<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Berita Lain &#8211; Ocean Week</title>
	<atom:link href="https://oceanweek.co.id/category/berita-lain/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://oceanweek.co.id</link>
	<description>Portal Berita Maritim Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Thu, 29 Oct 2026 09:01:22 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.1.10</generator>

<image>
	<url>https://oceanweek.co.id/wp-content/uploads/2018/07/cropped-fav-32x32.png</url>
	<title>Berita Lain &#8211; Ocean Week</title>
	<link>https://oceanweek.co.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Lewat Container Cup 2026, JICT Dorong Kolaborasi Ekosistem Logistik</title>
		<link>https://oceanweek.co.id/lewat-container-cup-2026-jict-dorong-kolaborasi-ekosistem-logistik/</link>
					<comments>https://oceanweek.co.id/lewat-container-cup-2026-jict-dorong-kolaborasi-ekosistem-logistik/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[oceanweek]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 29 Oct 2026 09:00:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Lain]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://oceanweek.co.id/?p=92026</guid>

					<description><![CDATA[PT Jakarta International Container Terminal (JICT) menegaskan pentingnya kolaborasi lintas perusahaan dalam memperkuat daya saing industri logistik nasional. Semangat tersebut tercermin melalui penyelenggaraan Pelindo Container Cup 2026, turnamen basket 3&#215;3 yang mempertemukan insan pelabuhan, perusahaan dalam ekosistem Pelindo, dan mitra industri logistik di GOR Soemantri Brodjonegoro, Jakarta, Sabtu (24/10). Bagi JICT, ajang ini bukan sekadar [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>PT Jakarta International Container Terminal (JICT) menegaskan pentingnya kolaborasi lintas perusahaan dalam memperkuat daya saing industri logistik nasional. Semangat tersebut tercermin melalui penyelenggaraan Pelindo Container Cup 2026, turnamen basket 3&#215;3 yang mempertemukan insan pelabuhan, perusahaan dalam ekosistem Pelindo, dan mitra industri logistik di GOR Soemantri Brodjonegoro, Jakarta, Sabtu (24/10).</p>
<p>Bagi JICT, ajang ini bukan sekadar kompetisi olahraga, melainkan ruang membangun hubungan profesional yang lebih erat, memperkuat komunikasi antar pemangku kepentingan, sekaligus menumbuhkan budaya kerja yang kolaboratif.</p>
<p>Direktur Keuangan JICT sekaligus Ketua Panitia Container Cup 2026 Max Suswendi menekankan bahwa keberhasilan industri kepelabuhanan tidak hanya ditentukan oleh infrastruktur, teknologi, dan produktivitas terminal, tetapi juga oleh kemampuan seluruh pihak untuk bekerja sebagai satu ekosistem.</p>
<p>&#8220;Logistik yang kuat tidak dibangun oleh satu perusahaan yang bekerja sendiri. Dibutuhkan kepercayaan, komunikasi, dan kolaborasi dari seluruh pelaku industri. Container Cup menjadi ruang untuk memperkuat nilai-nilai tersebut di luar aktivitas operasional sehari-hari,&#8221; kata Max di Jakarta pada Kamis (29/10/2026).</p>
<p>Container Cup sendiri memiliki akar kuat dari komunitas JICT Ballers yang menginisiasi penyelenggaraan pada 2025. Pada edisi perdana tersebut, sebanyak 18 tim dari lingkungan Pelindo Group, perbankan, dan para pemangku kepentingan serta mitra sektor logistik ikut ambil bagian.</p>
<p>Memasuki 2026, ajang ini kembali menghadirkan kompetisi lintas perusahaan dengan kategori Champion Division dan Executive Division 45+. JICT Ballers turut berpartisipasi pada kedua kategori tersebut.</p>
<p>Menurut Max, karakter permainan basket 3&#215;3 mencerminkan kemampuan yang juga dibutuhkan dalam operasional pelabuhan modern yakni pengambilan keputusan yang cepat, komunikasi efektif, disiplin, dan kerja sama tim.</p>
<p>&#8220;Di lapangan, setiap pemain harus memahami perannya, membaca situasi, dan bergerak bersama untuk mencapai tujuan. Prinsip yang sama berlaku dalam pengelolaan terminal peti kemas. Kecepatan tanpa koordinasi tidak akan menghasilkan kinerja yang optimal,&#8221; ujar Max.</p>
<p>JICT sendiri terus memperkuat transformasi operasional melalui modernisasi peralatan, digitalisasi, dan peningkatan keandalan layanan terminal peti kemas.</p>
<p>&#8220;Transformasi pelabuhan tidak hanya berbicara tentang teknologi dan peralatan yang semakin modern. Manusialah yang menggerakkan perubahan. Karena itu, membangun hubungan yang solid dan budaya kolaboratif menjadi investasi penting untuk daya saing logistik Indonesia,&#8221; kata Max.</p>
<p>Penyelenggaraan Container Cup 2026 juga diwarnai suasana duka setelah berpulangnya Direktur Utama PT Terminal Teluk Lamong, David Pandapotan Sirait, pada 24 Oktober 2026.</p>
<p>JICT menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga almarhum dan seluruh insan pelabuhan yang berduka.</p>
<p>“Bagi JICT, momentum tersebut kembali mengingatkan bahwa di atas semangat kompetisi, terdapat nilai kemanusiaan, kepedulian, dan persaudaraan yang senantiasa harus dijunjung tinggi,” ujar Max. (**)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://oceanweek.co.id/lewat-container-cup-2026-jict-dorong-kolaborasi-ekosistem-logistik/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dukung Aksi Korporasi Patuh Hukum, Pelindo Perkuat Sinergi dengan Jamdatun</title>
		<link>https://oceanweek.co.id/dukung-aksi-korporasi-patuh-hukum-pelindo-perkuat-sinergi-dengan-jamdatun/</link>
