafting, Bogor, inisiatif ini dirancang secara khusus untuk mempererat kolaborasi dan membangun tingkat keterikatan (engagement) yang lebih baik antara perusahaan dengan para mitra strategis.</p>
<p>Plt. Direktur Komersial dan Pengembangan Bisnis IPC TPK, Yanuar Evyanto, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk apresiasi nyata perusahaan kepada para pelanggan setianya.</p>
<p>&#8220;Momentum Hari Pelanggan Nasional ini kami manfaatkan tidak sekadar untuk memberikan pelayanan operasional yang prima di pelabuhan, tetapi juga untuk menyapa dan berinteraksi langsung dengan pengguna jasa di luar rutinitas kerja formal. Kami ingin mendengarkan mereka sebagai mitra dalam mendorong giat logistik nasional,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Mengusung tema &#8220;Beyond Business, Building Stronger Connections&#8221;, kegiatan ini menuntut kekompakan dan kerja sama tim dari seluruh peserta.</p>
<p>Melalui berbagai tantangan di rute arung jeram, IPC TPK berupaya mencairkan komunikasi korporat agar tercipta hubungan yang lebih solid. Interaksi santai di alam terbuka ini menjadi wadah yang efektif untuk meningkatkan kepercayaan pelanggan dalam menitipkan layanan logistiknya kepada IPC TPK.</p>
<p>Partisipasi aktif puluhan perwakilan perusahaan pelayaran dan pemilik barang membuktikan tingginya dukungan terhadap langkah proaktif IPC TPK.</p>
<p>Ke depannya, IPC TPK berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program inovatif yang berfokus pada kepuasan pelanggan, sejalan dengan visi perusahaan untuk menjadi operator terminal petikemas yang selalu mengedepankan kemitraan strategis jangka panjang dengan seluruh pengguna jasanya.</p>
<p>&#8220;Semoga ke depannya kolaborasi kita semakin erat, sehingga IPC TPK dan seluruh pengguna jasa mampu tumbuh bersama dan menciptakan layanan logistik yang lebih andal,&#8221; kata Yanuar. (**)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://oceanweek.co.id/ipc-tpk-perkuat-sinergi-lewat-customer-rafting/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>IPC TPK Pontianak Mengapresiasi Kerja Keras Para Sopir Trailer, Ditengah Kabut Asap Tebal</title>
		<link>https://oceanweek.co.id/ipc-tpk-pontianak-mengapresiasi-kerja-keras-para-sopir-trailer-ditengah-kabut-asap-tebal/</link>
					<comments>https://oceanweek.co.id/ipc-tpk-pontianak-mengapresiasi-kerja-keras-para-sopir-trailer-ditengah-kabut-asap-tebal/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[oceanweek]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 04 Sep 2026 11:26:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kontainer]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://oceanweek.co.id/?p=90517</guid>

					<description><![CDATA[IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) Terminal Pontianak memperingati Hari Pelanggan Nasional 2026 dengan menyalurkan bantuan berupa paket makanan ringan dan masker gratis kepada pengguna jasa serta pengemudi truk petikemas yang beroperasi di area terminal. Aksi simpatik ini digelar di tengah kondisi ekstrem akibat maraknya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang menyelimuti wilayah Kalimantan Barat dan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class="yiv2342096769elementToProof">IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) Terminal Pontianak memperingati Hari Pelanggan Nasional 2026 dengan menyalurkan bantuan berupa paket makanan ringan dan masker gratis kepada pengguna jasa serta pengemudi truk petikemas yang beroperasi di area terminal.</div>
<div></div>
