Kapal cepat (speed boat) Permai II yang konon memuat calon jemaah haji asal desa Ilath mengalami musibah tenggelam di Perairan Pulau Buru, Maluku, pada Selasa (10/7). Akibat kejadian itu, satu orang meninggal dunia. Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) kelas II Namlea, berhasil mengevakuasi korban.

“Informasi yang kami terima, spead boat dari Desa Ilath menuju Kota Namlea mengalami kecalakaan laut dan kita dapat informasi jam 10.30 WIT jumlah penumpang 45 orang dan 3 orang ABK,” kata Kasie Operasi SAR Ambon, Andireas Johanes, Selasa (10/7).

Kepala UPP kelas II Namlea, Ihsan Tidore menyatakan speed boat dengan kapasitas 60 orang itu berlayar dari Desa Ilath Kecamatan Bual menuju Namlea, mengangkut 45 orang dengan tiga orang Anak Buah Kapal (ABK), tanpa dilengkapi surat persetujuan berlayar (SPB).

“Mereka melayari pesisir Bual menuju Namlea. Kapal tidak mengantongi Surat Persetujuan Berlayar SPB dan berlayar tidak melalui pelabuhan,” kata Ihsan sebagaimana dikutip dari Antara.

Menurut Ihsan, setelah dua jam berlayar, speed boad tenggelam di dekat Tanjung Kayu Putih dan pada saat itu cuaca diketahui dalam kondisi kurang baik. Sebagian besar penumpang berhasil berenang ke pinggiran di sekitar Desa Pela, namun satu orang penumpang tak berhasil berenang dan akhirnya meninggal dunia.

Para korban berhasil dievakuasi gabungan petugas KPLP Kantor UPP Namlea dan Tim SAR. Korban selamat diangkut dengan KM Cantika Lestari 9-C milik PT Dharma Indah, dan dibawa ke Pelabuhan Namlea untuk penanganan lebih lanjut.

Ihsan mengaku menyayangkan, karena masih ada pihak-pihak yang tidak mengindahkan keselamatan pelayaran terlebih lagi berlayar tanpa SPB.

Ihsan menegaskan bahwa keselamatan pelayaran merupakan tanggung jawab bersama. Menurutnya, masing-masing pihak harus menyadari bahwa keselamatan pelayaran harus dilakukan tanpa kompromi. (Ant/**)