<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kapal &#8211; Ocean Week</title>
	<atom:link href="https://oceanweek.co.id/category/kapal/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://oceanweek.co.id</link>
	<description>Portal Berita Maritim Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Fri, 28 Aug 2026 13:15:19 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.1.10</generator>

<image>
	<url>https://oceanweek.co.id/wp-content/uploads/2018/07/cropped-fav-32x32.png</url>
	<title>Kapal &#8211; Ocean Week</title>
	<link>https://oceanweek.co.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Pelni-KPK Pantau Proses Bunkering Kapal Perintis, Ada Apa ?</title>
		<link>https://oceanweek.co.id/pelni-kpk-pantau-proses-bunkering-kapal-perintis-ada-apa/</link>
					<comments>https://oceanweek.co.id/pelni-kpk-pantau-proses-bunkering-kapal-perintis-ada-apa/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[oceanweek]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 28 Aug 2026 13:15:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kapal]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://oceanweek.co.id/?p=90335</guid>

					<description><![CDATA[PT Pelayaran Nasional Indonesia/Pelni (Persero) bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan pemantauan proses pengisian bahan bakar minyak (BBM) atau bunkering pada KM Sabuk Nusantara 92 di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya pada Jumat (28/8). Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari pengawasan penggunaan dan pengelolaan BBM yang sebelumnya telah dilakukan bersama KPK di Jakarta pada Juli lalu. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>PT Pelayaran Nasional Indonesia/Pelni (Persero) bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan pemantauan proses pengisian bahan bakar minyak (BBM) atau bunkering pada KM Sabuk Nusantara 92 di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya pada Jumat (28/8).</p>
<p>Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari pengawasan penggunaan dan pengelolaan BBM yang sebelumnya telah dilakukan bersama KPK di Jakarta pada Juli lalu.</p>
<p>Pemantauan di Surabaya menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperkuat pengawasan BBM di lingkungan operasional PELNI.</p>
<p>Proses pemantauan bunkering dihadiri oleh Vice President Hukum dan Kepatuhan PELNI Agustinus Prima, Vice President BBM PELNI Romadhoni, Kepala Cabang PELNI Surabaya Roni Abdullah, Manager Integrated Terminal (IT) Surabaya PT Pertamina Patra Niaga Indriati Purba Lestari, serta perwakilan surveyor dari Sucofindo.</p>
<p>Sekretaris Perusahaan PELNI Ditto Pappilanda mengatakan pengawasan terhadap pengelolaan BBM merupakan bagian penting dari komitmen perusahaan dalam memperkuat tata kelola dan memastikan seluruh proses berjalan sesuai ketentuan.</p>
<p>“PELNI berkomitmen untuk terus memperkuat pengawasan dan memastikan pengelolaan BBM dilakukan secara transparan dan akuntabel. Kolaborasi dengan KPK dan para pihak terkait menjadi bagian penting untuk memastikan proses di lapangan berjalan sesuai prosedur dan prinsip tata kelola perusahaan yang baik,” ujar Ditto.</p>
<p>Ditto menambahkan penguatan tata kelola dilakukan tidak hanya melalui pengawasan di lapangan, tetapi juga melalui pencatatan dan pengendalian penggunaan BBM selama kapal beroperasi.</p>
<p>Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan penggunaan BBM dapat dipantau dengan baik dan dipertanggungjawabkan.</p>
<p>Sebagai informasi, Surabaya menjadi lokasi kedua pemantauan proses bunkering oleh KPK setelah sebelumnya dilakukan di Cabang PELNI Jakarta.</p>
<p>Pemantauan ini merupakan bagian dari rangkaian pengawasan yang dilakukan secara bertahap di sejumlah cabang PELNI untuk melihat pelaksanaan proses bunkering dan pengelolaan BBM di lapangan.</p>
<p>Melalui pengawasan yang berkelanjutan dan kolaborasi dengan berbagai pihak, PELNI terus berupaya meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan kepatuhan sebagai bagian dari penerapan tata kelola perusahaan yang baik. (***)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://oceanweek.co.id/pelni-kpk-pantau-proses-bunkering-kapal-perintis-ada-apa/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kapal Island Sky Awali Musim Cruise di Pelabuhan Benoa</title>
		<link>https://oceanweek.co.id/kapal-island-sky-awali-musim-cruise-di-pelabuhan-benoa/</link>
					<comments>https://oceanweek.co.id/kapal-island-sky-awali-musim-cruise-di-pelabuhan-benoa/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[oceanweek]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 25 Aug 2026 08:55:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kapal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://oceanweek.co.id/?p=90235</guid>

					<description><![CDATA[Kedatangan kapal pesiar Island Sky di Pelabuhan Benoa, Bali, Senin (24/8/2026), menjadi penanda awal musim kunjungan kapal pesiar atau cruise season 2026-2027 di Pulau Dewata. General Manager Pelindo Regional III Benoa Anak Agung Gede Agung Matara mengatakan, musim kapal pesiar di Benoa umumnya berlangsung pada September hingga April. Kunjungan Island Sky menjadi sinyal aktivitas kapal [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Kedatangan kapal pesiar Island Sky di Pelabuhan Benoa, Bali, Senin (24/8/2026), menjadi penanda awal musim kunjungan kapal pesiar atau cruise season 2026-2027 di Pulau Dewata.</p>
<p>General Manager Pelindo Regional III Benoa Anak Agung Gede Agung Matara mengatakan, musim kapal pesiar di Benoa umumnya berlangsung pada September hingga April. Kunjungan Island Sky menjadi sinyal aktivitas kapal pesiar akan kembali meningkat dalam beberapa bulan ke depan.</p>
<p>“Cruise season akan segera dimulai. Kunjungan kapal, walaupun ukurannya relatif kecil, akan mengawali dimulainya cruise season pada September,” ujar Agung saat ditemui media di kantornya.</p>
<p>Menurut dia, periode tersibuk biasanya terjadi pada Desember hingga Januari. Pada puncak musim tersebut, jumlah kunjungan kapal pesiar ke Benoa dapat mencapai sekitar 20 call dalam sebulan.</p>
<p>Benoa selama ini menjadi salah satu pelabuhan utama kunjungan kapal pesiar di Indonesia. Dalam kondisi normal, pelabuhan tersebut menerima sekitar 60 kunjungan kapal pesiar per tahun. Pada 2025, jumlahnya bahkan mencapai 65 call.</p>
<p>Island Sky berbendera Bahama merupakan kapal pesiar berukuran kecil yang dioperasikan Noble Caledonia. Kapal yang dibangun pada 1992 itu memiliki panjang 90,6 meter, lebar 15,3 meter, dan tonase kotor sekitar 4.200 GT. Kapal ini dapat membawa 118 penumpang dengan sekitar 75 kru.</p>