<div class="yiv2342096769elementToProof">Aksi simpatik ini digelar di tengah kondisi ekstrem akibat maraknya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang menyelimuti wilayah Kalimantan Barat dan memicu paparan kabut asap tebal. Langkah ini menjadi wujud kepedulian perusahaan terhadap kesehatan para pekerja lapangan yang menjadi garda terdepan dalam menjaga rantai pasok barang.</div>
<div class="yiv2342096769elementToProof"></div>
<div class="yiv2342096769elementToProof">“Hari Pelanggan Nasional tahun ini kami jadikan momentum untuk memberikan apresiasi sekaligus perlindungan nyata bagi para pengguna jasa dan pengemudi truk yang terus bekerja tanpa kenal lelah. Di tengah paparan kabut asap akibat karhutla, keselamatan dan kesehatan tenaga kerja di lapangan adalah prioritas utama kami agar operasional bongkar muat dan distribusi barang di Kalimantan Barat dapat terus berjalan lancar dan aman,” ujar Terminal Head IPC TPK Pontianak, M. Loutfie Hidayat.</div>
<div class="yiv2342096769elementToProof"></div>
<div class="yiv2342096769elementToProof">Pembagian masker kesehatan dan logistik makanan ringan ini ditujukan untuk meminimalkan risiko gangguan pernapasan, seperti Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), yang mengintai para pengemudi armada logistik selama menempuh perjalanan darat maupun melakukan aktivitas bongkar muat. Terganggunya kesehatan para pengemudi truk berpotensi menghambat efisiensi operasional dan memperlambat arus keluar-masuk barang di pelabuhan. Oleh karena itu, perhatian pada aspek kesehatan secara langsung berkontribusi pada stabilitas pasokan logistik regional.</div>
<div class="yiv2342096769elementToProof"></div>
<div class="yiv2342096769elementToProof">Sinergi yang erat antara manajemen IPC TPK Terminal Pontianak dan para pemangku kepentingan terbukti memperkokoh ketahanan operasional pelabuhan, sehingga pemenuhan kebutuhan pokok dan komoditas unggulan masyarakat Kalimantan Barat tetap dapat terdistribusi tepat waktu meskipun dihadapkan pada kendala kondisi ekstrem.</div>
<div class="yiv2342096769elementToProof"></div>
<div>“Melalui kolaborasi dan kepedulian yang berkelanjutan, kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan, menjamin keamanan kerja, serta memastikan arus barang di Kalimantan Barat tetap bergerak efisien demi mendukung pertumbuhan ekonomi daerah,” ucap Loutfie. (**)</div>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://oceanweek.co.id/ipc-tpk-pontianak-mengapresiasi-kerja-keras-para-sopir-trailer-ditengah-kabut-asap-tebal/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bappenas Kunjungi IPC TPK, Ingin Tau Kondisi Riil Bongkar Muat Petikemas</title>
		<link>https://oceanweek.co.id/bappenas-kunjungi-ipc-tpk-ingin-tau-kondisi-riil-bongkar-muat-petikemas/</link>
					<comments>https://oceanweek.co.id/bappenas-kunjungi-ipc-tpk-ingin-tau-kondisi-riil-bongkar-muat-petikemas/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[oceanweek]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 26 Aug 2026 22:43:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kontainer]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://oceanweek.co.id/?p=90251</guid>

					<description><![CDATA[IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) menerima kunjungan lapangan dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia (Bappenas RI) di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Kunjungan strategis ini dilaksanakan dalam rangka Koordinasi Strategis Pengembangan Konektivitas Wilayah untuk Peningkatan Nilai Tambah Wilayah Pembangunan Indonesia Barat di Provinsi DKI Jakarta. Bertempat di ruang kontrol terpadu Integrated Planning &#38; Control, peninjauan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) menerima kunjungan lapangan dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia (Bappenas RI) di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.</p>
