Tanjungwangi di Banyuwangi diharapkan dapat dijadikan pelabuhan Petikemas sebagai penghubung untuk Indonesia bagian Timur. Di wilayah ini potensi pertaniannya seperti kopi, cokelat, buah-buhan dan ikan sangat bagus, sehingga hasil komoditi itu, pengirimannya bisa lewat pelabuhan petikemas Banyuwangi ke Indonesia bagian Timur.

Sejauh ini belum ada kapal membawa kontainer yang sandar di Tanjungwangi. Kapal KM Bintan Utama yang menjadi bagian dari program tol laut yang sandar pertama pada Senin (14/5) lalu, juga bukan jenis kapal petikemas.

Sebenarnya upaya menjadikan Tanjungwangi pelabuhan petikemas sudah lama dilakukan. Tetapi orientasinya pada pengapalan kontainer ekspor, dimana ada minimal jumlah kontainer yang diangkut yang belum bisa dipenuhi eksportir lokal Banyuwangi.

Padahal, konon mengirim barang dengan kapal petikemas jauh lebih murah dibandingkan mengirim barang dengan carter 1 kapal besar seperti yang selama ini terjadi.

Adalah Bambang Haryo, Anggota Komisi V DPR RI, yang meminta Pelabuhan Tanjungwangi untuk dijadikan pelabuhan petikemas. “Pelabuhan yang di Banyuwangi ini bisa menjadi penghubung untuk ke timur. Jadi dari timur atau ke timur sebagai feeder. Ini sangat potensial untuk dikembangkan,” kata Bambang saat meninjau dermaga Tanjungwangi, baru-baru ini.

Menurut Bambang, ada dermaga baru yang bisa menampung kapal laut generasi ketiga dengan panjang sekitar 180 meter yang bisa menerima loading kontainer. Namun dermaga itu belum diserahterimakan kepada PT Pelindo III cabang Tanjungwangi.

Bambang juga mengatakan, Pelabuhan Tanjungwangi termasuk dalam alur laut kepulauan Indonesia (Alki) III dimana kapal laut asing juga diizinkan berlabuh secara damai. “Saya berharap Pelindo III cabang Tanjungwangi secepatnya melakukan kontainerisasi di pelabuhan ini,” ucapnya.

Sementara itu GM Pelindo III Banyuwangi Lina Ratnasari menyatakan, sebenarnya pengapalan petikemas bisa dilaksanakan di rute-rute pengiriman barang domestik. “Kita berencana jalankan petikemas domestik dulu, tidak langsung ekspor. Sebenarnya potensi untuk mengirimkan barang dengan kapal petikemas dari Banyuwangi ke Indonesia timur sangat besar. Kita berharap di tahun ini,pengiriman menggunakan petikemas dapat terealisasi,” katanya.

Bambang Haryo kembali menegaskan, pihaknya akan medorong Kementerian Perhubungan untuk membuka akses kereta barang pada pelabuhan. Dengan integrasi angkutan kereta dan pelabuhan, diharapkan berbagai komoditi bisa lebih mudah sampai ke pelabuhan dan turut didistribusikan lintas laut dengan kontainer. (pld3/**)