					<comments>https://oceanweek.co.id/dukung-aksi-korporasi-patuh-hukum-pelindo-perkuat-sinergi-dengan-jamdatun/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[oceanweek]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 29 Oct 2026 06:08:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Lain]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://oceanweek.co.id/?p=92020</guid>

					<description><![CDATA[PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo memperkuat sinergi dengan Kejaksaan Republik Indonesia melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Jaksa Agung Muda Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Jamdatun) tentang Penanganan Masalah Hukum Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara di Ruang Rapat Bandar Jaya, Pelindo Regional 2, Jakarta Utara. Kerja sama ini bertujuan untuk memperkuat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo memperkuat sinergi dengan Kejaksaan Republik Indonesia melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Jaksa Agung Muda Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Jamdatun) tentang Penanganan Masalah Hukum Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara di Ruang Rapat Bandar Jaya, Pelindo Regional 2, Jakarta Utara.</p>
<p>Kerja sama ini bertujuan untuk memperkuat hubungan kelembagaan, meningkatkan kepatuhan hukum, serta memitigasi risiko dalam pelaksanaan kegiatan usaha dan aksi korporasi Pelindo.</p>
<p>Penandatanganan PKS dirangkaikan dengan sharing session bertema “Streamlining BUMN” untuk memperluas pemahaman mengenai aspek hukum dan tata kelola dalam penataan serta penyederhanaan struktur korporasi BUMN, terutama di Pelindo. Penguatan pemahaman hukum menjadi semakin relevan di tengah agenda transformasi BUMN yang menuntut efektivitas, efisiensi, dan akuntabilitas dalam pengambilan keputusan bisnis.</p>
<p>Jaksa Agung Muda Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Jamdatun), Prof. (H.C.) Dr. R. Narendra Jatna, S.H., LL.M., dalam sharing session menekankan bahwa streamlining BUMN tidak semata-mata berorientasi pada pengurangan jumlah perusahaan, tetapi juga harus mendorong penciptaan nilai (value creation), transparansi, dan peningkatan daya saing.</p>
<p>“Kita sebagian besar memaknainya sebagai pengurangan jumlah BUMN. Jika dicek, yang lebih utama adalah menciptakan value creation,” ungkap Narendra.</p>
<p>Menurut Narendra, proses penataan perusahaan perlu didukung tata kelola yang baik, dokumentasi keputusan yang sistematis, serta pemahaman terhadap konteks hukum dan tujuan kebijakan yang mendasarinya.</p>
<p>Sementara itu, Direktur Utama Pelindo Achmad Muchtasyar menyampaikan bahwa penguatan pemahaman hukum merupakan kebutuhan penting bagi perusahaan dalam menjalankan aksi korporasi, terutama di tengah agenda transformasi dan penataan peta peran perusahaan.</p>
<p>“Dalam melakukan aksi-aksi korporasi, terkadang kami menganggap apa yang dikerjakan sudah benar untuk mendukung kebutuhan perusahaan. Namun, ternyata ada perspektif hukum lain yang perlu kami benahi. Karena itu, kami mengharapkan bimbingan dari Jamdatun dan jajaran Kejaksaan agar dapat menjalankan korporasi dengan tetap menghasilkan laba dan dividen bagi negara, tanpa melanggar peraturan yang berlaku,” ungkap Achmad.</p>
<p>Kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran Komisaris dan Direksi Pelindo, Group Head (GH), Executive Director (ED), dan General Manager (GM) Pelindo, Kepala Kejaksaan Tinggi Daerah Khusus Jakarta, Sekretaris Jaksa Agung Muda Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara, para Kepala Kejaksaan Tinggi di wilayah kerja Pelindo, serta para Jaksa Pengacara Negara (JPN).</p>
<p>Melalui penandatanganan PKS dan pelaksanaan sharing session ini, Pelindo berharap kolaborasi dengan Kejaksaan Republik Indonesia dapat semakin memperkuat penerapan tata kelola perusahaan yang baik, kepatuhan hukum, dan mitigasi risiko dalam setiap proses bisnis. Sinergi ini menjadi bagian dari upaya Pelindo menjalankan transformasi perusahaan secara bertanggung jawab, meningkatkan efektivitas dan efisiensi bisnis, serta menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi perusahaan dan negara.</p>
<p>“Melalui perjanjian kerja sama ini, kami mengucapkan terima kasih dan berharap sinergi antara Pelindo dan Kejaksaan Republik Indonesia semakin kuat, khususnya dalam memperoleh pendampingan, nasihat, dan legal opinion,” ucap Achmad. (**)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://oceanweek.co.id/dukung-aksi-korporasi-patuh-hukum-pelindo-perkuat-sinergi-dengan-jamdatun/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Terminal Petikemas Kijing Masih Jauh Dari Harapan</title>
		<link>https://oceanweek.co.id/terminal-petikemas-kijing-masih-jauh-dari-harapan/</link>
					<comments>https://oceanweek.co.id/terminal-petikemas-kijing-masih-jauh-dari-harapan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[oceanweek]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 28 Oct 2026 23:33:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Lain]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://oceanweek.co.id/?p=91994</guid>

					<description><![CDATA[Ketua Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (APBMI) Kalimantan Barat Amalia dan tokoh kepelabuhanan Pontianak Hamdan Godang, memprediksi terminal Kijing (terminal petikemas) di kabupaten Mempawah bisa berjalan normal kalau infrastruktur jalan dan lainnya sudah dibangun. &#8220;Kalau jalan dari dan ke terminal Kijing masih seperti sekarang ini, masih sulit terminal petikemas Kijing bisa jalan, apalagi gudang pemilik [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Ketua Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (APBMI) Kalimantan Barat Amalia dan tokoh kepelabuhanan Pontianak Hamdan Godang, memprediksi terminal Kijing (terminal petikemas) di kabupaten Mempawah bisa berjalan normal kalau infrastruktur jalan dan lainnya sudah dibangun.</p>