<p>Kunjungan strategis ini dilaksanakan dalam rangka Koordinasi Strategis Pengembangan Konektivitas Wilayah untuk Peningkatan Nilai Tambah Wilayah Pembangunan Indonesia Barat di Provinsi DKI Jakarta.</p>
<p>Bertempat di ruang kontrol terpadu Integrated Planning &amp; Control, peninjauan ini bertujuan untuk mengetahui kondisi aktual operasional bongkar muat petikemas, mengidentifikasi berbagai tantangan serta potensi pengembangan, sekaligus menjaring masukan langsung dari pemangku kepentingan guna memastikan penyusunan rencana kebijakan logistik nasional yang tepat sasaran dan sesuai kebutuhan lapangan.</p>
<p>“Kami menyambut baik dan mengapresiasi kunjungan delegasi Bappenas RI di ruang Integrated Planning &amp; Control IPC TPK. Melalui digitalisasi dan pemantauan sistem secara real-time, IPC TPK terus berkomitmen untuk meningkatkan efisiensi operasional serta keandalan layanan bongkar muat. Sinergi bersama Bappenas ini sangat krusial agar perencanaan infrastruktur dan konektivitas nasional senantiasa selaras dengan dinamika operasional di lapangan,” ujar Daniel Setiawan, Senior Manager Sekretariat Perusahaan dalam rilisnya.</p>
<p>Dalam peninjauan tersebut, tim Bappenas RI mendapatkan pemaparan komprehensif mengenai arus barang, tingkat produktivitas terminal, hingga integrasi sistem digitalisasi kepelabuhanan yang menjadi tulang punggung kelancaran arus logistik di Indonesia Barat.</p>
<p>Diskusi interaktif yang berfokus pada pemetaan simpul-simpul konektivitas antara simpul laut dan darat, optimalisasi kapasitas terminal, serta strategi untuk menurunkan biaya logistik nasional. Data operasional yang disajikan secara faktual menjadi bahan evaluasi penting bagi Bappenas dalam merumuskan pemetaan potensi pengembangan wilayah secara presisi.</p>
<p>Kunjungan lapangan ini menjadi wadah kolaborasi produktif antara pembuat kebijakan nasional dan pengelola terminal sebagai garda terdepan sistem logistik maritim. Pemahaman mendalam atas kondisi faktual di terminal peti kemas DKI Jakarta diharapkan mampu memperkuat landasan penyusunan program prioritas pemerintah dalam meningkatkan nilai tambah ekonomi wilayah Indonesia Barat.</p>
<p>Integrasi jaringan konektivitas yang solid dipandang sebagai kunci utama dalam mendorong daya saing produk nasional, efisiensi arus barang, serta pemerataan pertumbuhan ekonomi antarwilayah di Indonesia.</p>
<p>“IPC TPK siap memberikan kontribusi aktif, data faktual, serta masukan konstruktif bagi Bappenas RI. Kami optimis hasil peninjauan dan koordinasi strategis ini dapat melahirkan rekomendasi kebijakan yang memperkuat konektivitas maritim, mengoptimalkan nilai tambah wilayah Indonesia Barat, serta mewujudkan ekosistem logistik nasional yang semakin efisien, andal, dan berdaya saing tinggi,” ungkap Daniel. (***)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://oceanweek.co.id/bappenas-kunjungi-ipc-tpk-ingin-tau-kondisi-riil-bongkar-muat-petikemas/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sampit Berasap, Pelindo Terminal Petikemas Gercep Lindungi Pekerja &#038; Warga</title>
		<link>https://oceanweek.co.id/sampit-berasap-pelindo-terminal-petikemas-gercep-lindungi-pekerja-warga/</link>
					<comments>https://oceanweek.co.id/sampit-berasap-pelindo-terminal-petikemas-gercep-lindungi-pekerja-warga/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[oceanweek]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 11 Aug 2026 22:30:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kontainer]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://oceanweek.co.id/?p=89838</guid>

