Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan telah mengeluarkan Maklumat Pelayaran untuk perairan Samudera Hindia Barat, Bengkulu, Lampung dan Samudera Hindia Selatan Banten hingga Jawa Barat.

Maklumat itu berisi peringatan akan bahaya cuaca ekstrim dengan tinggi gelombang empat sampai enam meter, beserta hujan lebat yang diperkirakan hingga 7 Juli 2018.

Oleh karena itu, Dirjen Perhubungan Laut, Agus Purnomo mengingatkan kepada para Nahkoda maupun Syahbandar memperhatikan faktor cuaca dengan berkoordinasi dengan BMKG sebelum melakukan pelayaran atau pemberian ijin berlayar.

“Para nakhoda harus memperhatikan faktor cuaca sebelum kapal berlayar. Kepada para Syahbandar, pastikan cuaca dalam kondisi baik dan memungkinkan kapal berlayar sebelum Surat Persetujuan Berlayar (SPB) ditetbitkan,” kata Dirjen Agus melalui keterangan resminya, yang diterima Ocean Week, Kamis (5/7) siang.

Agus Purnomo juga meminta kepada pemilik kapal memastika kapal tidak kelebihan muatan, jumlah penumpang pun agar tidak kelebihan kapasitas.

“Pengawasan keselamatan juga harus ditingkatkan termasuk memastikan kegiatan bongkar muat barang dilaksanakan secara tertib dan lancar, penumpang tidak melebihi kapasitas, kapal tidak overdraft serta stabilitas kapal tetap baik,” ujarnya.

Dirjen Agus juga menghimbau jika terjadi cuaca buruk ketika kapal berlayar maka kapal diminta segera berlindung di tempat yang aman. Nahkoda juga secepatnya melaporkan kepada Syahbandar dan KSOP terdekat dengan menginformasikan posisi dan kondisi kapal serta kondisi cuaca di lokasi.

“Kami juga menginstruksikan kepada seluruh personil Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai dan Distrik Navigasi agar tetap mensiagakan kapal-kapal patroli dan kapal negara kenavigasian jika sewaktu-waktu terjadi musibah di laut,” kata Agus Purnomo. (hub/**)