<p>Sebagai pembanding, kapal pesiar terbesar yang pernah singgah di Benoa adalah Anthem of the Seas.</p>
<p>Kapal kelas Quantum milik Royal Caribbean itu memiliki panjang sekitar 347 meter dan tonase 168.666 GT. Kapal tersebut mampu membawa 4.180 penumpang dan sekitar 1.500 kru.</p>
<p>Pengembangan Pelabuhan Benoa melalui konsep Bali Maritime Tourism Hub diharapkan semakin memperkuat posisi Bali sebagai tujuan wisata kapal pesiar dan meningkatkan dampak ekonomi bagi sektor pariwisata lokal. (**)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://oceanweek.co.id/kapal-island-sky-awali-musim-cruise-di-pelabuhan-benoa/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>MV Digul Mas, Kapal Kontainer Elektrik Pertama Milik Temas Tbk Beroperasi di RI</title>
		<link>https://oceanweek.co.id/mv-digul-mas-kapal-kontainer-elektrik-pertama-milik-temas-tbk-beroperasi-di-ri/</link>
					<comments>https://oceanweek.co.id/mv-digul-mas-kapal-kontainer-elektrik-pertama-milik-temas-tbk-beroperasi-di-ri/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[oceanweek]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 20 Aug 2026 04:54:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kapal]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://oceanweek.co.id/?p=90082</guid>

					<description><![CDATA[PT Temas Tbk (IDX: TMAS) secara resmi menyambut kedatangan armada terbarunya, MV. Digul Mas, di Terminal Teluk Lamong, Surabaya. Langkah strategis ini menjadi milestone penting dalam transformasi dan ekspansi bisnis Perseroan. Mengusung teknologi electric powered propulsion system, MV Digul Mas tercatat sebagai kapal kontainer elektrik pertama yang beroperasi di Indonesia. Hadirnya MV. Digul Mas menegaskan komitmen nyata TEMAS dalam mendorong [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>PT Temas Tbk (IDX: TMAS) secara resmi menyambut kedatangan armada terbarunya, MV. Digul Mas, di Terminal Teluk Lamong, Surabaya.</p>
<p>Langkah strategis ini menjadi <i>milestone </i>penting dalam transformasi dan ekspansi bisnis Perseroan.</p>
<p>Mengusung teknologi <i>electric powered propulsion system</i>, MV Digul Mas tercatat sebagai kapal kontainer<i> </i>elektrik pertama yang beroperasi di Indonesia.</p>
<p>Hadirnya MV. Digul Mas menegaskan komitmen nyata TEMAS dalam mendorong transisi menuju energi hijau serta mendukung keberlanjutan di sektor maritim nasional.</p>
<p>Kapal ini mewakili era baru ekspansi armada Perseroan sebagai kapal bertenaga <i>battery </i>&amp; <i>Liquefied Natural Gas</i> (LNG) pertama yang beroperasi di industri pelayaran Indonesia, sekaligus memperkuat peran TEMAS dalam menghadirkan solusi logistik maritim yang ramah lingkungan.</p>
<p>Seperti diketahui bahwa MV Digul Mas memiliki kapasitas 468 TEUs, MV. Digul Mas menjadi kapal <i>single-fuel</i> LNG pertama yang beroperasi di Indonesia, sekaligus menandai langkah penting TEMAS dalam menghadirkan armada dengan teknologi bahan bakar yang bersih dan rendah emisi.</p>
<p>Penggunaan LNG sebagai bahan bakar mendukung upaya pengurangan emisi CO₂ dibandingkan penggunaan bahan bakar konvensional.</p>
<p>Pengoperasian kapal <i>single-fuel</i> LNG ini menjadi aset transisi strategis Perseroan sekaligus bagian dari peta dekarbonisasi TEMAS dalam mendukung target pemangkasan emisi International Maritime Organization (IMO) dan Net Zero Emission Indonesia 2060.</p>
<p>“Pengembangan armada ini merupakan wujud realisasi dari alokasi belanja modal (<i>capital expenditure</i>) yang telah dicanangkan TEMAS sejak tahun 2024. Proyek ini telah melalui proses yang panjang dengan berbagai tantangan, namun kami berhasil menyelesaikannya dan membawa teknologi elektrik ini ketahap operasional di Indonesia. Kami melihat pada tahun 2027 keseluruh 8 kapal <i>single-fuel</i> LNG dapat beroperasi penuh.” ujar Ganny Zheng, Direktur Business Development TEMAS dalam keterangan nya, di Jakarta.</p>
<p>Pencapaian ini merupakan buah dari proses panjang yang penuh tantangan. Sebagai sebuah proyek percontohan (<i>pilot project</i>), MV Digul Mas merupakan satu dari total proyek 8 unit kapal kontainer<i> </i>elektrik Perseroan.</p>
<p>Pengembangan armada ini menuntut waktu penyesuaian yang lebih panjang akibat penerapan teknologi baru yang menjadi kurva pembelajaran (<i>learning curve</i>) bagi seluruh pemangku kepentingan yang terlibat.</p>
<p>Di samping kompleksitas adaptasi teknologi, proses pembangunan juga diuji oleh faktor eksternal berupa cuaca ekstrem, mulai dari banjir bandang, gelombang panas, hingga badai typhoon, yang berdampak pada <i>timeline </i>penyelesaian.</p>
<p>Namun, seluruh proses penyesuaian dan penyempurnaan ini dilakukan secara cermat demi menjamin keandalan operasional, keselamatan, dan kesiapan teknologi.</p>
<p>Keberhasilan menuntaskan proyek percontohan ini dan merealisasikan pengoperasian MV Digul Mas di Indonesia menjadi <i>milestone </i>penting bagi TEMAS.</p>
<p>Langkah ini tidak hanya menandai pengembangan armada rendah emisi Perseroan, tetapi juga menjadi pilar awal dalam membangun ekosistem LNG terintegrasi yang siap mendukung operasional internal sekaligus membuka peluang bisnis baru.</p>
<p><strong>Perkuat Sinergi</strong></p>
<p>Lebih dari sekadar penambahan armada, kehadiran MV. Digul Mas merupakan bagian dari strategi TEMAS untuk membangun ekosistem LNG yang terintegrasi.</p>
<p>Strategi ini diperkuat melalui <i>vertical integration</i> dengan pengoperasian fasilitas mini likuifaksi gas alam milik entitas anak, PT Lestari Nasional Gas. Integrasi antara infrastruktur LNG dan armada berbahan bakar LNG tersebut menjadi pondasi penting bagi TEMAS dalam memperkuat kapabilitas energi, mendukung kebutuhan operasional armada, serta membuka peluang pengembangan bisnis LNG secara lebih luas.</p>
<p>Setelah mengantongi seluruh perizinan resmi dan memasuki tahap produksi operasional, fasilitas ini siap menjamin kepastian pasokan bahan bakar bagi MV Digul Mas serta armada TEMAS lainnya.</p>
<p>Tidak hanya memperkuat kemandirian energi internal, keberadaan <i>mini LNG</i><i> plant</i> ini juga memposisikan Perseroan untuk menangkap peluang pasar eksternal, menjadikan ekosistem menuju energi hijau ini sebagai pendorong transisi sekaligus motor pertumbuhan bisnis baru.</p>
<p>Dari sisi sumber daya manusia, seluruh awak kapal telah memperoleh sertifikasi khusus sesuai standar internasional IGF Code (<i>International Code of Safety for Ships Using Gases or Other Low-Flashpoint Fuels)</i>.</p>
<p>Melalui PT Temas Training Hub, pelatihan dan sertifikasi ketat ini memastikan bahwa operasional kapal berbahan bakar LNG di Indonesia dijalankan dengan standar keselamatan tertinggi, mitigasi risiko yang komprehensif, serta kepatuhan penuh terhadap regulasi keselamatan pelayaran global.</p>
