Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo menyatakan, pengembangan Pelabuhan Batuampar akan dilakukan secara Build Operate Transfer (BOT) bekerjasama dengan PT Pelindo I. Groundbreaking direncanakan pada tahun 2018 ini.

“Setelah pembangunan selesai, maka akan diserahkan ke Badan Pengusahaan (BP) Batam. Tahun ini kami ingin segera groundbreaking. Dan sesuai arahan dari Menteri BUMN, kami diarahkan bermitra dengan Pelindo I melalui BOT,” kata Lukita kepada wartawan, baru-baru ini.

BOT merupakan bentuk perjanjian kerja sama yang dilakukan antara pemegang hak atas tanah dengan investor. Dalam perjanjian ini, pemegang hak atas tanah memberikan hak kepada investor untuk mendirikan bangunan selama masa perjanjian BOT dan mengalihkan kepemilikan bangunan tersebut kepada pemegang hak atas tanah setelah jangka waktu perjanjian berakhir.

Menurut Lukita, bentuk kerjasama ini biasanya sering digunakan dalam pembangunan infrastruktur publik seperti pelabuhan.”Pelindo nanti akan mengembangkan pelabuhan dari kapasitas 400 ribu TEUs menjadi sekitar 1,5 juta TEUs,” ungkap Lukita.

Pelindo I, kata, Lukita sudah menyatakan akan segera membuat proposalnya. Dan saat ini BUMN tersebut tengan mengkaji proses pengembangan Pelabuhan Batuampar lebih mendalam.”Akhir Mei nanti kajian Pelindo I selesai baru diskusi dengan kita,” jelasnya.

Pelindo I juga akan memperbaiki crane di Pelabuhan Batuampar, menggantinya dengan crane yang lebih modern nanti lalu menata wilayah logistik disana dan juga menambah dermaga di sisi utara.

Kata Lukita, pembangunan diperkirakan akan memakan waktu hingga dua tahun, sejak dimulai di tahun ini. ”Kami berharap setelah kajian dari Pelindo I selesai, maka bisa menandatangani fakta kerjasama dengan mereka. Lalu dilaporkan ke Dewan Kawasan (DK),” ujarnya. (bp/**)