Merchant Port Holdings Co. Ltd. (CMPH), perusahaan negara milik pemerintah China, telah menyelesaikan bagian terakhir pembayaran sewa otoritas pelabuhan Sri Lanka sebesar $ 584 juta atau sekitar Rp 8,5 triliun. Hal itu sebagai bagian dari kesepakatan untuk memberi akses kepada China ke pelabuhan laut dalam Hambantota yang strategis.

Pelabuhan tersebut merupakan kunci dari bagian maritim Sabuk dan Inisiatif Jalan China, untuk membangun jaringan pelabuhan di sepanjang rute laut selatan Tiongkok untuk memfasilitasi perdagangan.

Total sewa selama 99 tahun untuk pelabuhan itu sebesar 1,12 miliar dolar AS atau sekitar Rp 16,25 triliun, di mana CMPH mengambil 70% saham. Namun kesepakatan itu sangat kontroversial,karena utang pemerintah Sri Lanka selama pembangunan pelabuhan, diperkirakan mencapai lebih dari $ 1 miliar.

Perkiraan resmi menempatkan tingkat utang negara itu setinggi $ 64,9 miliar pada tahun 2016, setara dengan 75% dari produk domestik bruto, dengan sekitar $ 8 miliar utang ini diperkirakan akan dibayarkan ke China.

Media Sri Lanka melaporkan bahwa China telah menunda pembayaran terakhir setelah pemerintah Sri Lanka berkeberatan dengan rencana China mengembangkan pulau hiburan buatan manusia di dekat proyek tersebut.

Seperti diketahui, CMPH merupakan perusahaan induk investasi milik negara dengan bisnis yang mencakup operasi pelabuhan, pengiriman kontainer, penyimpanan cold storage dan logistik. (***)