Pembangunan pelabuhan Warnasari di Cilegon diminta segera dihentikan karena dinilai menyalahi aturan yang ditetapkan, sehingga dikhawatirkan dapat bertentangan dengan hukum yang ada.

“Saya sudah sampaikan ke Plt Walikota, Sekda dan Asda III untuk tidak melanjutkan Pembangunan Pelabuhan Warnasari. Karena sudah jelas aturan Permenhub menyatakan perairan menjadi kewenangan pusat. Daerah hanya bermain di daratan,” kata Anggota Komisi III DPRD Kota Cilegon, Rahmatulloh, Jumat (29/6), di Cilegon.

Sewaktu Ocean Week sempat melihat lokasi pelabuhan Warnasari, tampak tidak ada kegiatan sama sekali pembangunan, atau terkesan mangkrak. Bahkan, karena pelabuhan ini pula, salah satu pejabat di pemerintah kota Cilegon ini harus berurusan dengan hukum.

Rahmatulloh menegaskan, sampai saat ini progres pembangunan Pelabuhan Warnasari tidak jelas. Bahkan program yang disampaikan oleh PT Pelabuhan Cilegon Mandiri (PCM) ke DPRD khususnya Komisi III tidak sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

“Program dari PT PCM apa yang disampaikan pada DPRD dan Komisi III tidak jelas dan tidak sesuai dengan RPJMD 2016-2021 mulai dari penganggaran, rencana kegiatan FS/DED, sampai pada hasil maupun dividen. Tidak ada kemajuan progres dar hasil penggunaan anggaran Rp98,5 miliar,” ungkapnya.

Sementara itu, Asisten daerah (Asda) I Setda Kota Cilegon, Taufiqurrohman menyatakan tidak sepakat dengan usulan penghentian proyek Pelabuhan Warnasari tersebut. “Tidak ada kata berhenti. Kita akan perjuangkan sampai titik darah penghabisan,” katanya.

Taufiqurrohman menyatakan mewujudkan Pelabuhan Warnasari adalah cita-cita masyarakat Kota Cilegon. Apalagi Pelabuhan Warnasari sudah masuk RPJMD 2016-2021. “Kalau diberhentikan bagaimana mempertanggungjawabkan RPJMD-nya?. Harus direvisi dong, makan waktu panjang lagi,” ungkap Taufiq.

Taufiqurrohman mengakui jika proses pembangunan pelabuhan Warnasari mengalami hambatan. Tapi, Pemkot Cilegon dan PT PCM terus berupaya menempuh proses pembangunan Pelabuhan Warnasari. “Memang ada hambatan dalam prosesnya. Kita tidak menyerah begitu saja. Kita terus upayakan. Memang prosesnya tidak mudah,” katanya.

Untuk diketahui, bahwa di Cilegon sudah ada pelabuhan internasional Cigading yang dikelola PT Krakatau Bandar Samudera (KBS), Ciwandan (PT Pelindo II), Merak Mas (Sinar Mas Grup) yang cukup besar memberi kontribusi bagi perekonomian di Cilegon khususnya dan propinsi Banten pada umumnya,(bn/**)