<p>&#8220;Kalau jalan dari dan ke terminal Kijing masih seperti sekarang ini, masih sulit terminal petikemas Kijing bisa jalan, apalagi gudang pemilik barang mayoritas masih berada di kota Pontianak,&#8221; ujar Amalia menjawab wartawan, di sela Munas APBMI di Jakarta, kemarin.</p>
<p>Menurut Amalia, pelabuhan Dwikora Pontianak masih layak untuk kegiatan kapal-kapal petikemas dan non petikemas. &#8220;Meski alur pelayaran dangkal, namun masih bisa dilalui kapal-kapal muatan petikemas, sehingga pemilik barang masih memilih Dwikora,&#8221; ucapnya.</p>
<p>Sementara Hamdan Godang yakin, terminal Kijing lambat lain pasti akan berjalan normal. &#8220;Tunggu waktunya, pasti ada kapal-kapal petikemas yang ke Kijing. Saat ini sudah ada kapal Pulau Laut yang berkegiatan di terminal Kijing,&#8221; katanya.</p>
<p>Memang, ujarnya, sekarang masih banyak kegiatan petikemas di Dwikora, karena selain peralatan bongkar muat nya lengkap, dan gudang pemilik barang juga tak jauh. &#8220;Di Kijing peralatan bongkar muat petikemas belum lengkap,&#8221; kata Hamdan.</p>
<p>Meski begitu, Hamdan tetap optimis, terminal petikemas Kijing bakal berkembang, sebagaimana di terminal non petikemas yang sekarang sudah banyak kegiatan untuk CPO. &#8220;Pastinya kedepan pelayaran dan pemilik barang akan mikir untuk menggunakan terminal Kijing,&#8221; ungkapnya. (***)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://oceanweek.co.id/terminal-petikemas-kijing-masih-jauh-dari-harapan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>TPK Koja Mengemban Layar untuk Generasi Emas di SMA Negeri 8 Yogyakarta</title>
		<link>https://oceanweek.co.id/tpk-koja-mengemban-layar-untuk-generasi-emas-di-sma-negeri-8-yogyakarta/</link>
					<comments>https://oceanweek.co.id/tpk-koja-mengemban-layar-untuk-generasi-emas-di-sma-negeri-8-yogyakarta/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[oceanweek]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 28 Oct 2026 13:27:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Lain]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://oceanweek.co.id/?p=91991</guid>

					<description><![CDATA[Dari pelabuhan, perjalanan tidak hanya membawa barang menuju berbagai penjuru Indonesia, tetapi juga dapat membawa pengetahuan dan inspirasi bagi generasi muda. Semangat tersebut dihadirkan KSO Terminal Petikemas Koja (TPK Koja), bagian dari Pelindo Group, melalui Program Pelindo Mengajar yang digelar di SMA Negeri 8 Yogyakarta pada Kamis, 22 Oktober 2026 lalu. Pelindo Mengajar merupakan bagian [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Dari pelabuhan, perjalanan tidak hanya membawa barang menuju berbagai penjuru Indonesia, tetapi juga dapat membawa pengetahuan dan inspirasi bagi generasi muda.</p>
<p>Semangat tersebut dihadirkan KSO Terminal Petikemas Koja (TPK Koja), bagian dari Pelindo Group, melalui Program Pelindo Mengajar yang digelar di SMA Negeri 8 Yogyakarta pada Kamis, 22 Oktober 2026 lalu.</p>
<p>Pelindo Mengajar merupakan bagian dari pelaksanaan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pelindo di bidang pendidikan.</p>
<p>Pada kesempatan ini, program diikuti oleh 150 siswa kelas III SMA Negeri 8 Yogyakarta, yang diajak mengenal lebih dekat dunia di balik aktivitas kepelabuhanan sekaligus memperluas pandangan mengenai dunia kerja dan peluang masa depan.</p>
<p>Kegiatan ini terasa istimewa karena narasumber utamanya merupakan bagian dari sejarah sekolah tersebut.</p>
<p>Banu Astrini, yang saat ini menjabat General Manager TPK Koja, adalah alumni SMA Negeri 8 Yogyakarta.</p>
<p>Kehadirannya di ruang aula almamaternya menghadirkan cerita nyata bagi para siswa bahwa perjalanan karier di dunia kepelabuhanan dan BUMN dapat bermula dari bangku sekolah yang sama dengan yang mereka tempati hari ini.</p>
<p>Bertindak sebagai pengajar, Banu Astrini menyampaikan materi mengenai Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Danantara, Pelindo, serta logistik dan kepelabuhanan.</p>
<p>Rangkaian materi tersebut dikemas secara dekat dengan keseharian siswa, antara lain melalui gambaran perjalanan sebuah barang pesanan daring, mulai dari pabrik, pelabuhan, hingga tiba di tangan konsumen.</p>
<p>Dalam pemaparannya, siswa diperkenalkan pada peran pelabuhan sebagai pintu gerbang perdagangan.</p>
<p>Berdasarkan materi yang disampaikan, lebih dari 80% volume perdagangan internasional menggunakan jalur laut sebagai moda transportasi utama. Di balik pergerakan tersebut, terdapat beragam profesi yang bekerja setiap hari, di antaranya pandu, planner, tallyman, operator forklift, operator crane, hingga tenaga back office.</p>
<p>Siswa juga mendapat gambaran tentang kompetensi yang dibutuhkan di dunia kerja, seperti berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi, dan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan, serta informasi mengenai tahapan menuju karier di lingkungan BUMN.</p>
<p>Selain materi kepelabuhanan, sebagai alumni, Banu Astrini turut membagikan pengalaman perjalanan kariernya sejak lulus dari SMA Negeri 8 Yogyakarta serta pesan-pesan kepemimpinan dan kepedulian sosial bagi generasi muda, di antaranya bahwa keberhasilan tidak pernah sepenuhnya bersifat individual dan pentingnya membangun jembatan, bukan tembok, dengan sesama.</p>
