Pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla gencar membangun infrastruktur, termasuk pembangunan pelabuhan. Salah satunya pembangunan Pelabuhan Probolinggo yang dilakukan oleh Pemerintah Pusat menggunakan dana APBN Kementerian Perhubungan, serta Pemerintah Daerah melalui APBD Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

“Pemerintah sekarang sedang gencar membangun infrastruktur, termasuk tol laut. Kenapa? Kita infrastruktur jauh ketinggalan termasuk di ASEAN,” kata Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), Jenderal (Purn) Agum Gumelar kepada wartawan pada acara buka puasa bersama di rumahnya, Selasa malam.

Menurut mantan Menteri Perhubungan era Gus Dur tersebut, peran swasta yang notabene menjadi mitra pemerintah, punya posisi penting untuk menunjang peningkatan akses jalur laut. “Itu pula yang kini tengah dilakukan PT Wahyu Samudera Indah (PT WSI),” katanya dalam rilisnya.

PT WSI sebagai perusahaan swasta yang dipercaya mengembangkan Pelabuhan Probolinggo. Agum memuji pembangunan Pelabuhan Probolinggo yang bekerjasama dengan PT WSI. “Kerjasama itu guna meningkatkan pelayanan pelabuhan dan meningkatkan pelabuhan dalam memberikan pelayanan angkutan barang,” kata Agum Gumelar saat menyasikan MoU antara PT Wahyu Samudera Indah dengan Pemda Jawa Timur.

Sejak tahun 2008 Pemprov Jatim telah mengalokasikan dana APBD senilai lebih dari Rp 300 miliar untuk membangun infrastruktur pelabuhan Probolinggo, seperti reklamasi, pembangunan trestle, dermaga, gudang, lapangan penumpukan dan gedung kantor.

Direktur Pengembangan dan Usaha Pelabuhan Probolinggo, Kemal Heryandri mengatakan, keterlibatan PT WSI adalah mengoptimalkan fungsi pelabuhan, mengelola sekaligus menambah sejumlah sarana dan prasarana.

Kemal menjelaskan, total luas lahan Pelabuhan Probolinggo adalah 23,12 hektar, dimana seluas 20,4 hektar berupa lahan hasil reklamasi.

Kemal juga menyatakan, pelabuhan Probolinggo sangat membantu mengurangi kepadatan Pelabuhan Tanjung Perak di Surabaya. Dengan kata lain mampu mengurangi biaya transportasi di wilayah Pasuruan-Probolinggo-Situbondo-Bondowoso dan sekitarnya hingga 32 persen.

Awalnya, Pelabuhan Probolinggo dibangun dan dikembangkan dengan tujuan sebagai cadangan sistem transportasi Provinsi Jawa Timur akibat bencana lumpur Lapindo.

Kerjasama PT DABN-PT WSI

Dalam rangka meningkatkan kinerja pelayanan Pelabuhan Probolinggo maka BUMD PT Delta Artha Bahari Nusantara (PT. DABN) bekerjasama dengan Badan Usaha Pelabuhan PT WSI.

MOU antara PT DABN dan PT WSI telah ditandatangani di Malang pada tanggal 20 Maret 2018. Sementara penandatanganan Perjanjian Kerja Sama pada tanggal 4 Juni 2018 di Jakarta. Ditargetkan pada bulan Agustus 2018, Pelabuhan Probolinggo sudah bisa beroperasi secara penuh.

“Badan Usaha Pelabuhan PT. Wahyu Samudra Indah adalah Badan Usaha Pelabuhan murni swasta yang bergerak di bidang pembangunan, pengembangan dan pengoperasian pelabuhan. PT WSI telah mendapatkan konsesi pembangunan dan pengoperasian pelabuhan umum pada tanggal 27 Oktober 2017 dan merupakan pemegang konsesi pelabuhan swasta pertama di Indonesia,” tuturnya.

Kemal menjelaskan, PT WSI akan membantu operasional Pelabuhan Probolinggo dengan melengkapi peralatan bongkar muat modern seperti Mobile Harbour Crane, Top Loader, Forklift, Conveyor Belt dan Forklift.

“Termasuk membangun Container Depo dan Dermaga 3 yang dikhususkan untuk menangani container di Pelabuhan Probolinggo. Serta akan mengubah fungsi Lapangan Penumpukan menjadi Container Yard dan Gudang menjadi Container Freight Station,” katanya. (***)