Insiden yang terjadi pada KMP Lestari Maju di perairan Selayar membuat Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi murka. Pasalnya peristiwa itu mengakibatkan puluhan jiwa melayang.

Budi pun langsung menginstruksikan Ketua Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Suryanto untuk melakukan penyelidikan terkait lambung kapal yang bocor dan mati mesin sebelum akhirnya kapal jenis Roro Feri ini dikandaskan.

“Saya tugaskan Ketua KNKT Pak Suryanto untuk stay di Selayar. Untuk mengklarifikasi semua surat-surat termasuk kondisi keadaan kapal. Kami akan menindak tegas sesuai dengan aturan yang berlaku. Bentuk sanksinya, pasti izin akan kita cabut dan tentu ada ancaman pidana,” tegas Budi dalam jumpa pers di Makassar, Rabu (4/7).

Menurut Agus, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut sebagai regulator keselamatan di bidang transportasi laut telah banyak mengeluarkan sejumlah aturan turunan dari Undang-Undang nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran termasuk menerbitkan Peraturan Dirjen Perhubungan Laut dan Surat Edaran terkait keselamatan pelayaran.

Direktorat Jenderal Perhubungan Laut sebelumnya telah menerbitkan Peraturan Dirjen Perhubungan Laut Nomor HK.103/2/8/DJPL-17 tanggal 18 April 2017 tentang Petunjuk Kapal Tradisional Pengangkut Penumpang Untuk Menjamin Keselamatan Kapal Penumpang Tradisional di Wilayah Perairan Indonesia.

Begitu juga dengan Surat Edaran yang telah diterbitkan untuk mengatur keselamatan pelayaran kapal tradisional dan kapal rakyat khususnya dalam mendukung penyelenggaraan Angkutan Laut Lebaran tahun 2018, yaitu Surat Edaran Nomor 054/R.OPS/VI-2018 tentang Peningkatan Pengawasan Keselamatan dan Keamanan Bagi Kapal-kapal Tradisional yang Digunakan Untuk Mengangkut Penumpang Dalam Rangka Arus Balik Angkutan Laut Lebaran Tahun 2018.

Dalam Surat Edaran dimaksud, Dirjen Hubla menginstruksikan kepada seluruh Syahbandar untuk memastikan telah terpenuhinya persyaratan kelaiklautan kapal sebelum menerbitkan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) bagi kapal-kapal tradisonal khususnya pada arus balik penumpang Angkutan Laut Lebaran tahun 2018 dan angkutan penumpang pada daerah destinasi wisata.