<p>Kegiatan berlangsung interaktif. Siswa mengikuti kuis Kahoot, yang dilaksanakan sebelum dan sesudah sesi materi, serta sesi tanya jawab bersama narasumber.</p>
<p>Sebagai bentuk apresiasi, panitia memberikan hadiah kepada pemenang kuis dan penghargaan kepada tiga siswa terbaik baik terbaik akademik dan non akademik.</p>
<p>Tidak berhenti pada berbagi wawasan, TPK Koja juga menyalurkan bantuan secara simbolis kepada SMA Negeri 8 Yogyakarta berupa bantuan sarana dan prasarana sekolah.</p>
<p>Bantuan tersebut diserahkan oleh Banu Astrini kepada Wakil Kepala Sekolah Siti Nurul Mutmainah</p>
<p>Banu Astrini, General Manager TPK Koja, menyampaikan, Melalui Pelindo Mengajar, kami ingin siswa mengenal lebih dekat dunia kepelabuhanan sekaligus melihat bahwa di balik aktivitas sebuah pelabuhan terdapat begitu banyak profesi, keahlian, dan peluang.</p>
<p>&#8220;Sebagai alumni, saya senang dapat kembali ke sekolah ini dan berharap pengalaman yang dibagikan dapat menjadi inspirasi bagi adik-adik untuk berani bermimpi dan mempersiapkan masa depannya,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Program Pelindo Mengajar sejalan dengan upaya mendukung Asta Cita, khususnya poin keempat mengenai penguatan pembangunan sumber daya manusia, sains, teknologi, dan pendidikan, sekaligus selaras dengan program pemerintah dalam mempersiapkan generasi emas menuju Indonesia Emas 2045.</p>
<p>Melalui Pelindo Mengajar, TPK Koja berharap semakin banyak generasi muda yang mengenal lebih dekat dunia kepelabuhanan, memperluas wawasan, dan berani menentukan arah masa depannya.</p>
<p>Sebab, dari pelabuhan, bukan hanya barang dan manusia yang bergerak menuju berbagai penjuru, tetapi juga harapan untuk menyiapkan generasi emas Indonesia. (**)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://oceanweek.co.id/tpk-koja-mengemban-layar-untuk-generasi-emas-di-sma-negeri-8-yogyakarta/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pendapatan JAI Tumbuh 5,33%, Efektivitas Pola Operasi Jadi Fokus Perseroan</title>
		<link>https://oceanweek.co.id/pendapatan-jai-tumbuh-533-efektivitas-pola-operasi-jadi-fokus-perseroan/</link>
					<comments>https://oceanweek.co.id/pendapatan-jai-tumbuh-533-efektivitas-pola-operasi-jadi-fokus-perseroan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[oceanweek]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 28 Oct 2026 12:05:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Lain]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://oceanweek.co.id/?p=91988</guid>

					<description><![CDATA[PT Jasa Armada Indonesia/JAI Tbk (IDX: IPCM), sebagai bagian dari Pelindo Group yang bergerak di bidang jasa pemanduan dan penundaan kapal, mencatatkan pertumbuhan pendapatan pada periode sembilan bulan yang berakhir pada 30 September 2026. Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp1,15 triliun, meningkat 5,33% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp1,09 triliun. Capaian ini mencerminkan keberlanjutan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>PT Jasa Armada Indonesia/JAI Tbk (IDX: IPCM), sebagai bagian dari Pelindo Group yang bergerak di bidang jasa pemanduan dan penundaan kapal, mencatatkan pertumbuhan pendapatan pada periode sembilan bulan yang berakhir pada 30 September 2026.</p>
<p>Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp1,15 triliun, meningkat 5,33% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp1,09 triliun. Capaian ini mencerminkan keberlanjutan aktivitas usaha Perseroan dalam mendukung layanan kepelabuhanan dan logistik maritim Indonesia.</p>
<p>Kontribusi terbesar terhadap pendapatan berasal dari jasa pelayanan kapal yang mencapai Rp1,11 triliun atau sekitar 96,51% dari total pendapatan.</p>
<p>Segmen ini didukung oleh jasa penundaan kapal sebesar Rp1,05 triliun tumbuh 7,74% YoY, serta jasa pemanduan sebesar Rp58,80 miliar. Sementara itu, pendapatan dari jasa pengangkutan dan lainnya tercatat sebesar Rp40,18 miliar meningkat 8,70% YoY.</p>
<p>Kinerja tersebut menunjukkan peran strategis layanan penundaan kapal dalam menopang pertumbuhan pendapatan Perseroan.</p>
<p>Seiring dengan pertumbuhan pendapatan, Perseroan tetap mencermati dinamika biaya operasional.</p>
<p>Hingga September 2026, beban pokok pendapatan meningkat menjadi Rp941,23 miliar dari Rp824,30 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.</p>
<p>Kondisi tersebut berdampak pada laba bruto yang tercatat sebesar Rp210,42 miliar, dibandingkan Rp269,07 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.</p>
<p>Laba bersih Perseroan tercatat sebesar Rp94,13 miliar, dibandingkan Rp140,67 miliar pada tahun sebelumnya. Penurunan ini utamanya disebabkan oleh kenaikan harga bahan bakar.</p>
<p>Menghadapi kondisi tersebut, IPCM terus memprioritaskan efektivitas pola operasional, optimalisasi utilisasi armada, serta pengelolaan pemeliharaan kapal secara terencana untuk menjaga keandalan layanan dan mendukung peningkatan profitabilitas secara berkelanjutan.</p>
<p>Pertumbuhan pendapatan pada Triwulan III 2026 didukung oleh optimalisasi pola operasi yang membuat pemanfaatan armada lebih baik, pelayanan kepada pelanggan lebih responsif sehingga waktu tunggu kapal di pelabuhan semakin singkat.</p>
<p>Perseroan juga terus mendorong pemanfaatan teknologi pendukung, seperti pemanfaatan inverter/hybrid, solar panel, shore connection dan harbour generator pada saat kapal tidak beroperasi penuh, sekaligus memperkuat sinergi di lingkungan Pelindo Group serta memperluas peluang pasar di luar ekosistem Pelindo guna menjaga keberlanjutan pertumbuhan usaha.</p>