<p>Ini merupakan wujud nyata komitmen TEMAS terhadap investasi pada keandalan sumber daya pelaut Indonesia.</p>
<p>“Ekosistem LNG ini merupakan langkah strategis TEMAS dalam membangun kapabilitas jangka panjang guna memimpin transisi energi di sektor maritim. Keberhasilan ini kian solid berkat integrasi bisnis yang erat, mulai dari kepastian pasokan bahan bakar melalui <i>mini LNG</i><i> plant</i> PT Lestari Nasional Gas, hingga kesiapan SDM bersertifikat <i>IGF Code</i> yang dicetak oleh PT Temas Training Hub. Sinergi ini tidak hanya menjamin keandalan armada internal TEMAS, tetapi juga membuka peluang besar untuk mengekspansi pasar LNG serta layanan pelatihan maritim secara lebih luas,” ujar Ganny Zheng, Direktur Business Development Temas Tbk.</p>
<p><strong>Komitmen Temas</strong></p>
<p>Kedatangan MV Digul Mas semakin memperkuat rekam jejak keberlanjutan TEMAS sebagaimana tercantum dalam Laporan Tahunan dan Keberlanjutan terbaru.</p>
<figure id="attachment_90095" aria-describedby="caption-attachment-90095" style="width: 300px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-medium wp-image-90095" src="https://oceanweek.co.id/wp-content/uploads/2026/08/IMG_20260820_114859-300x215.jpg" alt="" width="300" height="215" srcset="https://oceanweek.co.id/wp-content/uploads/2026/08/IMG_20260820_114859-300x215.jpg 300w, https://oceanweek.co.id/wp-content/uploads/2026/08/IMG_20260820_114859-120x86.jpg 120w, https://oceanweek.co.id/wp-content/uploads/2026/08/IMG_20260820_114859-350x250.jpg 350w, https://oceanweek.co.id/wp-content/uploads/2026/08/IMG_20260820_114859.jpg 720w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /><figcaption id="caption-attachment-90095" class="wp-caption-text">LNG sebagai bahan bakar. (**)</figcaption></figure>
<p>Secara berturut-turut dalam beberapa tahun terakhir, Perseroan berhasil menurunkan tingkat emisi karbon armadanya secara konsisten dari tahun ke tahun.</p>
<p>Penambahan kapal ini akan melanjutkan capaian tren positif Perseroan dalam menekan dampak lingkungan secara konsisten.</p>
<p>Pengoperasian kapal LNG pertama di Indonesia ini menjadi pijakan penting dalam strategi dekarbonisasi jangka panjang TEMAS, yang mana merupakan bagian dari upaya TEMAS untuk mempercepat transisi menuju armada yang lebih rendah emisi sekaligus memperkuat efisiensi dan keberlanjutan operasional.</p>
<p>Langkah ini menempatkan keberlanjutan tidak hanya sebagai bagian dari agenda ESG Perseroan, tetapi juga sebagai bagian dari strategi pertumbuhan dan pengembangan bisnis jangka panjang TEMAS, sekaligus mendukung transformasi industri maritim Indonesia menuju operasional yang lebih rendah emisi.</p>
<p>Direktur Utama Temas Tbk Ricky Effendi menyampaikan bahwa kedatangan MV Digul Mas merupakan moment penting bagi perseroan dan industri pelayaran Indonesia secara keseluruhan. Ini bukan hanya penambahan armada, tetapi juga langkah nyata kami atas pengembangan suatu ekosistem dalam rangka mendukung transisi menuju energi hijau di sektor maritim nasional,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Menurut Ricky, Temas akan segera mempersiapkan MV. Digul Mas untuk memasuki jalur operasional reguler dari Surabaya sebagai home base port. Entitas anak PT Mentari Mas Multimoda menargetkan kapal ini mulai beroperasi penuh dalam waktu dekat, melayani rute domestik Surabaya &#8211; Kendari &#8211; Gorontalo untuk mendukung konektivitas logistik nasional.</p>
<p>Pengoperasian MV Digul Mas ini menjadi bagian awal dari rencana strategis Perseroan yang telah menyiapkan <i>roadmap </i>operasional untuk total 8 unit kapal kontainer elektrik. Langkah bertahap ini mempertegas komitmen TEMAS dalam memperluas jangkauan armada rendah emisi di berbagai rute logistik maritim Indonesia.</p>
<p>Untuk diketahui bahwa PT Temas Tbk (IDX: TMAS) adalah perusahaan terintegrasi dalam sektor <i>maritime transportation</i>, dengan tiga bidang usaha utama yaitu angkutan laut peti kemas, jasa bongkar muat pelabuhan, serta manajemen depo peti kemas.</p>
<p>TEMAS berdiri pada tahun 1987 dan sebagai strategi pertumbuhan jangka panjang, maka pada tahun 2003 berubah menjadi perusahaan terbuka (<i>go public)</i> dengan melakukan penawaran umum perdana (IPO) dan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia dengan kode saham “TMAS”.</p>
<p>Sampai dengan akhir 2025, Perseroan mengoperasikan lebih dari 40 ribu unit peti kemas dan 57 unit kapal dengan total kapasitas angkut lebih dari 28 ribu TEUs dan lebih dari 460 ribu DWT.</p>
<p>Hingga akhir tahun 2025 jangkauan layanan yang diberikan oleh Perseroan sebanyak 68 (enam puluh delapan) pelabuhan yang membentang dari barat ke timur Indonesia.</p>
<p>Dengan penambahan di bulan Agustus 2026, MV. Digul Mas, PT Temas Tbk terus memperkuat armadanya sekaligus memimpin inisiatif kapal rendah emisi di industri maritim nasional. (**}</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://oceanweek.co.id/mv-digul-mas-kapal-kontainer-elektrik-pertama-milik-temas-tbk-beroperasi-di-ri/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Setelah MSC, Giliran One-Samudera Masuk Patimban</title>
		<link>https://oceanweek.co.id/setelah-msc-giliran-one-samudera-masuk-patimban/</link>
					<comments>https://oceanweek.co.id/setelah-msc-giliran-one-samudera-masuk-patimban/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[oceanweek]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 11 Aug 2026 11:33:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kapal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://oceanweek.co.id/?p=89835</guid>

					<description><![CDATA[Layanan peti kemas di Pelabuhan Patimban kembali bertambah. Kapal MV Sinar Bintan yang melayani layanan ONE–Samudera melakukan kunjungan perdana (maiden call) di Terminal Peti Kemas Pelabuhan Patimban pada 10–11 Agustus 2026. Kehadiran layanan tersebut menjadi perkembangan baru dalam penguatan konektivitas Pelabuhan Patimban sekaligus menambah pilihan layanan bagi pengguna jasa. MV Sinar Bintan, berbendera Singapura dengan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Layanan peti kemas di Pelabuhan Patimban kembali bertambah. Kapal MV Sinar Bintan yang melayani layanan ONE–Samudera melakukan kunjungan perdana (maiden call) di Terminal Peti Kemas Pelabuhan Patimban pada 10–11 Agustus 2026.</p>
<p>Kehadiran layanan tersebut menjadi perkembangan baru dalam penguatan konektivitas Pelabuhan Patimban sekaligus menambah pilihan layanan bagi pengguna jasa.</p>
<p>MV Sinar Bintan, berbendera Singapura dengan panjang keseluruhan (Length Overall/LOA) 147 meter dan Gross Tonnage (GT) 12.563, tiba di Pelabuhan Patimban dari Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, dan bersandar pada 10 Agustus 2026.</p>
