Sebagai rangkaian peringatan Hari Pelaut Sedunia yang jatuh setiap tanggal 25 Juni, sejumlah Unit Pelaksana Teknis (UPT) di lingkungan Ditjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan menyelenggarakan sosialisasi keselamatan pelayaran, salah satunya dilaksanakan oleh Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Kendawangan, Kalimantan Barat.

Kepala Kantor UPP Kelas III Kendawangan, Capt. Herbert Marpaung menuturkan sosialisasi keselamatan pelayaran perlu dilakukan dalam rangka memberikan pemahaman lebih detail kepada pemilik klotok penyeberangan sungai, nelayan dan masyarakat.

“Sosialisasi dilaksanakan selama 1 (satu) minggu dimulai dari hari Senin (25/6) sampai dengan hari Jumat (29/6) dengan menggunakan metode kekeluargaan dan pendekatan kultural,” jelas Capt. Herbert.

Capt Herbert menjelaskan bahwa untuk mewujudkan keselamatan pelayaran, perlu melakukan koordinasi dan komunikasi yang intens dengan Dinas Perhubungan Kabupaten khususnya UPTD LLASDP Kendawangan dan UPTD Perikanan Kendawangan.

Bentuk sosialisasi yang dilakukan UPP Kendawangan sifatnya proaktif dan jemput bola seperti melakukan komunikasi dan koordinasi dengan 6 (enam) Kepala Desa terkait, Camat, Danramil, Kapolsek serts instansi terkait lainnya seperti Angkatan Laut, Polair, UPT Kesehatan dan Karantina Pelabuhan Kendawangan.

“Kami juga memasang spanduk keselamatan berlayar menggunakan dua bahasa yakni Bahasa Indonesia dan Bahasa Daerah di 18 titik tersebar enam desa yang diindentifikasi sebagai tempat naik/turun penumpang, pangkalan klotok penyeberangan dan nelayan,” ujar Capt. Herbert.

Selain itu, tindakan proaktif juga ditunjukan oleh Kepala UPP Kendawangan dengan melakukan sosialisasi secara acak ke rumah-rumah pemilik klotok.

“Kami juga mengimbau perusahaan pelayaran, keagenan dan pengelola Terminal Khusus (Tersus) di wilayah Kendawangan untuk melakukan sosialisasi keselamatan berlayar secara internal bagi pegawai-pegawai Tersus dan memasang spanduk keselamatan berlayar di kantor masing-masing.

Adapun puncak sosialisasi keselamatan pelayaran dilaksanakan pada hari Jumat (30/6) di Terminal Penumpang Pelabuhan Kendawangan yang dihadiri oleh 200 orang peserta yaitu Pemkab Ketapang yang diwakili Dinas Perhubungan, Unsur Muspika (Camat, Danramil, Kapolsek), instansi pemerintah terkait (Angkatan Laut, Polair, UPT Kesehatan dan Karantina Pelabuhan Kendawangan), perwakilan mitra kerja (perusahaan pelayaran, keagenan, pengelola Tersus, Koperasi TKBM, Organda), aparat desa (6 desa dan perwakilan awak kapal yang sedang sandar di pelabuhan), pemilik klotok juga nelayan serta masyarakat sekitar pelabuhan.

“Beberapa hal yang disosialisasikan yaitu pemilik klotok dan nelayan wajib memastikan kapalnya dalam kondisi laik laut, kapal klotok dan kapal nelayan wajib memiliki sertifikat sesuai ketentuan dan para pemilik/operator kapal wajib menyediakan peralatan keselamatan sesuai ketentuan seperti alat pemadam kebakaran, pelampung dan life jacket serta sosialisasi fungsi pelabuhan serta standar keselamatan dan keamanan di pelabuhan,” tutup Capt. Herbert. (hub/**)