<p>Direktur Utama PT Jasa Armada Indonesia Tbk, Dwi Rahmad Toto, menyampaikan bahwa pertumbuhan pendapatan pada Triwulan III 2026 menjadi bukti bahwa IPCM tetap mampu bertumbuh dan menjaga eksistensinya di tengah berbagai tekanan industri dan tantangan ekonomi.</p>
<p>“Ke depan, IPCM akan fokus memperkuat bisnis inti dan mengoptimalkan potensi pertumbuhan, yakni mengoptimalkan layanan dan wilayah yang telah memiliki kinerja baik, meningkatkan utilisasi armada, menjaga disiplin pengendalian biaya, serta memperluas pasar secara selektif. Kami meyakini langkah tersebut akan memperkuat daya saing Perseroan sekaligus menciptakan nilai yang berkelanjutan bagi para pemegang saham,&#8221; ujar Toto.</p>
<p>Di tengah upaya memperkuat kinerja operasional, IPCM tetap menjaga fundamental keuangan dan pengelolaan aset secara prudent. Hingga 30 September 2026, total aset Perseroan tercatat sebesar Rp1,75 triliun, meningkat 1,98% dibandingkan posisi akhir 2025 sebesar Rp1,71 triliun. Aset lancar juga meningkat 5,53% menjadi Rp1,07 triliun dari Rp1,02 triliun pada akhir 2025. Selain itu, Perseroan mencatatkan arus kas bersih dari aktivitas operasi sebesar Rp165,77 miliar. Capaian ini menjadi salah satu indikator kapasitas operasional Perseroan dalam menghasilkan kas untuk mendukung keberlangsungan usaha.</p>
<p>Ke depan, IPCM berkomitmen untuk memperkuat kinerja melalui peningkatan produktivitas armada, efektivitas pola operasional, pengembangan pasar, serta penguatan sinergi dalam ekosistem Pelindo Group. Dengan mengedepankan keselamatan, keandalan layanan, tata kelola perusahaan yang baik, dan prinsip keberlanjutan, Perseroan terus berupaya menjaga ketahanan bisnis sekaligus mendukung pertumbuhan ekosistem maritim Indonesia dan penciptaan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan. (**)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://oceanweek.co.id/pendapatan-jai-tumbuh-533-efektivitas-pola-operasi-jadi-fokus-perseroan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>KSOP Tanjung Priok Siap Bersihkan Kendaraan Odol Dari Pelabuhan</title>
		<link>https://oceanweek.co.id/ksop-tanjung-priok-siap-bersihkan-kendaraan-odol-dari-pelabuhan/</link>
					<comments>https://oceanweek.co.id/ksop-tanjung-priok-siap-bersihkan-kendaraan-odol-dari-pelabuhan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[oceanweek]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 28 Oct 2026 11:50:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Lain]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://oceanweek.co.id/?p=91985</guid>

					<description><![CDATA[Pemerintah (Kemenhub) bakal memberlakukan kendaraan Zero over dimension over load (ODOL) per Januari 2027. Wakil Menteri Perhubungan Suntana menegaskan jika pemerintah tak memberikan toleransi lagi terhadap kebijakan ini. &#8220;Mohon dukungan semua pihak, karena ini menyangkut keselamatan,&#8221; ujar Suntana, saat ditanya wartawan usai membuka Munas ke-9 APBMI di Jakarta, Rabu (28/10). Seperti diketahui bahwa Kemenhub sudah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Pemerintah (Kemenhub) bakal memberlakukan kendaraan Zero over dimension over load (ODOL) per Januari 2027.</p>
<p>Wakil Menteri Perhubungan Suntana menegaskan jika pemerintah tak memberikan toleransi lagi terhadap kebijakan ini. &#8220;Mohon dukungan semua pihak, karena ini menyangkut keselamatan,&#8221; ujar Suntana, saat ditanya wartawan usai membuka Munas ke-9 APBMI di Jakarta, Rabu (28/10).</p>
<p>Seperti diketahui bahwa Kemenhub sudah melakukan ujicoba pelarangan kendaraan ODOl di Tanjung Perak Surabaya.</p>
<p>Kepala KSOP Tanjung Priok Jhon Kenedi yang ditanya mengenai kesiapan pelaksanaan zero ODOL di pelabuhan, menyatakan akan melaksanakan aturan tersebut dengan ketat.</p>
<p>&#8220;Selagi truk ODOL beroperasi di dalam pelabuhan Priok akan kami tertibkan, namun kalau sudah diluar pelabuhan bukan tanggung jawab KSOP,&#8221; katanya.</p>
<p>Sumber lain di Tanjung Priok mengungkapkan bahwa yang banyak berseliweran muatannya over load itu mayoritas dimuat di kapal RoRo.</p>
<p>&#8220;Kalau truk petikemas ga ada yang Odol disini (pelabuhan Tanjung Priok),&#8221; ungkap Sumber yang tak mau disebut jatidirinya.</p>
<p>Dia berharap pemerintah benar-benar dapat memberlakukan kebijakan zero ODOL mulai 2027. (**)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://oceanweek.co.id/ksop-tanjung-priok-siap-bersihkan-kendaraan-odol-dari-pelabuhan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Wamenhub Buka Munas APBMI, Juswandi Dipastikan Pimpin Kembali APBMI</title>
		<link>https://oceanweek.co.id/wamenhub-buka-munas-apbmi-juswandi-dipastikan-pimpin-kembali-apbmi/</link>
					<comments>https://oceanweek.co.id/wamenhub-buka-munas-apbmi-juswandi-dipastikan-pimpin-kembali-apbmi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[oceanweek]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 28 Oct 2026 08:23:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Lain]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://oceanweek.co.id/?p=91977</guid>

					<description><![CDATA[Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (APBMI) menggelar Musyawarah Nasional (Munas) ke-9, pada Rabu (28/10/2026), bertempat di Sahid Jaya Hotel, Jakarta. Kegiatan ini dihadiri oleh ratusan anggota APBMI dari seluruh daerah di Nusantara, mulai Sabang sampai Merauke. Wamenhub Suntana resmi membuka Munas APBMI ke-9 yang mengambil tema Meningkatkan Kemitraan APBMI dengan BUP, Mewujudkan Ekosistem Kepelabuhanan yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (APBMI) menggelar Musyawarah Nasional (Munas) ke-9, pada Rabu (28/10/2026), bertempat di Sahid Jaya Hotel, Jakarta.</p>
