Karena cuaca tidak baik, pihak Syahbandar Pelabuhan Penyeberangan Balohan Sabang, mengentikan kegiatan pelayaran. Karena itu pelabuhan ini tampak penuh sesak orang dan kenderaan yang akan melakukan penyeberangan ke pelabuhan Ulele Banda Aceh, menumpuk di dermaga.

Irfan, salah satu petugas pelabuhan mengungkapkan, bahwa penghentian sementara ini karena instruksi Syahbandar untuk keselamatan pelayaran. “Akibatnya, ratusan kenderaan dan orang yang mau nyeberang ke Ulele Banda Aceh, menumpuk di dermaga,” ujar Irfan kepada Ocean Week, Rabu (11/7), di Sabang.

Namun, pada Rabu itu, kapal Roro Bureng sudah mulai bisa melayani penumpang dan dapat kembali melakukan penyeberangan. Sejumlah kapal cepat juga sudah terlihat mulai bergerak. Para penumpang yang tadinya sempat menunggu berjam-jam pun terlihat sabar mengantre, karena demi keselamatan mereka.

Menurut Irfan, kapal sudah menghentikan kegiatan penyeberangan dari hari Minggu, akibat cuaca buruk. “Cuaca seperti ini sering ada di Perairan Sabang, dan masyarakat juga sudah mengetahui tentang cuaca yang kurang baik. Makanya, kita harus sabar dengan kondisi buruk ini, jangan sampai dipaksa, akhirnya bisa kejadian seperti di Danau Toba Sumut (kapal tenggelam),” ungkapnya.

Sementara itu, Neni, salah seorang warga Sabang yang hendak menyebrang, mengugkapkan penyeberangan disini agak terkendala jika kapal ferry yang besar docking, seperti saat ini. “Kapal sedang Docking. Sebenarnya, disaat penumpang padat seperti ini jangan dulu naik dock. Jumlah kapal kurang, apalagi Kapal BRR, kapalnya besar dari sisi keamanannya lebih baik,” ucapnya.

Neni berharap, kedepan supaya para penguasa Pelabuhan Penyeberangan dapat menata secara baik soal Pelayaran penyeberangan ini, agar tidak terjadi kepadatan seperti ini. (rat/ow)