Jelang berakhirnya Posko Angkutan Laut Lebaran (Angutleb) 2018 pada (1/7) esok, Kementerian Perhubungan cq. Direktorat Jenderal Perhubungan Laut mencatat lonjakan penumpang angutleb 2018 terjadi di Pelabuhan Tanjung Balai Asahan.

Dilaporkan langsung oleh Ketua Posko Harian Angutleb 2018, M. Masyhud menyebutkan bahwa dibandingkan jumlah penumpang di tahun 2017, ada kenaikan jumlah penumpang sebesar 593.85 persen untuk tahun 2018 ini.

“Tahun ini ada 451 orang penumpang yang memanfaatkan angutleb sedangkan tahun 2017 hanya ada 65 orang penumpang saja sehingga kenaikannya sangat signifikan,” kata Masyhud dalam keterangan resminya yang diterima ocean week, siang ini.

Masyhud juga menyebutkan data tersebut merupakan data posko Angutleb yang memonitor dan memantau jumlah penumpang dari H-15 (31/5) s.d. H+14 (30/6) di 52 pelabuhan.

“Hingga hari ini (30/6) pukul 08.00 WIB, posko mencatat pergerakan penumpang di 52 pelabuhan terpantau lancar, aman dan terkendali,” ujar Masyhud.

Lebih lanjut, Masyhud menyebutkan bahwa dari data Posko Angkutan Laut Lebaran tahun 2018 yang bertempat di Gedung Karya lt. 14 Kemenhub, jumlah penumpang angkutan laut Lebaran 2018 sejak H-15 (31/5) sampai dengan H+14 (30/6) pukul 08.00 WIB sebanyak 3.358.456 orang.

“Sampai dengan H+14 (30/6) pukul 08.00 WIB, pelabuhan terpadat adalah pelabuhan Batam dengan total jumlah sebanyak 436.027 orang,” kata Masyhud.

Selanjutnya pelabuhan terpadat secara berturut-turut adalah Tanjung Balai Karimun (281.189 orang), Tanjung Pinang (237.405 orang), Sungai Pakning (164.932 orang) dan Tanjung Uban (145.772 orang).

Pada kesempatan tersebut, Masyhud mengatakan seluruh penumpang di 52 pelabuhan pantau dapat terangkut sehingga tidak ada kepadatan penumpang di pelabuhan yang dilaporkan ke Posko Angutleb 2018.

Masyhud juga mengimbau agar kondisi ini harus tetap terjaga dengan baik dengan meminta para penumpang untuk selalu mentaati peraturan, memperhatikan faktor keselamatan serta jangan memaksakan diri naik ke atas kapal bila kapal sudah terisi penuh.

“Mari bersama-sama kita utamakan keselamatan pelayaran tanpa kompromi agar kejadian yang tidak diinginkan dapat dihindari,” tutup Masyhud.

Sebagai informasi, Posko Angkutan Laut Lebaran 2018 dimulai sejak H-15 (31/5) s.d. H+15 (1/7) yang artinya akan berakhir besok.

Posko Angkutan Laut Lebaran 2018 memiliki durasi waktu pelaksanaan lebih lama dibandingkan Posko Angkutan Lebaran Terpadu Kementerian Perhubungan yang dimulai H-7 (8/6) dan telah berakhir pada H+7 (25/6) lalu.

Perbedaan tersebut disebabkan oleh faktor pelayaran kapal dari satu titik ke titik lainnya yang memakan waktu lebih lama bila dibandingkan moda transportasi lainnya yang menyebabkan Kemenhub cq. Ditjen Hubla menetapkan Posko Angkutan Laut Lebaran yang dimulai terlebih dahulu dan berakhir belakangan yaitu H-15 s.d. H+15. (hub/**)