					<description><![CDATA[Kondisi udara di Kabupaten Kotawaringin Timur, khususnya Kota Sampit, kian mengkhawatirkan akibat kepungan kabut asap Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Merespons eskalasi tersebut, PT Pelindo Terminal Petikemas melalui Terminal Peti Kemas (TPK) Bagendang mengambil langkah taktis, gerak cepat (Gercep) dengan mendistribusikan ratusan masker pelindung secara langsung kepada pekerja operasional pelabuhan, pengguna jasa, serta masyarakat sekitar [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Kondisi udara di Kabupaten Kotawaringin Timur, khususnya Kota Sampit, kian mengkhawatirkan akibat kepungan kabut asap Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).</p>
<p>Merespons eskalasi tersebut, PT Pelindo Terminal Petikemas melalui Terminal Peti Kemas (TPK) Bagendang mengambil langkah taktis, gerak cepat (Gercep) dengan mendistribusikan ratusan masker pelindung secara langsung kepada pekerja operasional pelabuhan, pengguna jasa, serta masyarakat sekitar pada Minggu, 9 Agustus 2026 lalu.</p>
<p>Berdasarkan pantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kotawaringin Timur, akumulasi hotspot atau titik panas telah menembus 204 titik hanya dalam 24 jam terakhir.</p>
<p>Dampaknya sangat signifikan: Indeks Kualitas Udara (AQI) untuk polutan PM2.5 di Sampit kini berada pada kategori &#8220;Tidak Sehat&#8221;, dan jarak pandang (visibility) pada pagi hari anjlok hingga menyisakan jarak 300-400 meter.</p>
<p>Menghadapi situasi darurat ini, Akhmad Fajar, Terminal Head TPK Bagendang Bumiharjo, menginstruksikan jajarannya untuk segera turun ke lapangan.</p>
<p>&#8220;Kondisi udara dalam beberapa hari terakhir menuntut kita untuk bergerak cepat. Keselamatan dan kesehatan pekerja, serta masyarakat di ring satu pelabuhan, adalah hal yang tidak bisa ditunda. Distribusi masker ini adalah langkah perlindungan pertama yang langsung kami eksekusi agar risiko gangguan ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) dapat ditekan,&#8221; tegas Fajar.</p>
<p>Meskipun aktivitas kepelabuhanan tetap berjalan untuk menjaga rantai logistik, Akhmad Fajar menekankan bahwa prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) kini diterapkan jauh lebih ketat. Seluruh personel di area terbuka diwajibkan menggunakan masker pelindung setiap saat.</p>
<p>Di sisi lain, ancaman kabut asap juga berdampak pada keselamatan navigasi perairan. Mengacu pada Maklumat Pelayaran (<i>Notice to Mariners</i>) yang diterbitkan oleh Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Sampit, Pelindo turut menginstruksikan seluruh nakhoda dan mitra pengguna jasa laut untuk meningkatkan kewaspadaan maksimal saat berolah gerak di Alur Sungai Mentaya, Katingan, hingga Sebangau.</p>
<p>“Operasional pelabuhan dan keselamatan maritim harus berjalan beriringan dengan kesehatan manusia. Kabut asap boleh membatasi jarak pandang, namun kepedulian dan kewaspadaan kita tidak boleh berkurang. Kami akan terus memantau situasi dan berkoordinasi dengan instansi berwenang untuk memastikan semuanya terkendali,” ucap Fajar. (***)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://oceanweek.co.id/sampit-berasap-pelindo-terminal-petikemas-gercep-lindungi-pekerja-warga/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tingkatkan Layanan, TTL Tambah E-RTG</title>
		<link>https://oceanweek.co.id/tingkatkan-layanan-ttl-tambah-e-rtg/</link>