<p>Dalam kunjungan perdananya, kapal tersebut merealisasikan kegiatan muat ekspor sebanyak 95 peti kemas (boxes) atau 190 TEUs, dengan komoditas berupa suku cadang otomotif (automotive spare parts) serta produk pulp dan kertas (pulp &amp; paper).</p>
<p>Setelah menyelesaikan kegiatan pemuatan, MV Sinar Bintan bertolak dari Pelabuhan Patimban pada 11 Agustus 2026 pukul 08.54 WIB untuk melanjutkan pelayaran menuju Singapura.</p>
<p>Kunjungan perdana MV Sinar Bintan berlangsung bersamaan dengan pelayanan MV MSC Independent III, kapal peti kemas berbendera Portugal dengan LOA 208,90 meter dan GT 26.435.</p>
<p>Kapal tersebut merupakan bagian dari layanan rutin peti kemas MSC di Pelabuhan Patimban dan pada kunjungan kali ini melayani rute dari Singapura menuju Pasir Gudang, Malaysia.</p>
<p>MV MSC Independent III bersandar pada 10 Agustus 2026 dan masih menjalani kegiatan pelayanan di Pelabuhan Patimban pada 11 Agustus 2026.</p>
<p>Dua kapal peti kemas kini dapat dilayani secara bersamaan di Pelabuhan Patimban.</p>
<p>MV MSC Independent III dan MV Sinar Bintan menempati posisi tambat yang berbeda pada Terminal Peti Kemas Pelabuhan Patimban.</p>
<p>Kondisi ini menjadi perkembangan tersendiri dalam operasional terminal seiring bertambahnya kunjungan kapal dan layanan pelayaran yang menggunakan Pelabuhan Patimban.</p>
<p>Kepala Kantor KSOP Kelas II Patimban, Mohd Arief Agustian, mengatakan bahwa bertambahnya layanan pelayaran menjadi bagian penting dalam perkembangan Pelabuhan Patimban sebagai simpul logistik yang semakin terhubung dengan jaringan pelayaran.</p>
<p>“Masuknya layanan ONE–Samudera menjadi perkembangan positif bagi Pelabuhan Patimban. Yang ingin terus kita dorong bukan hanya bertambahnya jumlah kapal yang datang, tetapi semakin banyaknya pilihan layanan dan konektivitas yang dapat dimanfaatkan oleh pengguna jasa,” ujar Arief.</p>
<p>Menurut Arief, pelayanan dua kapal peti kemas dalam waktu yang bersamaan juga memperlihatkan perkembangan aktivitas operasional terminal.</p>
<p>“Ini mungkin merupakan pemandangan yang biasa di pelabuhan yang sudah matang, tetapi bagi Patimban merupakan perkembangan penting. Artinya, aktivitas terminal mulai tumbuh dan infrastruktur yang tersedia semakin dimanfaatkan untuk melayani kebutuhan operasional yang berkembang,” ujarnya.</p>
<p>Pelabuhan Patimban sebelumnya telah melayani sejumlah layanan peti kemas internasional dan domestik. Bertambahnya layanan ONE–Samudera semakin memperluas konektivitas dan memberikan alternatif layanan logistik bagi industri dan pengguna jasa, khususnya di Jawa Barat dan kawasan hinterland Pelabuhan Patimban.</p>
<p>Muat ekspor pada kunjungan perdana MV Sinar Bintan juga menunjukkan pemanfaatan layanan tersebut untuk mendukung pergerakan komoditas industri dari Indonesia menuju pasar internasional.</p>
<p>KSOP Kelas II Patimban bersama badan usaha pelabuhan, operator terminal, perusahaan pelayaran, serta pemangku kepentingan terkait akan terus mendorong peningkatan pelayanan kepelabuhanan sejalan dengan perkembangan trafik dan layanan pelayaran di Pelabuhan Patimban. (***)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://oceanweek.co.id/setelah-msc-giliran-one-samudera-masuk-patimban/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mulai 1 Juli, Pelni Naikkan Tarif Angkutan Dry Container High Cube &#038; General Kargo</title>
		<link>https://oceanweek.co.id/mulai-1-juli-tarif-angkutan-dry-container-high-cube-kendaraan-golongan-iii-naik/</link>
					<comments>https://oceanweek.co.id/mulai-1-juli-tarif-angkutan-dry-container-high-cube-kendaraan-golongan-iii-naik/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[oceanweek]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 30 Jun 2026 12:38:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kapal]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://oceanweek.co.id/?p=88688</guid>

					<description><![CDATA[PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT PELNI (Persero) akan melakukan penyesuaian tarif layanan angkutan muatan pada kapal penumpang yang mulai berlaku untuk pemesanan sejak 1 Juli 2026. Kebijakan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya perusahaan menjaga keberlanjutan layanan angkutan muatan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada seluruh pengguna jasa. Penyesuaian tarif tidak berlaku untuk seluruh jenis [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT PELNI (Persero) akan melakukan penyesuaian tarif layanan angkutan muatan pada kapal penumpang yang mulai berlaku untuk pemesanan sejak 1 Juli 2026.</p>
<p>Kebijakan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya perusahaan menjaga keberlanjutan layanan angkutan muatan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada seluruh pengguna jasa.</p>
<p>Penyesuaian tarif tidak berlaku untuk seluruh jenis layanan, melainkan hanya mencakup beberapa kategori muatan, yaitu Dry Container High Cube, kendaraan Golongan III, General Cargo, dan General Cargo Khusus.</p>
<p>Sementara itu, pemesanan yang telah dilakukan sebelum 1 Juli 2026 tetap menggunakan tarif yang berlaku sebelumnya.</p>
<p>Sekretaris Perusahaan PELNI Ditto Pappilanda mengatakan bahwa penyesuaian tarif merupakan langkah yang diperlukan agar layanan angkutan muatan tetap berjalan optimal di tengah peningkatan biaya operasional serta kebutuhan peningkatan kualitas layanan.</p>
<p>&#8220;Bagi PELNI, yang terpenting bukan hanya mengangkut barang sampai tujuan, tetapi juga memastikan layanan yang diberikan semakin baik. Kami berkomitmen agar layanan logistik yang disediakan tetap andal, aman, dan mampu menjawab kebutuhan distribusi barang di berbagai wilayah Indonesia,&#8221; ujar Ditto.</p>
<p>Sejalan dengan penyesuaian tarif tersebut, PELNI juga terus melakukan berbagai peningkatan layanan, seperti memastikan ketersediaan kontainer di sejumlah pelabuhan, meningkatkan standar pengelolaan depo kontainer, serta memberikan kemudahan bagi pelanggan dalam memperoleh layanan asuransi muatan.</p>
<p>Selain itu, PELNI juga menghadirkan layanan muatan baru berupa Dry Container High Cube, yaitu peti kemas dengan dimensi lebih tinggi dibandingkan kontainer reguler 20 feet sehingga memiliki kapasitas muatan yang lebih besar.</p>
<p>PELNI juga menyederhanakan klasifikasi kendaraan dengan menggabungkan kendaraan Golongan IIIA dan IIIB menjadi satu kategori, yakni Golongan III, sehingga kedua jenis kendaraan tersebut kini dikenakan tarif yang sama.</p>
<p>Sementara untuk layanan general cargo, PELNI menerapkan penyesuaian tarif dengan mempertimbangkan wilayah layanan masing-masing daerah.</p>