<p>Kegiatan ini dihadiri oleh ratusan anggota APBMI dari seluruh daerah di Nusantara, mulai Sabang sampai Merauke.</p>
<p>Wamenhub Suntana resmi membuka Munas APBMI ke-9 yang mengambil tema Meningkatkan Kemitraan APBMI dengan BUP, Mewujudkan Ekosistem Kepelabuhanan yang Efisien &amp; Berdaya Guna.</p>
<p>Hadir pada Munas, antara lain Ketua Umum GINSI Capt. Subandi, ketua umum Asdeki Mustofa Kamal, ketua umum ABUPI Liana Trisnawati, direksi Pelindo Capt Hendri Ginting, ketua INSA Surabaya Steven Lesawengan, dan para pengurus APBMi dari berbagai daerah di Indonesia.</p>
<p>Dalam kesempatan ini Suntana menyampaikan bagaimana ongkos logistik harus diturunkan, dari saat ini 14 %. &#8220;Ongkos logistik masih tinggi. Target dari pemerintah bisa 8%. Kita harus bisa turunkan, dan ini tanggung jawab bersama termasuk para anggota APBMI,&#8221; ungkap Suntana.</p>
<p>Suntana juga minta agar utamakan keselamatan. &#8220;Tidak ada toleransi keselamatan sebagai prioritas. Ada SOP nya, jadi APBMI harus bisa menekan kecelakaan,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Dirut PT Pelindo Ahmad Muchtasyar pun mengatakan hal yang sama sebagaimana yang diungkapkan Wamenhub Suntana.</p>
<p>Dia menceritakan soal dwelling time, kemacetan di pelabuhan yang berdampak pada ongkos logistik.</p>
<p>&#8220;Dan kami dapat mandat untuk menyelesaikan persoalan yang ada, tidak disibukkan oleh ego sektoral, tapi bagaimana negara kemaritiman kita berdaulat. Kita belum fokus menyelesaikan masalah yang ada. Jadi bagaimana kita bisa menyelesaikan sehingga kita bisa bersaing dengan negara-negara di Asean,&#8221; katanya.</p>
<p>Ahmad berharap, dengan Munas APBMI ini bisa bermanfaat di dunia kepelabuhanan. &#8220;Bagaimana APBMI bisa membuat Tata Kelola TKBM dengan baik,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Sebelumnya, Ketua umum APBMI Juswandi Kristanto dalam sambutannya mengungkapkan bahwa dirinya sebagai ketua umum menginginkan supaya semua perusahaan bongkar muat bisa bekerja.</p>
<p>&#8220;Alhamdulillah Pelindo karena aturan sudah tak lagi bekerja bongkar muat, tetapi bongkar muat dikerjakan oleh PBM. Ibaratnya Pelindo sebagai yang punya sawah, dan kami (PBM) sebagai Petani penggarap,&#8221; ujar Juswandi, Rabu, di Jakarta.</p>
<p>Sedangkan Suwondo, Ketua Panitia dalam laporannya menyebutkan bahwa kegiatan Munas ini merupakan amanat Anggaran Dasar Anggaran Rumah Tangga. &#8220;Ini merupakan amanah, Alhamdulillah bisa kami laksanakan sekarang ini,&#8221; ujar capt. Suwondo.</p>
<p>Seperti diketahui bahwa agenda Munas, salah satu nya adalah pemilihan ketua umum APBMI periode 2026-2030.</p>
<p>Namun, dalam sambutannya, Wamenhub Suntana berkelakar, kalau Juswandi menjadi sosok yang tepat untuk melanjutkan kepemimpinan organisasi ini. Begitu pula Dirut Pelindo Ahmad Muchtasyar juga menyambut baik kalau Juswandi bisa kembali pimpin APBMI.</p>
<p>Penasihat APBMI Putut Sutopo, saat ditanya mengenai Juswandi sebagai calon kuat APBMI, tokoh APBMI dari Semarang ini hanya menjawab kalau pihaknya akan mendorong Juswandi menjadi Ketua Umum APBMI kembali.</p>
<p>&#8220;Kali ini calonnya hanya satu, Pak Juswandi,&#8221; ucapnya.</p>
<p>Apalagi, Juswandi dalam sambutannya menyatakan sudah memperoleh mandat dari sekitar 60 DPW dan DPC APBMI di seluruh Indonesia untuk bersedia menjadi ketua umum kembali.</p>
<p>&#8220;Kami dari Padang sudah minta pak Juswandi kembali,&#8221; kata Tauhid, Ketua APBMI Teluk Bayur. (***)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://oceanweek.co.id/wamenhub-buka-munas-apbmi-juswandi-dipastikan-pimpin-kembali-apbmi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>PJM Perkuat Kolaborasi dan Keselamatan Kerja Melalui Program SAIL</title>
		<link>https://oceanweek.co.id/pjm-perkuat-kolaborasi-dan-keselamatan-kerja-melalui-program-sail/</link>
					<comments>https://oceanweek.co.id/pjm-perkuat-kolaborasi-dan-keselamatan-kerja-melalui-program-sail/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[oceanweek]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 28 Oct 2026 01:57:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Lain]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://oceanweek.co.id/?p=91974</guid>

					<description><![CDATA[PT Pelindo Jasa Maritim (PJM) melaksanakan Program SAIL (Speak, Assess, Integrate, Learn) Batch II di Balikpapan, Samarinda, dan Bontang pada 14–16 Oktober 2026. Program ini bertujuan memperkuat komunikasi antara manajemen dan pekerja, mengidentifikasi kendala operasional, serta mendorong penyelesaian masalah melalui kerja sama lintas fungsi. Kegiatan yang berlangsung di Area Kalimantan 1 dan Area Kalimantan 2, Wilayah 4 PJM, ini merupakan bagian dari program internalisasi budaya perusahaan Break The Silo (BTS). Melalui program tersebut, PJM mendorong keterbukaan komunikasi, peningkatan kualitas pelayanan, penguatan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>PT Pelindo Jasa Maritim (PJM) melaksanakan Program SAIL (<i>Speak, Assess, Integrate, Learn</i>) Batch II di Balikpapan, Samarinda, dan Bontang pada 14–16 Oktober 2026. Program ini bertujuan memperkuat komunikasi antara manajemen dan pekerja, mengidentifikasi kendala operasional, serta mendorong penyelesaian masalah melalui kerja sama lintas fungsi.</p>
