Jika pelabuhan di Indonesia, terutama Tanjung Priok ingin transhipment kontainer tak lagi lewat Singapura, Pemerintah India juga menyerukan supaya pengelola pelabuhan umum utama di Pantai Timur membuat rencana segera dapat merebut kembali kargo (petikemas) India dari pelabuhan Sri Lanka di Kolombo dan Singapura.

Menurut pejabat pemerintah, sebagaimana dilaporkan IHS India, menyebutkan bahwa pelabuhan VO Chidambaranar (Tuticorin), Visakhapatnam dan Cochin memiliki potensi untuk mengubah menjadi hub transshipment, sehingga meningkatkan penanganan kargonya.

Para pejabat tadi juga mengatakan pelabuhan Haldia harus mengeksplorasi langkah-langkah untuk menarik pengiriman dari Bangladesh melalui jalur darat untuk pengangkutan.

Dengan perubahan undang-undang cabotage yang diumumkan pada 21 Mei, jalur pelayaran asing dapat mengangkut muatan kontainer ekspor-impor untuk transshipment dan kontainer kosong untuk reposisi antara pelabuhan India tanpa izin atau lisensi khusus.

Meskipun masih terlalu dini untuk mengatakan apakah reformasi kebijakan itu sendiri, tanpa mengatasi masalah harga dan infrastruktur akan membuka jalan bagi pelaku usaha (pelayaran) di pelabuhan-pelabuhan utama, para pemangku kepentingan percaya bahwa perdagangan akan mendapat manfaat dari penawaran layanan yang semakin baik saat persaingan semakin panas.

Transshipment trade adalah permainan berisiko tinggi untuk DP World International Container Transshipment Terminal (ICTT) di Cochin, tetapi operator yang berpusat di Dubai memandang biaya pelabuhan tinggi sebagai penghalang utama bagi operator yang ingin mengerahkan kapal besar dalam perdagangan India.

“Untuk menarik kapal-kapal deep-draft generasi berikutnya, langkah-langkah tambahan perlu diambil, seperti biaya laut yang kompetitif, sebagai hub lain seperti Colombo menikmati fleksibilitas harga dan menawarkan tarif yang lebih kompetitif dibandingkan dengan pelabuhan India,” ungkap salah satu pemimpin perusahaan di India.

Sementara itu, statistik yang dikumpulkan oleh IHS Media mencatat volume transshipment bertumbuh. Dari 555.812 TEU yang ditangani dalam fiskal 2017-2018, pengiriman transshipment DP World Cochin mencapai 35.363 TEU dibandingkan dengan 491.087 TEU dan 31.498 TEU, masing-masing, pada tahun sebelumnya.

Rencana India untuk mengembangkan hub transshipment khusus di Enayem dapat menekan ambisi pangsa pasar DP World Cochin di tahun-tahun mendatang. Hub ini dekat Colachel, dalam proyek Vizhinjam di bawah Tamil Nadu dan Adani Ports, hanya 140 mil dari Cochin. Fase pertama dirancang untuk menangani 1,8 juta TEU setiap tahun dan akan mulai beroperasi pada 2019.

Sebagian besar kargo pantai timur India saat ini melalui Colombo, Singapura, Port Klang dan Jebel Ali, Uni Emirat Arab. Alasan utama untuk ini adalah bahwa sebagian besar pelabuhan timur kekurangan infrastruktur yang diperlukan dan kargo gateway yang memadai. Untuk itu, India ingin kargo-kargo itu kembali bisa transhipment melalui pelabuhannya. (***)