<p>Adapun general cargo khusus merupakan layanan pengiriman komoditas buah-buahan dan sayuran yang ditempatkan di car deck KM Dobonsolo dan KM Ciremai, sehingga kualitas dan kesegaran muatan dapat lebih terjaga karena disimpan pada area dengan suhu yang lebih stabil.</p>
<p>Ditto menambahkan bahwa masyarakat maupun pelaku usaha tetap memiliki kesempatan memperoleh tarif khusus sesuai kebijakan perusahaan.</p>
<p>&#8220;Kami tetap membuka kesempatan bagi pengguna jasa untuk mengajukan tarif diskon melalui koordinasi dengan cabang muat sesuai ketentuan yang berlaku. Kami juga mengimbau pelanggan untuk melakukan pemesanan melalui aplikasi MyCargoo! maupun kantor cabang PELNI agar proses pengiriman muatan dapat berjalan lebih mudah, cepat, dan transparan,&#8221; tambah Ditto.</p>
<p>Ditto juga mengingatkan bahwa pemesanan muatan melalui aplikasi MyCargoo! dibuka mulai H-7 sebelum keberangkatan kapal. Adapun batas waktu (closing time) pemesanan berbeda untuk setiap jenis muatan, yaitu 24 jam sebelum keberangkatan untuk kontainer, 2 jam sebelum keberangkatan untuk general cargo dan kendaraan, serta 30 menit sebelum keberangkatan untuk layanan Redpack.</p>
<p>“Bagi masyarakat maupun pengguna jasa yang memerlukan informasi lebih lanjut terkait penyesuaian tarif dan layanan angkutan muatan, kami mengimbau untuk menghubungi kantor cabang PELNI terdekat agar mendapatkan informasi yang lengkap dan akurat,” pungkas Ditto.</p>
<p>Melalui kebijakan ini, PELNI berharap layanan angkutan muatan kapal penumpang dapat terus memberikan pelayanan yang semakin berkualitas, mendukung kelancaran distribusi logistik nasional, serta memenuhi kebutuhan masyarakat dan pelaku usaha di berbagai wilayah Indonesia. (***)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://oceanweek.co.id/mulai-1-juli-tarif-angkutan-dry-container-high-cube-kendaraan-golongan-iii-naik/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pertamina Gunakan Panel Surya di Kapal Minyak Untuk Dekarbonisasi</title>
		<link>https://oceanweek.co.id/pertamina-gunakan-panel-surya-di-kapal-minyak-untuk-dekarbonisasi/</link>
					<comments>https://oceanweek.co.id/pertamina-gunakan-panel-surya-di-kapal-minyak-untuk-dekarbonisasi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[oceanweek]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 13 Jun 2026 22:40:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kapal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://oceanweek.co.id/?p=88256</guid>

					<description><![CDATA[PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) mengimplementasikan penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) pada Kapal Oil Barge (OB) Patra 2303 sebagai bagian dari upaya dekarbonisasi sektor maritim. “Pemanfaatan energi surya yang dipadukan dengan baterai menunjukkan bahwa dedieselisasi tidak hanya dapat dilakukan di darat, tetapi juga di laut. Ini menjadi bukti bahwa Pertamina siap mendukung percepatan transisi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) mengimplementasikan penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) pada Kapal Oil Barge (OB) Patra 2303 sebagai bagian dari upaya dekarbonisasi sektor maritim.</p>
<p>“Pemanfaatan energi surya yang dipadukan dengan baterai menunjukkan bahwa dedieselisasi tidak hanya dapat dilakukan di darat, tetapi juga di laut. Ini menjadi bukti bahwa Pertamina siap mendukung percepatan transisi energi,” kata Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis PT Pertamina Agung Wicaksono dalam keterangan resminya, dikutip dari Antara.</p>
<p>Inisiatif tersebut mampu menurunkan emisi kapal hingga 79,2 ton CO₂ per tahun serta menghemat konsumsi bahan bakar diesel sekitar 28,08 kiloliter per tahun.</p>
<p>Sejalan dengan itu, program energi bersih di kapal menjadi langkah nyata dalam memperkuat komitmen PTK terhadap operasional yang lebih efisien dan berkelanjutan.</p>
<p>Plt. Direktur Utama PT Pertamina Trans Kontinental Eko Cahyadi menambahkan, aspek keselamatan menjadi perhatian utama sejak tahap perencanaan hingga pemasangan sistem di kapal.</p>
<p>Hal ini mengingat OB Patra 2303 merupakan kapal yang beroperasi mengangkut muatan minyak, sehingga membutuhkan standar keselamatan yang lebih tinggi dibandingkan instalasi pada fasilitas konvensional.</p>
<p>“Yang membuat proyek ini istimewa adalah pemasangan dilakukan pada kapal yang mengangkut muatan berbahaya. Karena itu, proses instalasi harus memenuhi standar keselamatan yang jauh lebih ketat,” ujarnya.</p>
<p>Implementasi PLTS pada kapal pengangkut minyak tersebut menjadi salah satu inovasi energi terbarukan di lingkungan Pertamina yang dilakukan dengan standar HSSE yang tinggi, sehingga mampu memastikan sistem beroperasi secara aman tanpa mengganggu aktivitas operasional kapal.</p>
<p>PLTS menerapkan sistem panel surya off-grid berkapasitas 11,5 kWp yang terintegrasi dengan Battery Energy Storage System (BESS) berkapasitas 32 kWh.</p>
<p>Berdasarkan estimasi, pemanfaatan energi transisi ini berpotensi mengurangi emisi hingga 79,2 ton CO₂ per tahun serta menghemat penggunaan diesel hingga 28,08 kiloliter per tahun.</p>
<p>Implementasi PLTS merupakan hasil sinergi antar entitas di lingkungan Pertamina. Kolaborasi antara PT Pertamina New &amp; Renewable Energy (PNRE) sebagai pengembang solusi energi terbarukan, PTK sebagai operator armada, serta PIS sebagai subholding Integrated Marine Logistics Pertamina. (**/ant)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://oceanweek.co.id/pertamina-gunakan-panel-surya-di-kapal-minyak-untuk-dekarbonisasi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>ATR Luncurkan Kapal Kontainer, Perkuat Indonesia Timur</title>
		<link>https://oceanweek.co.id/atr-luncurkan-kapal-kontainer-perkuat-indonesia-timur/</link>
					<comments>https://oceanweek.co.id/atr-luncurkan-kapal-kontainer-perkuat-indonesia-timur/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[oceanweek]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 22 May 2026 22:58:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kapal]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://oceanweek.co.id/?p=87646</guid>

					<description><![CDATA[PT Alfa Trans Raya (ATR), anak usaha PT Cipta Krida Bahari (CKB Logistics), meluncurkan armada kapal kontainer Alfa Trans Tiga di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Jawa Tengah, Jumat (22/5/2026). Kapal Alfa Trans Tiga dijadwalkan berlayar perdana pada akhir Juni atau awal Juli 2026. Direktur Utama Alfa Trans Raya Ety Puspitasari mengatakan peluncuran Alfa Trans Tiga [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="mb-4">PT Alfa Trans Raya (ATR), anak usaha PT Cipta Krida Bahari (CKB Logistics), meluncurkan armada kapal kontainer Alfa Trans Tiga di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Jawa Tengah, Jumat (22/5/2026).</p>