<p>Kegiatan yang berlangsung di Area Kalimantan 1 dan Area Kalimantan 2, Wilayah 4 PJM, ini merupakan bagian dari program internalisasi budaya perusahaan <i>Break T</i><i>he</i><i> Silo</i> (BTS). Melalui program tersebut, PJM mendorong keterbukaan komunikasi, peningkatan kualitas pelayanan, penguatan budaya keselamatan kerja, serta terciptanya lingkungan kerja yang saling menghargai.</p>
<p>Direktur Keuangan, SDM dan Manajemen Risiko PJM, Aris Subagyo, mengatakan bahwa SAIL menjadi sarana bagi manajemen untuk memahami langsung kondisi operasional sekaligus mendengarkan masukan dari pekerja di lapangan.</p>
<p>“Melalui SAIL, manajemen dapat berdialog langsung dengan pekerja untuk mengetahui kendala yang mereka hadapi. Masukan tersebut menjadi dasar dalam merumuskan langkah perbaikan yang melibatkan berbagai fungsi di perusahaan,” ujar Aris.</p>
<p>Program SAIL Batch II melibatkan Manajemen Kantor Pusat, Manajemen Wilayah, serta pekerja dari berbagai fungsi operasional, mulai dari perwira pandu, anak buah kapal (ABK), operator radio, <i>planner</i>, hingga pekerja administrasi.</p>
<p>Kegiatan diawali dengan <i>Management Walkthrough</i> (MWT), yakni kunjungan manajemen ke sejumlah fasilitas operasional, antara lain <i>pilot station</i>, kapal tunda, serta ruang <i>Planning and Control</i> (PnC). Peninjauan ini dilakukan untuk melihat kondisi kerja, penerapan prosedur keselamatan, kualitas pelayanan, dan potensi kendala dalam kegiatan operasional.</p>
<p>Hasil peninjauan kemudian dibahas bersama pekerja melalui sesi diskusi dan penyampaian aspirasi. Dalam forum tersebut, pekerja dapat menyampaikan kendala, kebutuhan operasional, serta usulan perbaikan secara langsung kepada manajemen.</p>
<p>Sejumlah isu yang dibahas meliputi kebutuhan tambahan tenaga pandu di beberapa unit, peningkatan kompetensi pekerja, pengembangan jenjang karier perwira pandu, serta peremajaan fasilitas pendukung pelayanan pemanduan.</p>
<p>Selain itu, aspek keselamatan dan kesehatan kerja turut menjadi perhatian, khususnya terkait pengaturan pola jaga dan risiko kelelahan (<i>fatigue</i>) pekerja operasional. Pembahasan juga mencakup penerapan <i>Standard Operating Procedure</i> (SOP), <i>Work Instruction</i> (WI), serta sosialisasi aplikasi RTG (<i>Ready </i><i>To</i><i> Go</i>) untuk mendukung peningkatan kesadaran keselamatan kerja.</p>
<p>Melalui sesi <i>Insight Session from Board of Directors</i>, manajemen juga memberikan arahan terkait pengelolaan sumber daya manusia, termasuk pemenuhan kebutuhan tenaga kerja, pengembangan kompetensi, pola karier, dan dukungan fasilitas kerja.</p>
<p>Program SAIL dilaksanakan melalui tiga tahapan utama, yaitu <i>Operational Assessment</i>, <i>Speaker</i> (Suara Pekerja), dan <i>Marine Collab Squad</i>.</p>
<p>Tahap <i>Operational Assessment</i> dilakukan untuk mengidentifikasi kondisi dan permasalahan operasional di lapangan. Selanjutnya, melalui <i>Speaker</i>, pekerja dan manajemen berdiskusi untuk menyampaikan masukan serta merumuskan alternatif solusi. Adapun <i>Marine Collab Squad</i> diarahkan untuk membentuk kerja sama lintas fungsi dalam menindaklanjuti hasil temuan dan menyusun langkah perbaikan.</p>
<p>Aris menjelaskan bahwa tindak lanjut hasil kegiatan menjadi bagian penting dari pelaksanaan SAIL. Setiap persoalan yang ditemukan perlu dikoordinasikan dengan fungsi terkait agar penyelesaiannya tidak terhambat oleh batas kewenangan antarunit.</p>
<p>“SAIL bukan hanya forum untuk menyampaikan aspirasi. Kami ingin setiap masukan dapat ditelaah dan ditindaklanjuti secara terukur, sehingga hasilnya dapat dirasakan oleh pekerja dan berdampak pada peningkatan kualitas layanan operasional,” jelasnya.</p>
<p>Pelaksanaan program ini juga mendukung arah transformasi perusahaan yang sejalan dengan semangat penguatan tata kelola, kualitas sumber daya manusia, dan efisiensi operasional yang didorong oleh Danantara Indonesia.</p>
<p>Melalui SAIL Batch II, PJM terus memperkuat budaya kerja <i>One PJM – One </i><i>Pelindo</i> dengan mendorong kolaborasi antara kantor pusat, wilayah, dan unit operasional. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat penyelesaian kendala di lapangan, meningkatkan keselamatan kerja, serta mendukung pelayanan jasa kepelabuhanan yang lebih aman dan andal. (**)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://oceanweek.co.id/pjm-perkuat-kolaborasi-dan-keselamatan-kerja-melalui-program-sail/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kedepankan Transparansi Pelaporan, IPC TPK Raih Platinum Award Ajang IARA</title>
		<link>https://oceanweek.co.id/kedepankan-transparansi-pelaporan-ipc-tpk-raih-platinum-award-ajang-iara/</link>
					<comments>https://oceanweek.co.id/kedepankan-transparansi-pelaporan-ipc-tpk-raih-platinum-award-ajang-iara/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[oceanweek]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 27 Oct 2026 11:56:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Lain]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://oceanweek.co.id/?p=91971</guid>

