PT Pelabuhan Tegar Indonesia resmi menerima perubahan status dari Kemenhub yang tadinya terminal khusus menjadi terminal umum.

Ceremony penerimaan tersebut disampaikan oleh KSOP Marunda Yuserizal kepada Dirut MCT Ravi A. Menon, bertempat di Sunlake Hotel, Rabu (30/5), sekaligus acara buka puasa bersama mitra kerjanya.

“Perubahan status itu karena kami (MCT) sudah menerima konsesi dari tahun lalu, makanya perubahan status itu diberikan oleh pemerintah (Kemenhub) dari terminal khusus menjadi terminal umum,” kata Aulia Febrial Fatwa, direktur MCT kepada Ocean Week, disela acara customer gathering dan buka puasa bersama stakeholder, sore ini.

Febri menyatakan, dengan diperolehnya perubahan status itu, otomatis memacu pihaknya untuk lebih baik lagi, terutama dari layanan maupun penyiapan fasilitas.

Dengan menjadi terminal umum, MCT berharap kedepannya bisa menangani bongkar muat barang hingga 10 juta ton. “Karena itu, kami punya obsesi MCT menuju 10 juta ton. Dan itu kami optimis bisa mencapainya,” ungkap ketua umum ABUPI itu.

Febri juga mengungkapkan bahwa tahun 2017 lalu MCT berhasil mencatatkan throughput sebesar 4,5 juta ton, dan tahun 2018 ditargetkan bisa mencapai 5,5 juta ton, asalkan tetap mendapat dukungan semua pihak.

“Kalau 10 juta ton itu sesuai kapasitas maksimum saat ini, dan itu hrs bisa kita capai,” harapnya.

Febri menambahkan, MCT akan melakukan pengembangan ditahan ini, misalnya dermaga LCT. “Tapi masih menunggu ijin konstruksi turun dari Kemenhub, setelah turun langsung bangun,” katanya.

Sementara itu, KSOP Marunda Yuserizal mengatakan akan terus mensupport aktivitas di MCT setelah perubahan status itu.

“Kami akan support dari sisi kelancaran kegiatan kapal dan barang di MCT,” katanya.

Yuserizal berharap dengan perubahan status sebagai terminal umum, bisa lebih baik lagi, terutama servicenya, maupun penyiapan fasilitasnya.

Salah satu pengguna jasa MCT, Banu Amza dari pelayaran Sayusan Bahari menyatakan mengapresiasi positif atas perubahan status tersebut.

“Kami berharap kedepannya layanan semakin membaik,” ujarnya. (***)