<p class="mb-4">Kapal Alfa Trans Tiga dijadwalkan berlayar perdana pada akhir Juni atau awal Juli 2026.</p>
<p class="mb-4">Direktur Utama Alfa Trans Raya Ety Puspitasari mengatakan peluncuran Alfa Trans Tiga merupakan bentuk komitmen perusahaan untuk terus tumbuh bersama pelanggan melalui solusi logistik yang relevan dengan kebutuhan operasional.</p>
<p class="mb-4">“Kami memahami bahwa keandalan layanan logistik menjadi faktor penting bagi keberlangsungan rantai pasok pelanggan. Karena itu, kehadiran Alfa Trans Tiga merupakan bagian dari investasi jangka panjang kami untuk memastikan kapasitas angkut yang memadai, jadwal layanan yang lebih terjaga, serta dukungan operasional yang makin solid bagi pelanggan di berbagai wilayah strategis,” ujar Ety melalui keterangan resminya, Jumat.</p>
<figure id="attachment_87650" aria-describedby="caption-attachment-87650" style="width: 300px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-medium wp-image-87650" src="https://oceanweek.co.id/wp-content/uploads/2026/05/IMG_20260523_055621-300x145.jpg" alt="" width="300" height="145" srcset="https://oceanweek.co.id/wp-content/uploads/2026/05/IMG_20260523_055621-300x145.jpg 300w, https://oceanweek.co.id/wp-content/uploads/2026/05/IMG_20260523_055621.jpg 615w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /><figcaption id="caption-attachment-87650" class="wp-caption-text">Kapal Alfa yang baru diluncurkan di Tanjung Emas. (**)</figcaption></figure>
<p class="mb-4">Kehadiran Alfa Trans Tiga merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk memperkuat kapasitas layanan logistik maritim yang andal, efisien, dan aman guna mendukung kebutuhan pengangkutan pelanggan dalam skala yang semakin besar.</p>
<p class="mb-4">Alfa Trans Tiga merupakan armada dengan kapasitas terbesar yang kini dimiliki perusahaan.</p>
<p class="mb-4">&#8220;Kapal tersebut dirancang untuk memenuhi kebutuhan logistik pelanggan yang semakin kompleks, khususnya pengangkutan kontainer,&#8221; katanya.</p>
<p class="mb-4">Kapal ini memiliki <em>cargo hold</em> yang luas dan efisien serta telah memenuhi persyaratan untuk menangani kargo khusus, termasuk muatan berbahaya (dangerous goods), menuju berbagai wilayah operasional strategis.</p>
<p class="mb-4">Langkah ini juga menegaskan komitmen CKB Logistics dan ATR dalam meningkatkan konektivitas serta keandalan layanan logistik maritim nasional.</p>
<p class="mb-4">Pembangunan <em>container vessel</em> baru ini merupakan investasi jangka panjang perusahaan untuk memastikan ketersediaan ruang kapal yang lebih memadai dan terjadwal, sehingga mendukung kelancaran operasional rantai pasok pelanggan, khususnya bagi industri yang membutuhkan kepastian layanan dan ketepatan waktu tinggi.</p>
<p class="mb-4">Selain itu, kapal baru tersebut akan memperkuat fleksibilitas ATR dalam melayani kebutuhan distribusi pelanggan di sektor industri utama.</p>
<p class="mb-4">“Penambahan armada ini diarahkan untuk meningkatkan kapasitas operasional ATR agar semakin adaptif dalam melayani pengiriman kargo industri, termasuk sektor pertambangan, energi, dan pengolahan mineral,” ungkap Ety.</p>
<p class="mb-4">Kapal ini diharapkan bisa memberikan kepastian bagi pelanggan untuk memperoleh solusi logistik yang lebih terukur, aman, dan sesuai dengan karakter kebutuhan di lapangan, termasuk untuk area-area operasional yang tergolong remote.</p>
<p class="mb-4">Ety menambahkan, dalam lima tahun ke depan, perusahaan berencana menambah lagi armada kapal baru sebagai implementasi rencana strategis CKB.</p>
<p><strong>Penguatan Indonesia Timur</strong></p>
<p class="mb-4">Sementara itu, Direktur Utama CKB Logistics Iman Sjafei menyampaikan bahwa Alfa Trans Tiga diproyeksikan mendukung penguatan distribusi logistik terintegrasi pada koridor pelayaran menuju Sulawesi dan kawasan Indonesia bagian tengah serta timur.</p>
<p class="mb-4">“Wilayah ini menjadi salah satu pusat pertumbuhan industri yang membutuhkan dukungan logistik maritim yang konsisten, baik dari sisi kapasitas, konektivitas, maupun kepastian layanan. Kehadiran armada baru ini diharapkan dapat membantu pelanggan menjaga stabilitas rantai pasok dari hulu hingga hilir secara lebih optimal,” ungkap Iman. (***)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://oceanweek.co.id/atr-luncurkan-kapal-kontainer-perkuat-indonesia-timur/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>PELNI Perluas Akses di Maluku Utara, Masuk ke Tobelo</title>
		<link>https://oceanweek.co.id/pelni-perluas-akses-di-maluku-utara-masuk-ke-tobelo/</link>
					<comments>https://oceanweek.co.id/pelni-perluas-akses-di-maluku-utara-masuk-ke-tobelo/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[oceanweek]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 01 May 2026 22:29:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kapal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://oceanweek.co.id/?p=87159</guid>

					<description><![CDATA[PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT PELNI (Persero) resmi memperluas akses transportasi di Maluku Utara yang ditandai KM Tatamailau sandar perdana di Pelabuhan Tobelo pada Kamis (30/4) pukul 11.00 WIT kemarin. Kehadiran perdana ini turut disambut oleh Bupati Halmahera Utara Dr. Piet Hein Babua, M.Si, sejumlah pejabat Halmahera Utara serta tokoh masyarakat setempat. Kehadiran perdana [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT PELNI (Persero) resmi memperluas akses transportasi di Maluku Utara yang ditandai KM Tatamailau sandar perdana di Pelabuhan Tobelo pada Kamis (30/4) pukul 11.00 WIT kemarin. Kehadiran perdana ini turut disambut oleh Bupati Halmahera Utara Dr. Piet Hein Babua, M.Si, sejumlah pejabat Halmahera Utara serta tokoh masyarakat setempat.</p>
<p>Kehadiran perdana KM Tatamailau di Tobelo merupakan respons Kementerian Perhubungan atas permintaan Pemerintah Daerah setempat yang telah disampaikan sejak akhir tahun 2025. Melihat potensi penumpang yang cukup tinggi dari masyarakat Tobelo dan sekitarnya, pemerintah kemudian menugaskan KM Tatamailau milik PELNI untuk melayani rute tersebut mulai triwulan kedua tahun 2026.</p>
<p>Direktur Utama PELNI Tri Andayani atau akrab disapa Anda menyatakan bahwa penambahan singgah di Tobelo merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk terus memperluas konektivitas transportasi laut di wilayah Indonesia Timur.</p>