					<comments>https://oceanweek.co.id/tingkatkan-layanan-ttl-tambah-e-rtg/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[oceanweek]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 04 Aug 2026 01:04:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kontainer]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://oceanweek.co.id/?p=89595</guid>

					<description><![CDATA[PT Terminal Teluk Lamong terus memperkuat kapasitas dan kualitas layanan terminal melalui penambahan satu unit Electric Rubber Tyred Gantry (E-RTG) di Terminal Petikemas Nilam. Peralatan bongkar muat berbasis tenaga listrik tersebut tiba dari China menggunakan MV Spring Shine pada Selasa, 7 Juli 2026. Penambahan E-RTG merupakan langkah strategis perusahaan dalam meningkatkan kesiapan operasional terminal sekaligus [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>PT Terminal Teluk Lamong terus memperkuat kapasitas dan kualitas layanan terminal melalui penambahan satu unit Electric Rubber Tyred Gantry (E-RTG) di Terminal Petikemas Nilam.</p>
<p>Peralatan bongkar muat berbasis tenaga listrik tersebut tiba dari China menggunakan MV Spring Shine pada Selasa, 7 Juli 2026.</p>
<p>Penambahan E-RTG merupakan langkah strategis perusahaan dalam meningkatkan kesiapan operasional terminal sekaligus mendukung transformasi menuju pelabuhan yang lebih modern, efisien, dan ramah lingkungan.</p>
<p>Dengan memanfaatkan tenaga listrik, E-RTG diharapkan dapat meningkatkan efektivitas kegiatan di lapangan penumpukan peti kemas, mendukung produktivitas pelayanan, serta mengurangi emisi dibandingkan dengan peralatan konvensional berbahan bakar diesel.</p>
<p><img decoding="async" class="alignnone size-medium wp-image-88894" src="https://oceanweek.co.id/wp-content/uploads/2026/07/IMG_20260708_213420-300x143.jpg" alt="" width="300" height="143" srcset="https://oceanweek.co.id/wp-content/uploads/2026/07/IMG_20260708_213420-300x143.jpg 300w, https://oceanweek.co.id/wp-content/uploads/2026/07/IMG_20260708_213420.jpg 344w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" />“Penambahan E-RTG ini merupakan bagian dari komitmen PT Terminal Teluk Lamong untuk terus memperkuat infrastruktur operasional yang modern, efisien, dan ramah lingkungan. Investasi ini dilakukan agar seluruh terminal di bawah pengelolaan perusahaan semakin siap mengantisipasi pertumbuhan arus peti kemas sekaligus menghadirkan layanan yang semakin andal bagi pengguna jasa,” ujar Direktur Operasi PT Terminal Teluk Lamong, Muhammad Syukur dalam keterangan nya yang diterima Ocean Week, Senin malam.</p>
<p>Syukur menambahkan bahwa modernisasi peralatan tersebut sejalan dengan agenda transformasi Pelindo dalam mendorong pemanfaatan teknologi dan inovasi untuk meningkatkan kualitas serta keberlanjutan layanan kepelabuhanan.</p>
<p>“Sejalan dengan transformasi Pelindo, kami akan terus mendorong penerapan teknologi dan inovasi guna meningkatkan produktivitas, efisiensi, keselamatan, dan kualitas layanan terminal,” tambah Syukur.</p>
<p>E-RTG tersebut memiliki kapasitas angkat sebesar 40 ton dan kemampuan penumpukan peti kemas hingga satu di atas enam atau 1 over 6 containers.</p>
<p>Kehadiran alat ini akan memperkuat kegiatan penanganan peti kemas di lapangan penumpukan TPK Nilam setelah seluruh tahapan instalasi, pengujian, dan commissioning selesai dilaksanakan.</p>
<p>Terminal Head TPK Nilam, Retno Pujianto, menjelaskan bahwa penambahan E-RTG diharapkan memberikan dampak langsung terhadap peningkatan produktivitas operasional dan kualitas pelayanan kepada pelanggan.</p>
<p>“Kehadiran E-RTG ini akan semakin memperkuat kapasitas layanan Terminal Petikemas Nilam, khususnya dalam mendukung produktivitas di lapangan penumpukan. Setelah proses pembongkaran, instalasi, pengujian, dan commissioning selesai, alat ini ditargetkan mulai beroperasi pada awal Oktober 2026 sehingga dapat memberikan pelayanan yang semakin cepat, aman, efisien, dan andal bagi seluruh pengguna jasa,” kata Retno.</p>
