Pengembangan pelabuhan Kebdal (Kendal International Port) membutuhkan investasi sebesar Rp 4 triliun untuk infrastruktur maupun suprastrukturnya.

Karenanya PT Pelabuhan Indonesia III akan bekerja sama dengan investor asing. Kerjasama itu ditandatangani CEO Pelindo III Ari Askhara, President Director PT China Communications Construction Engineering Indonesia Fan Fiyeng, dan Head of Terminal Services PSA Seow Hwee, dalam Memorandul of Commitment (MoC), di Jakarta, Rabu (6/6).

MoC ini, kata Ari Askhara, sebagai bentuk komitmen dan semangat positif dari semua pihak untuk bersama-sama membahas kemungkinan pendirian perusahaan patungan untuk pelaksaan proyek pengembangan Pelabuhan Kendal di Jawa Tengah.

“Diharapkan nantinya dapat meningkatkan potensi pasar sehingga bisa meningkatkan kunjungan kapal internasional untuk melakukan kegiatan operasional di Pelabuhan Kendal,” kata Ari kepada wartawan usai penandatanganan MoC.

Seperti diketahui, PT China Communications Construction Engineering Indonesia merupakan Badan Usaha yang bergerak di bidang Jasa Konstruksi dan PSA Indonesia Pte Ltd, merupakan operator jasa pelabuhan dunia yang berpartisipasi di Asia, Eropa dan Amerika.

Ari menyatakan, dalam kerjasama itu tidak saja terbatas pada perencanaan, pengembangan, pembangunan, pengoperasian, investasi, dan pendanaan, namun juga dapat memberikan masukan atas rencana pengembangan pelabuhan seperti studi lingkungan, studi perencanaan, studi geoteknik, studi pengembangan wilayah, desain lay out dan teknis pelabuhan, desain operasional, analisa potensi pasar, dan kelayakan proyek.

Pengembangan pelabuhan Kendal ini merupakan inisiasi Pelindo III bersama Pemerintah Kabupaten Kendal untuk mendukung arus logistik barang di Provinsi Jawa Tengah sekaligus guna mengantisipasi dan mengakomodir layanan Terminal Petikemas Semarang yang pada tahun 2011 diproyeksi melebihi kapasitasnya.

“Pelabuhan Kendal akan menjadi fitur yang menarik bagi investor untuk berinvestasi di Kawasan Industri Kendal (KIK) yang tengah dibangun oleh pemerintah. Karena adanya fasilitas pelabuhan yang terintegrasi dalam suatu kawasan industri dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi dari distribusi barang produksi,” ungkap Ari Askhara. (***)