Pengenaan tarif progresif di pelabuhan Tanjung Priok kembali dibahas antara pihak PT Pelindo, para operator terminal, dan asosiasi terkait, bertempat di Kantor Otoritas Pelabuhan (OP) Priok, Rabu (11/7).

Pembahasan tarif progresif dipimpin oleh pemerintah (OP) Priok. Pada kesempatan itu, ketua GPEI Khairul Mahali menyatakan, berdasarkan kesepakatan, tarif progresif tidak diterapkan/dikenakan pada hari raya, dan hari libur nasional.

“Ada terminal yang sudah secara sistem menjalankan, tapi masih ada yang belum.
Akibat pemilik barang harus mengajukan restitusi,” kata Khairul kepada Ocean Week, Rabu siang.

Oleh karena itu, ujar Khairul, otoritas pelabuhan (OP) harus mengingatkan dan memonitor pelaksanaan sistem ini berjalan di semua terminal untuk menjamin dilaksanakanya kesepakatan yang merupakan produk hukum yang mengikat bagi para pihak yang bersepakat.

“Itu yang kami ajukan keterkaitan impor barang modal tujuan ekspor,” ungkapnya.

Khairul juga menyatakan, pihak operator terminal juga sepakat mengembalikan restitusi. “Kalau ada restitusi ya harus dikembalikan,” kata koordinator ALFI se-Sumatera tersebut.

Menurut dia, semua kesepakatan (KKB) akan dievsluasi/disempurnakan sesuai dengan kondisi eksisting. (***)