Kementerian Perhubungan mengimbau kepada seluruh pihak khususnya para pemilik/operator kapal pelayaran rakyat di Pelabuhan Kaliadem Muara Angke untuk menciptakan budaya pelayaran yang selamat.

Demikian disampaikan Direktur Jenderal Perhubungan Laut R. Agus H. Purnomo saat memberikan pengarahan pada kegiatan Sosialisasi Keselamatan Pelayaran di Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas V Muara Angke, Kamis (12/7).

Dirjen Agus meminta kepada seluruh stakeholder untuk menciptakan budaya pelayaran yang selamat, mulai dari memastikan kapal harus disertifikasi sesuai standar yang ada, memenuhi persyaratan minimum keselamatan, melengkapi kapal dengan alat-alat keselamatan paling sedikit harus ada life jacket, alat pemadam kebakaran dan pompa jika sewaktu-waktu kapal bocor.

“Kru kapal juga harus aktif mengkampanyekan kepada masyarakat akan pentingnya budaya keselamatan, misalnya dengan mengimbau penumpang untuk menggunakan life jacket dan tidak membuang sampah atau puntung rokok ke laut,” ujarnya.

Dirjen Agus menjelaskan, Pelabuhan Kaliadem Muara Angke memiliki peran penting sebagai titik keberangkatan kapal menuju Kepulauan Seribu sehingga aspek keselamatan pelayaran menjadi hal yang sangat penting, terlebih pada saat hari libur banyak wisatawan yang akan berlayar menuju Kepulauan Seribu. Untuk itulah diperlukan sosialisasi keselamatan pelayaran, termasuk dengan membagikan life jacket kepada pemilik/operator kapal pelayaran rakyat yang menjadi program utama Ditjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan.

“Hari ini kita memulai kampanye keselamatan pelayaran karena keselamatan sangat penting dan menjadi tanggungjawab bersama. Untuk itu diperlukan sinergi dan gotong royong dengan seluruh pihak dalam menciptakan budaya keselamatan,” katanya.

Dirjen Agus menambahkan, hal penting lain yang harus dijaga adalah kebersihan pelabuhan.

“Saya minta kepada KSOP Muara Angke agar bekerjasama dengan pihak-pihak terkait untuk meningkatkan program kebersihan di pelabuhan Kaliadem, menambah jumlah petugas kebersihan, dan menyediakan tempat sampah yang cukup, sehingga saya yakin image Pelabuhan Kaliadem akan berubah menjadi pelabuhan yang bersih dan nyaman,” imbuhnya.

Agus Purnomo juga menginstruksikan kepada seluruh jajaran Ditjen Perhubungan Laut untuk menerapkan aturan keselamatan secara tegas dan bijaksana.

Sementara itu, Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) Junaidi menuturkan, sebagai wujud nyata dari upaya yang dilakukan Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut yakni dengan mengadakan Sosialisasi Keselamatan Pelayaran yang bertemakan “Siap Siaga untuk Keselamatan Pelayaran” serta pemberian life jacket kepada pelayaran rakyat.

Tujuan Sosialisasi Keselamatan Pelayaran ini, lanjut Junaidi, adalah untuk mengedukasi dan membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga keselamatan dan keamanan pelayaran serta membudayakan penggunaan alat keselamatan kepada masyarakat.

“Melalui sosialisasi keselamatan pelayaran ini kami imbau kepada semua pihak baik operator maupun pengguna jasa agar selalu bersinergi mewujudkan keselamatan dan keamanan pelayaran dengan mematuhi aturan aturan tentang keselamatan pelayaran,” pungkasnya.

Sebagai informasi, Direktorat Kesatuan Penjagaan laut dan Pantai (KPLP) selaku pengawas Keselamatan Pelayaran memberikan bantuan 200 unit Life Jacket kepada pemilik/operator kapal pelayaran rakyat di Pelabuhan Kaliadem sebagai salah satu wujud usaha pemenuhan aspek keselamatan angkutan di perairan Muara Angke.

Adapun pada tahun 2017 Direktorat KPLP telah memberikan bantuan life jacket sebanyak 900 Unit di 3 Lokasi, yaitu, Aceh, Cilacap, dan Banjarmasin, serta pada tahun 2018 telah diberikan juga bantuan 300 life jacket di Sibolga dari rencana 1.200 life jacket akan diberikan pada tahun ini. (hub/**)