Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Jawa Tengah (Jateng) menyatakan mendukung terhadap rencana investasi Pelindo III mengembangkan pelabuhan Tanjung Emas maupun pelabuhan di Kendal.

“Kita dukung rencana bagus itu, karena untuk kepentingan dunia usaha juga, kalau pelabuhannya bagus, aktivitasnya kan menjadi lancar,” kata Ari Wibowo, Ketua ALFI Jateng kepada Ocean Week, per telpon, Rabu (30/5).

Kata owner PT Arindo ini, ALFI Jateng juga mengapresiasi positif program aplikasi home terminal yang dicetuskan BUMN tersebut. “Karena dengan home terminal, kita bisa pesan truk atau permintaan sandar kapal atau lainnya hanya lewat HP android, sehingga sangat memudahkan bagi kami pengguna jasa,” ucap Ari Wibowo.

Cuma, Ari mengingatkan, kalau Tanjung Emas dibangun untuk curah, lalu pelabuhan Batang juga beroperasi untuk PLTU, bagaimana nantinya.

Sementara itu, Commercial and Operational Director Pelindo III Mohammad Iqbal, saat dikonfirmasi Ocean Week sehubungan Tanjung Emas kedepan, dinyatakan bahwa pelabuhan di Semarang ini difokuskan untuk curah cair dan curah kering.

“Tanjung Emas tetap terus dikembangkan sesuai rencana induk pelabuhan (RIP). Sedangkan Kendal akan dikembangkan untuk penambahan kapasitas kontainer dan kawasan industri,” ungkap Iqbal.

Untuk diketahui, PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) menggelontorkan dana sebesar Rp 1,6 triliun untuk pengembangan pelabuhan Tanjung Emas Semarang, dan Rp 2,2 triliun untuk pengembangan pelabuhan di Kendal.

“Saat ini pengembangan Pelabuhan Tanjung Emas memasuki tahap pra reklamasi, dimana area pelabuhan termasuk yang telah dilakukan reklamasi nantinya akan menerapkan sistem zonasi sebagai zona curah, zona peti kemas internasional, zona terminal penumpang, dan cruise,” kata Iqbal.

Untuk rencana pengembangan wilayah itu, Pelindo III telah mengantongi Surat Kelayakan Lingkungan Hidup Rencana Kegiatan Reklamasi (SKL) dan Izin Lingkungan (IL) yang ditetapkan pada tahun 2017 oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

“Selama ini pengembangan terminal terhambat karena SKL dan IL yang dimiliki oleh Pelindo III tengah digugat. Tentunya hal ini tidak menyurutkan niat Pelindo III untuk tetap melanjutkan proses perijinan di Kementerian Perhubungan,” kata M. Iqbal,

Menurut dia, pengembangan Pelabuhan Semarang ini bertujuan untuk memperkuat kegiatan bongkar muat di pelabuhan sekaligus mendukung perekonomian Provinsi Jawa Tengah yang semakin meningkat sejak tahun 2012.

Home Terminal

Ketua ALFI Jateng Ari Wibowo juga menyatakan dukungannya dengan aplikais home terminal yang dibangun oleh Pelindo III. Mengingat sistem ini dapat memudahkan semua pengguna jasa. “Kita tak perlu lagi bertatap muka dengan petugas di Pelindo, cukup dari HP saja sudah bisa pesan apa yang kita mau,” ujar Ari.

Sabagaimana diketahui bahwa PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) telah melakukan inovasi mempercepat dan mempermudah proses pemesanan layanan jasa kepelabuhanan dengan meluncurkan aplikasi mobile, Home Terminal.

Dengan memanfaatkan teknologi tersebut pengguna jasa dapat memesan berbagai jasa kepelabuhanan cukup melalui aplikasi smartphone. Ada empat fitur layanan yang terintegrasi dengan sistem operasi terminal (TOS), yakni mulai dari vessel service, port activities, logistics, dan container management.

Home Terminal sendiri juga sebagai market place, karena merupakan media marketing serta informasi ke customer dan pasar, dimana pengguna jasa bisa memilih jasa kepelabuhan dari penyedia jasa yang ada di pelabuhan dengan harga yang telah ditetapkan secara transparan.

Saat ini fitur vessel service, port activities dan logistics pada HomeTerminal sudah dapat diimplementasikan di Terminal Pelabuhan Tanjung Perak baik internasional maupun domestik. Fitur monitoring pun tak kalah canggih, pengguna jasa dapat memonitor kapalnya secara real time, dapat juga memonitor aktivitas kegiatan bongkar muatnya, real time monitoring truck yang terkoneksi dengan GPS satellite dapat memantau proses delivery cargo yang akan dibawa menuju gudang atau lokasi akhir milik consignee. (***)