Setelah Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi memimpin apel siaga Kesiapan Angkutan Laut Lebaran 1439H/2018 pada hari Kamis (31/5) lalu, Direktur Jenderal Perhubungan Laut, R. Agus H. Purnomo langsung melakukan peninjauan ke lapangan untuk memastikan kesiapan angkutan laut Lebaran tahun 2018.

“Setelah kemarin apel siaga kesiapan angkutan laut Lebaran dipimpin oleh Menhub, saya segera melakukan peninjauan langsung ke beberapa wilayah pelabuhan seperti Tanjung Emas Semarang, Balikpapan dan Banjarmasin untuk memastikan kesiapan penyelenggaraan angkutan laut Lebaran 2018,” kata Dirjen Agus di sela-sela kunjungannya hari Sabtu (2/6) di Banjarmasin.

Pemilihan 3 (tiga) pelabuhan tersebut didasari oleh tingginya tingkat kepadatan dan minat pemudik yang menggunakan sarana transportasi laut dan juga tiga kota tersebut merupakan bagian dari 52 pelabuhan yang dipantau selama musim angkutan laut Lebaran 2018.

Sebelumnya, Dirjen Agus yang didampingi oleh Direktur Lalu Lintas dan Angkutan laut, Chandra Irawan mengecek kesiapan Pelabuhan Tanjung Emas dalam Angkutan Lebaran 2018 pada hari Jumat (1/6).

“Salah satu pentingnya Pelabuhan Tanjung Emas ditinjau kesiapannya karena Tanjung Emas sebagai Pelabuhan Tujuan dari Program Mudik dan Balik Gratis Kementerian Perhubungan dalam Angkutan Lebaran 2018 disamping tujuan mudik dan balik dari pulau lain seperti Kalimantan dan Sulawesi,” ujar Dirjen Agus.

Selain meninjau kesiapan sarana dan prasarana, Dirjen Perhubungan Laut juga memberikan pengarahan kepada petugas Posko Angkutan Lebaran dan Para Penyedia Jasa Angkutan di Tanjung Emas.

Kedatangan Rombongan disambut oleh Kepala Kantor KSOP Kelas I Tanjung Emas, Ahmad Wahid dan Kepala Distrik Navigasi Semarang, Chaerul Awaluddin Ikut mendampingi.

Selanjutnya Dirjen Agus meneruskan kunjungannya sekaligus peninjauan kesiapan angkutan laut Lebaran di Balikpapan dan Banjarmasin pada Sabtu (2/6).

Dirjen Agus bersama Sesditjen Hubla, Arif Toha memulai peninjauannya di pulau Kalimantan dengan mengunjungi Pelabuhan Balikpapan.

“Pelabuhan Balikpapan merupakan salah satu dari 52 pelabuhan yang dipantau dalam Posko Angkutan Laut Lebaran 2018 mengingat kepadatannya ketika memasuki musim angkutan laut Lebaran,” kata Dirjen Agus.

Selain meninjau kesiapan sarana dan prasarana, Dirjen Perhubungan Laut juga memberikan pengarahan kepada petugas Posko Angkutan Lebaran dan Para Penyedia Jasa Angkutan di pelabuhan Balikpapan.

Pada kesempatan ini, Dirjen Hubla juga mengecek aspek keselamatan pelayaran di salah satu kapal Roro yang sedang bersandar di Pelabuhan Balikpapan.

“Sebagaimana arahan Menhub pada saat apel siaga kesiapan angkutan laut Lebaran kemarin di Pelabuhan Tanjung Priok bahwa aspek keselamatan harus benar-benar diperhatikan. Lakukan uji petik untuk memastikan kelaiklautan kapalnya,” tegas Agus.

Kedatangan Rombongan disambut oleh Kepala Kantor KSOP Balikpapan, Capt. Jhonny R Silalahi dan jajarannya.

Dari Balikpapan, rangkaian kunjungan kerja dan peninjauan kesiapan angkutan laut Lebaran 2018 diakhiri dengan peninjauan di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin.

Selain meninjau kesiapan sarana dan prasarana, Dirjen Perhubungan Laut juga memberikan pengarahan kepala UPT di wilayah Kalimantan Selatan dan para stakeholder di lingkungan Pelabuhan Trisakti Banjarmasin.

Kedatangan Rombongan disambut oleh Kepala Kantor KSOP Banjarmasin, Bambang Gunawan dan jajarannya serta kepala kantor UPT Ditjen Hubla di wilayah Kalimantan Selatan salah satunya adalah Kadisnav Banjarmasin, Kasim.

Sebagai informasi, Kementerian Perhubungan khususnya Direktorat Jenderal Perhubungan Laut memulai penyelenggaraan Angkutan Laut Lebaran tahun 2018 (1439H) pada H-15 (31 Mei 2018) sampai dengan H+15 (1 Juli 2018).

Bersamaan dengan penyelenggaraan angkutan laut Lebaran ini, akan dilakukan pula kegiatan pemantauan dan pengendalian lalu lintas dan angkutan laut di 52 pelabuhan pantau melalui Posko Angkutan Laut Lebaran tahun 2018 (1439H), yang merupakan bagian dari Posko Angkutan Lebaran Terpadu Kementerian Perhubungan.

Pemerintah memprediksi pada Angkutan Lebaran tahun 2018 akan terjadi peningkatan jumlah penumpang sekitar 2,27% dibandingkan dengan tahun 2017. Terlebih lagi tahun ini Pemerintah telah memastikan penambahan cuti bersama lebaran menjadi 10 (sepuluh) hari lamanya sehingga pelaksanaanya perlu dipersiapkan dan diantisipasi dengan baik.

“Semoga penyelenggaraan Angkutan Laut Lebaran Tahun 2018 dapat berjalan dengan baik sebagaimana slogan milik Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, yaitu PASTINYA (Pelayaran Aman, Selamat, Tertib dan Nyaman),” tutup Dirjen Agus. (hub/**)