					<description><![CDATA[IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) kembali menorehkan prestasi gemilang dengan memenangkan Platinum Award &#8220;The Best Annual Report Award 2026&#8243; untuk kategori Private Company Sector Maritime, Logistic &#38; Port pada ajang bergengsi Indonesia Annual Report Award (IARA) 5, 2026 yang diselenggarakan oleh majalah Economic Review. &#8220;Penghargaan ini adalah bentuk komitmen IPC TPK dalam mengedepankan prinsip transparansi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class="yiv5471144032elementToProof">IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) kembali menorehkan prestasi gemilang dengan memenangkan <i>Platinum Award</i> &#8220;<i>The Best Annual Report Award</i> 2026&#8243; untuk kategori <i>Private Company Sector Maritime, Logistic &amp; Port</i> pada ajang bergengsi Indonesia Annual Report Award (IARA) 5, 2026 yang diselenggarakan oleh majalah Economic Review.</div>
<div class="yiv5471144032elementToProof"></div>
<div class="yiv5471144032elementToProof">&#8220;Penghargaan ini adalah bentuk komitmen IPC TPK dalam mengedepankan prinsip transparansi dan tata kelola perusahaan yang baik (<i>Good Corporate Governance</i>). IPC TPK mendedikasikan apresiasi ini kepada seluruh insan perusahaan dan pemangku kepentingan yang terus mendukung kualitas pelaporan kinerja,&#8221; ujar Daniel Setiawan, Senior Manager Sekretariat Perusahaan.</div>
<div class="yiv5471144032elementToProof"></div>
<div class="yiv5471144032elementToProof">Penghargaan ini diterima oleh Senior Manager Sekretariat Perusahaan IPC TPK, Daniel Setiawan, dalam acara penganugerahan yang mempertemukan berbagai pimpinan perusahaan terkemuka di Indonesia.</div>
<div></div>
<div class="yiv5471144032elementToProof">Keberhasilan IPC TPK memenangkan penghargaan ini didorong oleh kualitas penyajian Laporan Tahunan yang secara utuh memotret transformasi berkelanjutan perusahaan, mulai dari inovasi layanan, digitalisasi operasional, capaian produktivitas, hingga kontribusi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).</div>
<div class="yiv5471144032elementToProof"></div>
<div class="yiv5471144032elementToProof">Ajang IARA yang diinisiasi oleh Economic Review ini telah memasuki tahun kelima penyelenggaraannya, menjadikannya barometer bergengsi yang mengapresiasi kualitas Laporan Tahunan terbaik di Indonesia.</div>
<div></div>
<div class="yiv5471144032elementToProof">Proses penjurian IARA 5 2026 dilakukan secara ketat, objektif, dan independen oleh dewan juri ahli yang terdiri dari media, akademisi, profesional, praktisi bisnis, hingga pengamat independen. Penilaian difokuskan pada kedalaman informasi tata kelola perusahaan, analisis manajemen atas kinerja keuangan dan non-keuangan, hingga tingkat kepatuhan terhadap regulasi keterbukaan informasi.</div>
<div class="yiv5471144032elementToProof"></div>
<div>&#8220;Penghargaan ini menjadi motivasi bagi IPC TPK untuk terus mempertahankan standar kepatuhan pelaporan yang telah berjalan dengan baik. Ke depannya, kami akan senantiasa mengedepankan keterbukaan informasi publik secara akurat dan komprehensif sebagai bentuk akuntabilitas perusahaan kepada seluruh pemangku kepentingan,&#8221; ungkap Daniel. (**)</div>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://oceanweek.co.id/kedepankan-transparansi-pelaporan-ipc-tpk-raih-platinum-award-ajang-iara/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Para Pengusaha Keagenan Kapal Keluhkan Seringnya Inaportnet Ngadat</title>
		<link>https://oceanweek.co.id/para-pengusaha-keagenan-kapal-keluhkan-seringnya-inaportnet-ngadat/</link>
					<comments>https://oceanweek.co.id/para-pengusaha-keagenan-kapal-keluhkan-seringnya-inaportnet-ngadat/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[oceanweek]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 26 Oct 2026 10:17:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Lain]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://oceanweek.co.id/?p=91937</guid>

					<description><![CDATA[Puluhan pengusaha keagenan dari berbagai daerah di Indonesia mengeluhkan sering ngadatnya sistem Inaportnet, sehingga mengganggu proses kelancaran arus kapal dan barang di pelabuhan. Mereka minta supaya penyelenggara sistem Inaportnet diaudit agar permasalahan yang kerap dialami sistem ini bisa ketahuan. &#8220;Jangan hanya kami (usaha keagenan-red) saja yang setiap dua tahun diaudit, tapi apakah kami juga bisa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Puluhan pengusaha keagenan dari berbagai daerah di Indonesia mengeluhkan sering ngadatnya sistem Inaportnet, sehingga mengganggu proses kelancaran arus kapal dan barang di pelabuhan.</p>
<p>Mereka minta supaya penyelenggara sistem Inaportnet diaudit agar permasalahan yang kerap dialami sistem ini bisa ketahuan. &#8220;Jangan hanya kami (usaha keagenan-red) saja yang setiap dua tahun diaudit, tapi apakah kami juga bisa tau sistem Inaportnet juga diaudit,&#8221; ujar Santo, Ketua ISAA Palembang, saat dialog dalam Rakernas ISAA di Bogor, Jawa Barat, Senin (26/10) siang.</p>
<p>Menurut Santo, sistem ini sering trouble, sehingga mengganggu kinerjanya. &#8220;Ada juga keterlambatan yang sering dialami para agen, karena petugas meng-enter, padahal semua nya sudah beres. Makanya apakah tidak bisa untuk enter ini otomatis, jadi setelah semua selesai langsung otomatis,&#8221; ungkap Santo.</p>
<p>Keluhan yang sama pun dialami oleh usaha keagenan dari Sulawesi. &#8220;Server untuk Inaportnet sepertinya perlu diperkuat, untuk menghindari masalah, mengingat pengguna nya sekarang sangat banyak,&#8221; katanya.</p>
<p>Menanggapi keluhan tersebut, Kasubdit Bidang informasi Dirjen Hubla, mengungkapkan akan mendiskusikannya dengan bagian lain di Kemenhub yang menangani Inaportnet. (***)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://oceanweek.co.id/para-pengusaha-keagenan-kapal-keluhkan-seringnya-inaportnet-ngadat/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
