Kemenhub (Ditjen Hubla) sedang menyelesaikan terhadap 33 proyek infrastruktur pelabuhan yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, dan dinilai mangkrak. Proyek pelabuhan dengan total ivestasi sekitar Rp 2,8 triliun tersebut berada di wilayah Sumatera, di Kalimantan, di Jawa, di Sulawesi, di Nusa Tenggara Timur, di Maluku, dan di Papua.

Dirjen Perhubungan Laut Agus Purnomo menyatakan, bahwa sekarang ini pihaknya sedang menyelesaikan terhadap pelabuhan-pelabuhan yang mangkrak tersebut. “Kan sedang diselesaikan,” jawab Dirjen Laut Agus Purnomo kepada Ocean Week, melalui pesan singkatnya, Selasa (5/6) siang.

Ketika mangkraknya pelabuhan ini ditanyakan ke Pelindo II dan Pelindo III, apakah kedua BUMN tersebut tertarik untuk mengelola, Direktur Operasi PT Pelindo II Prasetyadi menyatakan supaya Ocean Week menanyakannya kepada Direktur Komersial Pelindo II Saptono Rahayu Irianto. Sayangnya hingga berita ini ditulis, Saptono belum memberi jawaban.

Begitu pula dengan M. Iqbal, Direktur Operasi Pelindo III, juga belum memberi jawaban, apakah Pelindo III tertarik atau tidak.

Sementara itu, Ketua Umum ABUPI Aulia Febrial Fatwa yang ditanyai hal serupa, menyatakan belum mendapat info apakah yang pelabuhan mangkrak tersebut akan ditawarkan pengelolaannya. “Kalaupun info pasti harus dilakukan study kelayakan lebih dulu. Lha sekarang saja mangkrak, artinya saat dulu waktu mau bangun study kelayakannya nggak bener,” ujarnya.

Menurut Febri, BUP swasta pasti business oriented, jadi kalau tidak layak secara bisnis buat apa dikelola. Lebih baik BUP swasta fokus dengan apa yang sudah dimilikinya.

Seperti diketahui bahwa Kemenhub telah merilis sebanyak 33 proyek pelabuhan yang mangkrak, terdiri dari 10 proyek pelabuhan berada di wilayah Sumatera, 12 ada di Kalimantan, dua di Jawa, satu di Sulawesi, tiga di Nusa Tenggara Timur, empat di Maluku, dan satu proyek pelabuhan di Papua.

Inilah Daftar 33 Proyek Pelabuhan Mangkrak:

Sumatera:
1. Pelabuhan Tiram, APBN 2012-2014 Senilai Rp21,17 miliar.
2. Pelabuhan Teluk Tapang, APBN 2012-2013 Senilau Rp128,21 miliar.
3. Pelabuhan Barus, APBN 2013-2017 Senilai Rp48,83 miliar.
4. Pelabuhan Tanjung Beringin, APBN 2007-2016 Senilai Rp16 miliar.
5. Pelabuhan Pangkalan Sidek, APBN 2012-2015 senilai Rp45,42 miliar.
6. Pelabuhan Tanjung Berakit, APBN 2014-2017 Senilai Rp 74,28 miliar.
7. Pelabuhan Malarko, APBN 2012-2014 Senilai Rp112,89 miliar.
8. Pelabuhan Dompak, APBN 2013-2015 Senilai Rp57,34 miliar.
9. Pelabuhan Mocoh, APBN 2013-2015 Senilai Rp62,43 miliar.
10. Pelabuhan Meranti, APBN 2013-2015 Senilai Rp 50,72 miliar.

Jawa:
1. Pelabuhan Pacitan, APBN 2012-2013-2015 Senilai Rp55,25 miliar.
2. Pelabuhan Kalianget Sumenep, APBN 2013 Senilai Rp4,89.

Kalimantan:
1. Pelabuhan Mempawah, APBN 2015 Senilai Rp1,4 miliar.
2. Pelabuhan Marabatuan, APBN 2013 Senilai Rp16,62 miliar.
3. Pelabuhan Matasiri, APBN 2013-2015 Senilai Rp39,62 miliar.
4. Pelabuhan Serongga, APBN 2009 Senilai Rp16 miliar.
5. Pelabuhan Sebuku, APBN 2012-2016-2018 Senilai Rp215,15 miliar.
6. Pelabuhan Batatunjung, APBN 2012-2017 Senilai Rp110,44 miliar.
7. Pelabuhan Palaran, APBN 2013-2015-2018 Senilai Rp52,61 miliar.
8. Pelabuhan Mantaritip, APBN 2009-2014-2018 Senilai Rp99,1 miliar.
9. Pelabuhan Penajam Paser, APBN 2015 Senilai Rp5 miliar.
10. Pelabuhan Sangatta, APBN 2012 Senilai Rp49,15 miliar.
11. Pelabuhan Kuala Samboja, APBN 2014 Senilai Rp30 miliar.
12. Pelabuhan Sesayap, APBN 2012 Senilai Rp16,61 miliar.

Sulawesi:
1. Pelabuhan Watunohu, Koleksi Utara, APBN 2015-2017 Senilai Rp38,05 miliar.

Nusa Tenggara Timur:
1. Pelabuhan Pota, APBN 2015-2017 Senilai Rp29,6 miliar.
2. Pelabuhan Kolbano, APBN 2013-2014-2017 Senilai Rp58,27 miliar.
3. Pelabuhan Nunbaun Sabu, APBN 2013-2017 Senilai Rp82,36 miliar.

Maluku:
1. Pelabuhan Yos Sudarso, APBN 2013-2014-2017 Senilai Rp54,79 miliar.
2. Pelabuhan Batu Merah, APBN 2014-2017 Senilai Rp10,52 miliar.
3. Pelabuhan Air Buaya, APBN 2012-2015 Senilai Rp21,4 miliar.
4. Pelabuhan Sirine, APBN 2014 Senilai Rp755,9 juta.

Papua:
1. Pelabuhan Sarmi, APBN 2015 Senilai Rp32,94 miliar. (***)