<p>Melalui modernisasi infrastruktur dan pemanfaatan teknologi ramah lingkungan, PT Terminal Teluk Lamong terus berkomitmen menghadirkan layanan kepelabuhanan yang unggul dengan mengedepankan produktivitas, keselamatan dan kesehatan kerja, digitalisasi layanan, serta inovasi berkelanjutan guna mendukung terwujudnya ekosistem logistik nasional yang semakin efisien dan berdaya saing. (***)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://oceanweek.co.id/tingkatkan-layanan-ttl-tambah-e-rtg/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>TPK Banjarmasin Operasikan E-RTG Untuk Tingkatkan Produksi Bongkar Muat</title>
		<link>https://oceanweek.co.id/tpk-banjarmasin-operasikan-e-rtg-untuk-tingkatkan-produksi-bongkar-muat/</link>
					<comments>https://oceanweek.co.id/tpk-banjarmasin-operasikan-e-rtg-untuk-tingkatkan-produksi-bongkar-muat/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[oceanweek]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Jul 2026 22:27:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kontainer]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://oceanweek.co.id/?p=89448</guid>

					<description><![CDATA[PT Pelindo Terminal Petikemas melalui Terminal Petikemas Banjarmasin (TPK Banjarmasin) resmi mengoperasikan empat unit Electric Rubber Tyred Gantry Crane (E-RTG) dalam upaya meningkatkan produktivitas bongkar muat. &#8220;Penambahan peralatan bongkar muat berbasis listrik ini menjadi bagian dari strategi meningkatkan produktivitas pelayanan peti kemas sekaligus mendukung transformasi pelabuhan yang modern, efisien, dan ramah lingkungan,&#8221; kata Head Terminal [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>PT Pelindo Terminal Petikemas melalui Terminal Petikemas Banjarmasin (TPK Banjarmasin) resmi mengoperasikan empat unit Electric Rubber Tyred Gantry Crane (E-RTG) dalam upaya meningkatkan produktivitas bongkar muat.</p>
<p>&#8220;Penambahan peralatan bongkar muat berbasis listrik ini menjadi bagian dari strategi meningkatkan produktivitas pelayanan peti kemas sekaligus mendukung transformasi pelabuhan yang modern, efisien, dan ramah lingkungan,&#8221; kata Head Terminal Petikemas Banjarmasin Sirin Purnomo, Selasa, dikutip dari Antara.</p>
<p>Dia mengatakan investasi tersebut dilakukan seiring dengan kinerja operasional Terminal Petikemas Banjarmasin yang terus menunjukkan tren positif.</p>
<p>Hingga akhir semester I tahun 2026, TPK Banjarmasin berhasil melayani arus peti kemas sebanyak 236.990 box atau setara dengan 282.265 teus.</p>
<p>Capaian tersebut mencerminkan tingginya aktivitas bongkar muat di terminal sekaligus menjadi dasar perusahaan untuk terus meningkatkan kapasitas fasilitas dan peralatan operasional guna menjaga kelancaran pelayanan kepada pengguna jasa.</p>
<p>Sebelum dioperasikan, empat unit E-RTG menjalani serangkaian pengujian sesuai standar teknis yang dipersyaratkan, meliputi pemeriksaan visual, pengukuran dimensi, Non-Destructive Testing (NDT) dengan metode Magnetic Particle Testing, Function and Performance Test, Load Test, Commissioning Test, hingga Endurance Test selama 1&#215;24 jam.</p>
<p>Seluruh tahapan tersebut bertujuan memastikan aspek keselamatan, fungsi, serta keandalan peralatan sebelum digunakan dalam kegiatan operasional terminal.</p>
<p>Sirin mengatakan, penambahan empat unit E-RTG merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam memperkuat kapasitas operasional untuk menjawab pertumbuhan arus peti kemas sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepelabuhanan.</p>