<p>“Dengan singgah KM Tatamailau di Tobelo secara perdana, PELNI berharap dapat memberikan kemudahan akses transportasi yang lebih baik bagi masyarakat Maluku Utara. Kami siap melaksanakan tugas dari Kementerian Perhubungan dan menyambut baik permintaan Pemerintah Daerah Maluku Utara,” ujar Anda.</p>
<p>Anda menambahkan bahwa PELNI akan terus memantau perkembangan okupansi penumpang di rute baru ini.</p>
<p>“Kami optimis dengan potensi yang ada dan terus meningkatkan frekuensi pelayanan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. PELNI siap mendukung konektivitas antarwilayah di Maluku Utara melalui pelayanan yang aman, nyaman, dan terjadwal dengan baik,” terang Anda.</p>
<p>Pada kedatangan perdananya, KM Tatamailau menurunkan 13 penumpang di Tobelo. Kapal kemudian melanjutkan pelayaran pada Kamis (30/4) pukul 14.00 WIT dengan membawa 58 penumpang yang naik dari Pelabuhan Tobelo.</p>
<p>“Tobelo sendiri berstatus sebagai terminal point di bawah Cabang PELNI Ternate. Saat ini hanya kapal PELNI yang melayani Tobelo, sehingga masyarakat dapat memperoleh kepastian jadwal dan pelayanan yang lebih terjamin. Kami berkomitmen untuk menjaga keandalan dan konsistensi layanan di rute baru ini,” tambahnya.</p>
<p>Sebagai informasi, KM Tatamailau merupakan salah satu kapal penumpang milik PELNI yang memiliki kapasitas sebanyak 1.000 pax dan saat ini melayani rute terbaru yaitu Timika &#8211; Dobo &#8211; Tual &#8211; Kaimana &#8211; Fak-Fak &#8211; Sorong &#8211; Tobelo &#8211; Tidore &#8211; Bitung.</p>
<p>Adapun dermaga Tobelo yang memiliki panjang 170 meter dan lebar 20 meter mampu mengakomodasi KM Tatamailau yang berdimensi panjang 99,80 meter dan lebar 18 meter. Hal ini memastikan proses embarkasi dan debarkasi penumpang dapat berjalan dengan aman, baik dan lancar.</p>
<p>PELNI terus berupaya menghadirkan layanan transportasi laut yang semakin luas dan merata di seluruh Nusantara. Melalui penambahan singgahan baru seperti Tobelo, PELNI berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam mendukung mobilitas masyarakat serta pertumbuhan ekonomi daerah di Indonesia Timur. PELNI juga senantiasa mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan konektivitas antar daerah melalui pelayanan yang aman, nyaman dan terjangkau bagi masyarakat. (***)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://oceanweek.co.id/pelni-perluas-akses-di-maluku-utara-masuk-ke-tobelo/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pada Ultah ke-74, Pelni Telah Berubah</title>
		<link>https://oceanweek.co.id/pada-ultah-ke-74-pelni-telah-berubah/</link>
					<comments>https://oceanweek.co.id/pada-ultah-ke-74-pelni-telah-berubah/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[oceanweek]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Apr 2026 13:18:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kapal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://oceanweek.co.id/?p=87070</guid>

					<description><![CDATA[PT Pelayaran Nasional Indonesia/ PELNI (Persero) memperingati Hari Ulang Tahun ke-74 dengan menunjukkan capaian transformasi kuat. Di bawah kepemimpinan Direktur Utama Tri Andayani, PELNI telah melakukan perubahan fundamental dalam berbagai aspek operasional dan pelayanan perusahaan. Transformasi yang dilakukan selama masa kepemimpinan Tri Andayani mencakup perubahan logo perusahaan sebagai simbol semangat baru PELNI yang lebih dinamis [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>PT Pelayaran Nasional Indonesia/ PELNI (Persero) memperingati Hari Ulang Tahun ke-74 dengan menunjukkan capaian transformasi kuat. Di bawah kepemimpinan Direktur Utama Tri Andayani, PELNI telah melakukan perubahan fundamental dalam berbagai aspek operasional dan pelayanan perusahaan.</p>
<p>Transformasi yang dilakukan selama masa kepemimpinan Tri Andayani mencakup perubahan logo perusahaan sebagai simbol semangat baru PELNI yang lebih dinamis dan siap menghadapi tantangan industri maritim.</p>
<p>Identitas baru ini turut diperkuat melalui perubahan tampilan dan peremajaan kapal penumpang PELNI guna memberikan pengalaman perjalanan yang lebih nyaman dan menyenangkan.</p>
<p>Sementara itu, penguatan sistem operasional diwujudkan melalui kehadiran Operation Room yang memungkinkan pengendalian operasional secara lebih terintegrasi dan berbasis data.</p>
<p>Komitmen terhadap keselamatan pelayaran juga terus ditingkatkan melalui pengadaan Marine Evacuation System (MES) sebagai alat keselamatan modern yang memenuhi standar internasional.</p>
<p>Transformasi di Perusahaan turut didukung oleh pemerintah melalui Penyertaan Modal Negara (PMN) Tahun 2024 dan Tahun 2025, yang dimanfaatkan untuk memperkuat armada dan meningkatkan kualitas layanan PELNI sebagai tulang punggung konektivitas maritim nasional.</p>
<p>Selain itu, komitmen perusahaan terhadap transparansi dan tata kelola yang baik dibuktikan dengan capaian Keterbukaan Informasi Publik (KIP) Informatif, yang mencerminkan keterbukaan PELNI kepada masyarakat.</p>
<p>Direktur Utama PELNI Tri Andayani atau akrab disapa Anda menyatakan bahwa transformasi merupakan bagian penting dari perjalanan perusahaan yang memasuki usia ke-74 tahun.</p>
<p>“Dalam empat tahun terakhir, PELNI telah menjalani transformasi yang sangat signifikan. Kami telah melakukan perubahan mulai dari identitas visual perusahaan, penyegaran armada, hingga peningkatan infrastruktur pendukung operasional. Semua langkah ini kami lakukan untuk menghadirkan PELNI yang lebih modern dan siap melayani masyarakat dengan lebih baik,” ujar Anda.</p>
<p>Anda menambahkan bahwa dukungan Pemerintah melalui PMN menjadi momentum penting dalam perjalanan transformasi PELNI.</p>
<p>“Kami sangat bersyukur atas kepercayaan dan dukungan Pemerintah melalui Penyertaan Modal Negara tahun 2024 dan 2025. Dana tersebut kami manfaatkan untuk mempercepat peremajaan armada dan berbagai peningkatan layanan. Di usia ke-74 tahun ini, PELNI berkomitmen untuk terus bertransformasi, meningkatkan kinerja, dan menjadi perusahaan pelayaran yang semakin profesional, andal serta dipercaya masyarakat Indonesia,” tambah Anda.</p>
<p>Melalui berbagai pencapaian transformasi di bawah kepemimpinan Tri Andayani, PELNI optimis dapat semakin memperkuat perannya sebagai tulang punggung konektivitas maritim Indonesia. Di usia ke-74 tahun, PELNI juga berkomitmen untuk terus berinovasi, meningkatkan kualitas pelayanan, dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa melalui layanan transportasi laut yang, aman, andal dan terpercaya.</p>
<p><strong>Tentang PELNI</strong></p>
<p>PELNI sebagai Perusahaan Badan Usaha Milik Negara yang bergerak di bidang jasa pelayaran saat ini mengoperasikan 25 kapal penumpang yang melayani 483 ruas dan menyinggahi 75 pelabuhan.</p>