<p>Beroperasinya empat unit E-RTG tersebut, jumlah Rubber Tyred Gantry Crane (RTG) di Terminal Petikemas Banjarmasin meningkat dari 12 unit menjadi 16 unit, atau bertambah sekitar 33 persen.</p>
<p>Penambahan tersebut memperkuat kapasitas pelayanan terminal dalam mengakomodasi peningkatan arus peti kemas, sekaligus mendukung percepatan proses bongkar muat.</p>
<p>Tambahan unit RTG memungkinkan distribusi peralatan pada setiap blok container yard menjadi lebih optimal, sehingga proses penerimaan, pengiriman, pemuatan dan bongkar peti kemas dapat berlangsung lebih cepat melalui pengurangan potensi waktu tunggu peralatan.</p>
<p>Selain itu, ketersediaan unit tambahan meningkatkan keandalan operasional karena tersedia cadangan alat saat dilakukan perawatan sehingga keberlangsungan pelayanan kepada pengguna jasa tetap terjaga.</p>
<p>Penggunaan E-RTG berbasis tenaga listrik juga menjadi bagian dari implementasi konsep Green Port yang terus dikembangkan PT Pelindo Terminal Petikemas.</p>
<p>Dibandingkan RTG konvensional berbahan bakar diesel, E-RTG menawarkan efisiensi energi yang lebih baik, mengurangi konsumsi bahan bakar fosil, serta berkontribusi terhadap penurunan emisi karbon dalam mendukung operasional pelabuhan yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan. (**)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://oceanweek.co.id/tpk-banjarmasin-operasikan-e-rtg-untuk-tingkatkan-produksi-bongkar-muat/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Arus Peti Kemas TPK Merauke Naik 11,44 Persen</title>
		<link>https://oceanweek.co.id/arus-peti-kemas-tpk-merauke-naik-1144-persen/</link>
					<comments>https://oceanweek.co.id/arus-peti-kemas-tpk-merauke-naik-1144-persen/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[oceanweek]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Jul 2026 18:22:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kontainer]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://oceanweek.co.id/?p=89233</guid>

					<description><![CDATA[Terminal Peti Kemas (TPK) Merauke kembali menorehkan kinerja operasional yang impresif pada Semester I Tahun 2026. Hingga akhir Juni 2026, total arus peti kemas yang dilayani menembus angka 27.523 TEUs, melonjak 11,44 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025 yang tercatat sebesar 24.698 TEUs.  Peningkatan signifikan ini mencerminkan terjaganya pelayanan operasional terminal sekaligus mengukuhkan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="yiv2432235707MsoNormal"><span lang="EN">Terminal Peti Kemas (TPK) Merauke kembali menorehkan kinerja operasional yang impresif pada Semester I Tahun 2026.</span></p>
<p class="yiv2432235707MsoNormal"><span lang="EN"> Hingga akhir Juni 2026, total arus peti kemas yang dilayani menembus angka 27.523 TEUs, melonjak 11,44 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025 yang tercatat sebesar 24.698 TEUs.</span><span lang="EN"> </span></p>
<p class="yiv2432235707MsoNormal"><span lang="EN">Peningkatan signifikan ini mencerminkan terjaganya pelayanan operasional terminal sekaligus mengukuhkan peran Pelindo dalam mendukung kelancaran arus logistik di wilayah Papua Selatan.</span><span lang="EN"> </span></p>
<p class="yiv2432235707MsoNormal"><span lang="EN">Terminal Head TPK Merauke, Muhammad Rasul Irmadani, menjelaskan bahwa capaian positif ini tidak lepas dari bergeraknya roda ekonomi dan pembangunan infrastruktur yang masif di wilayah timur Indonesia.</span><span lang="EN"> </span></p>