<p>Selain angkutan penumpang, PELNI juga melayani 30 trayek kapal perintis yang menjadi sarana aksesibilitas bagi mobilitas penduduk di wilayah 3TP, dimana kapal perintis menyinggahi 229 pelabuhan dengan total 516 ruas dan 2.515 rute. PELNI juga mengoperasikan sebanyak 17 kapal rede. Untuk pelayanan bisnis logistik, saat ini PELNI mengoperasikan 8 trayek tol laut serta satu trayek khusus untuk kapal ternak. (***)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://oceanweek.co.id/pada-ultah-ke-74-pelni-telah-berubah/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Muat Kontainer Lewat 5 Kapal Pelni, Ada Diskon 20%</title>
		<link>https://oceanweek.co.id/muat-kontainer-lewat-5-kapal-pelni-ada-diskon-20/</link>
					<comments>https://oceanweek.co.id/muat-kontainer-lewat-5-kapal-pelni-ada-diskon-20/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[oceanweek]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 31 Mar 2026 07:40:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kapal]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://oceanweek.co.id/?p=86317</guid>

					<description><![CDATA[PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT PELNI (Persero) resmi memberikan diskon tarif sebesar 20% untuk muatan kontainer guna mendukung kelancaran distribusi barang pascalebaran. Program ini berlaku untuk reservasi yang dilakukan mulai 27 Maret hingga 30 April 2026 dan tidak terikat pada tanggal keberangkatan kapal. Diskon 20% ini berlaku khusus untuk tarif fleet pada muatan dry [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT PELNI (Persero) resmi memberikan diskon tarif sebesar 20% untuk muatan kontainer guna mendukung kelancaran distribusi barang pascalebaran.</p>
<p>Program ini berlaku untuk reservasi yang dilakukan mulai 27 Maret hingga 30 April 2026 dan tidak terikat pada tanggal keberangkatan kapal.</p>
<p>Diskon 20% ini berlaku khusus untuk tarif fleet pada muatan dry container dan reefer container yang diangkut menggunakan lima kapal yaitu KM Dobonsolo, KM Ciremai, KM Gunung Dempo, KM Dorolonda, dan KM Sinabung, sesuai trayek reguler masing-masing kapal.</p>
<p>Sekretaris Perusahaan PELNI Ditto Pappilanda menyampaikan bahwa diskon ini hanya berlaku untuk tarif fleet, sedangkan biaya handling atau bongkar muat tetap mengikuti tarif normal di masing-masing pelabuhan.</p>
<p>“Program diskon tarif 20% untuk muatan kontainer ini merupakan langkah strategis kami untuk menjaga stabilitas kinerja angkutan barang, khususnya pada periode low season setelah arus mudik Lebaran,” ujar Ditto.</p>
<p>Ditto juga menambahkan bahwa program ini tidak berlaku untuk pengiriman kontainer kosong yang memiliki skema tarif tersendiri.</p>
<p>“Diskon ini berlaku bagi shipper reguler dan tidak ada batasan kuota per pengirim selama kapasitas ruang kapal pada KM Dobonsolo, KM Ciremai, KM Gunung Dempo, KM Dorolonda, dan KM Sinabung masih tersedia. Pelanggan dapat melakukan reservasi langsung melalui MyCargoo di aplikasi PELNI Mobile atau menghubungi kantor cabang PELNI terdekat,” tambah Ditto.</p>
<p>Ditto menargetkan program ini dapat meningkatkan load factor muatan kontainer pada kapal penumpang hingga minimal 70% selama periode pascalebaran.</p>
<p>“Kami berharap inisiatif ini dapat mendorong peningkatan volume muatan serta memberikan kemudahan bagi pelanggan dalam mendistribusikan barang ke berbagai wilayah, termasuk wilayah 3TP,” pungkas Ditto.</p>
<p>Melalui program ini, PELNI berkomitmen mendukung kelancaran rantai pasok logistik nasional di berbagai wilayah Indonesia, khususnya pada periode pascalebaran sekaligus menjaga kinerja angkutan barang tetap optimal.</p>
<p><strong>Trayek reguler kapal diskon 20% </strong></p>
<p><strong>1. KM Dobonsolo :</strong><br />
&#8211; Voyage 06 : Tg. Priok &#8211; Surabaya &#8211; Balikpapan &#8211; Makassar &#8211; Bau-Bau &#8211; Ambon &#8211; Sorong &#8211; Manokwari &#8211; Nabire &#8211; Serui &#8211; Jayapura (PP)<br />
&#8211; Voyage 07 : Tg.Priok &#8211; Surabaya &#8211; Makassar &#8211; Bau-Bau &#8211; Sorong &#8211; Manokwari &#8211; Biak &#8211; Serui &#8211; Jayapura (PP)</p>
<p><strong>2. KM Dorolonda :</strong><br />
&#8211; Voyage 06 : Surabaya -Balikpapan &#8211; Pantoloan &#8211; Bitung &#8211; Ternate &#8211; Ambon &#8211; Sorong &#8211; Manokwari &#8211; Nabire &#8211; Serui &#8211; Jayapura (PP)<br />
&#8211; Voyage 07 : Surabaya &#8211; Makassar &#8211; Bau-Bau &#8211; Namlea &#8211; Ambon &#8211; Sorong &#8211; Manokwari &#8211; Nabire &#8211; Waren &#8211; Serui &#8211; Jayapura (PP)</p>
<p><strong>3. KM Ciremai :</strong><br />
&#8211; Voyage 06 : Tg.Priok &#8211; Surabaya &#8211; Makassar &#8211; Bau-Bau &#8211; Namlea &#8211; Ambon &#8211; Sorong &#8211; Manokwari &#8211; Biak &#8211; Jayapura (PP)<br />
&#8211; ⁠Voyage 07 : Tg.Priok &#8211; Surabaya &#8211; Makassar &#8211; Bau-Bau &#8211; Ambon &#8211; Sorong &#8211; Serui &#8211; Jayapura (PP)</p>
<p><strong>4. KM Gunung Dempo :</strong>*<br />
&#8211; Voyage 06 : Tg.Priok &#8211; Surabaya &#8211; Makassar &#8211; Bau-Bau &#8211; Sorong &#8211; Manokwari &#8211; Wasior &#8211; Nabire &#8211; Jayapura (PP)<br />
&#8211; ⁠Voyage 07 : Tg.Priok &#8211; Surabaya &#8211; Makassar &#8211; Bau-Bau &#8211; Sorong &#8211; Manokwari &#8211; Wasior &#8211; Nabire &#8211; Jayapura &#8211; Nabire &#8211; Wasior &#8211; Manokwari &#8211; Sorong &#8211; Ambon &#8211; Bau-Bau &#8211; Makassar &#8211; Surabaya &#8211; Tg. Priok</p>
<p>*5. KM Sinabung :*<br />
&#8211; Voyage 06 : Surabaya &#8211; Makassar &#8211; Bau-Bau &#8211; Ambon &#8211; Sorong &#8211; Manokwari &#8211;  Biak &#8211; Jayapura (PP)<br />
&#8211; ⁠Voyage 07 : Surabaya &#8211; Balikpapan &#8211; Makassar &#8211; Bau-Bau &#8211; Banggai &#8211; Bitung &#8211; Ternate &#8211; Bacan &#8211; Sorong &#8211; Manokwari &#8211; Biak &#8211; Jayapura (PP)</p>
<p><strong>Tentang PELNI</strong></p>
<p>PELNI sebagai Perusahaan Badan Usaha Milik Negara yang bergerak di bidang jasa pelayaran saat ini mengoperasikan 25 kapal penumpang yang melayani 483 ruas dan menyinggahi 75 pelabuhan.</p>
<p>Selain angkutan penumpang, PELNI juga melayani 30 trayek kapal perintis yang menjadi sarana aksesibilitas bagi mobilitas penduduk di wilayah 3TP, dimana kapal perintis menyinggahi 229 pelabuhan dengan total 516 ruas dan 2.515 rute. PELNI juga mengoperasikan sebanyak 18 kapal rede. Untuk pelayanan bisnis logistik, saat ini PELNI mengoperasikan 8 trayek tol laut serta satu trayek khusus untuk kapal ternak. (***)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://oceanweek.co.id/muat-kontainer-lewat-5-kapal-pelni-ada-diskon-20/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