<p class="yiv2432235707MsoNormal"><span lang="EN">&#8220;Lonjakan arus barang ini juga didorong oleh tingginya permintaan bahan material untuk mendukung berbagai Proyek Strategis Nasional (PSN) yang saat ini masih berlangsung, khususnya di kawasan Papua Selatan,&#8221; ungkap Rasul.</span><span lang="EN"> </span></p>
<p class="yiv2432235707MsoNormal"><span lang="EN">Lebih lanjut, dia menambahkan bahwa pencapaian di paruh pertama 2026 ini merupakan buah dari komitmen perusahaan dalam menjaga efisiensi operasional secara konsisten.</span><span lang="EN"> </span></p>
<p class="yiv2432235707MsoNormal"><span lang="EN"><img decoding="async" class="alignnone size-medium wp-image-81468" src="https://oceanweek.co.id/wp-content/uploads/2025/09/IMG_20250721_204725-300x88.jpg" alt="" width="300" height="88" srcset="https://oceanweek.co.id/wp-content/uploads/2025/09/IMG_20250721_204725-300x88.jpg 300w, https://oceanweek.co.id/wp-content/uploads/2025/09/IMG_20250721_204725.jpg 627w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" />&#8220;Peningkatan ini menunjukkan bahwa aktivitas logistik di Merauke terus berkembang pesat. Kami memandang capaian ini merupakan indikator bahwa kepercayaan pengguna jasa terhadap pelayanan kami terus terjaga. Ke depan, kami akan terus melakukan optimalisasi operasional dan pemanfaatan peralatan secara maksimal guna menjamin kelancaran kinerja operasional,&#8221; tegasnya.</span></p>
<p class="yiv2432235707MsoNormal"><span lang="EN"> </span><b><span lang="EN"><i>Port Stay Time</i></span></b></p>
<p class="yiv2432235707MsoNormal"><span lang="EN">Di tengah tren pertumbuhan volume layanan, TPK Merauke terus berupaya memastikan kualitas pelayanan tidak menurun. Optimalisasi operasional dan fasilitas, serta pembaruan alat bongkar muat terbukti memberikan dampak positif secara langsung bagi pengguna jasa, terutama dalam hal kecepatan dan efisiensi waktu.</span><span lang="EN"> </span></p>
<p class="yiv2432235707MsoNormal"><span lang="EN">Dampak positif ini diakui secara langsung oleh pelaku industri pelayaran. Kepala Operasi PT Salam Pacific Indonesia Lines (SPIL) Cabang Merauke, Tony Bijaksono, menuturkan bahwa penambahan peralatan operasional dari Pelindo sangat krusial dalam mengurai kepadatan layanan.</span><span lang="EN"> </span></p>
<p class="yiv2432235707MsoNormal"><span lang="EN">&#8220;Pada Semester I Tahun 2026, kami memang melihat adanya lonjakan muatan yang berdampak pada semakin padatnya aktivitas lapangan dan antrian kapal. Namun, kehadiran peralatan operasional baru dari Pelindo sangat membantu kelancaran di area depo maupun saat bongkar muat. Dampaknya sangat terasa, <i>port stay time</i> (waktu singgah kapal) yang sebelumnya berkisar 55 jam kini berhasil ditekan menjadi sekitar 47 jam. Proses pelayanan kini menjadi jauh lebih cepat, aman, dan efisien,&#8221; papar Tony.</span><span lang="EN"> </span></p>
<p class="yiv2432235707MsoNormal"><span lang="EN">Sinergi yang kuat antara TPK Merauke, perusahaan pelayaran, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci utama terjaganya ekosistem logistik di Merauke. Ke depan, PT Pelindo Terminal Petikemas akan terus memperkuat kualitas layanan melalui peningkatan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM), modernisasi infrastruktur, dan kolaborasi erat dengan pengguna jasa.</span><span lang="EN"> </span></p>
<p dir="ltr">Melalui langkah-langkah strategis tersebut, PT Pelindo Terminal Petikemas optimistis dapat mempertahankan tren kinerja positif sekaligus mengeskalasi pertumbuhan ekonomi di wilayah Papua Selatan. (***)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://oceanweek.co.id/arus-peti-kemas-tpk-merauke-naik-1144-persen/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
