Duta Besar China untk Malaysia Bai Tian menyatakan, belum ada perubahan kebijakan yang dilakukan pemerintah Malaysia pada proyek East Coast Rail Line (ECRL) sejauh ini.

“Sejauh yang saya tahu, tidak ada perubahan dalam proyek ECRL,” katanya pada konferensi pers setelah mengunjungi anak kedua pasangan panda raksasa, Xing Xing dan Liang Liang di Giant Panda Conservation Center di Kebun Binatang Nasional, seperti dikutip dari harian Bernama Malaysia, hari Minggu ini.

Bai Tian mengungkapkan, proyek yang telah dimulai pembangunannya dan berjalan lancar, dengan kontraktor utamanya, China Communications Construction Company Ltd bekerja sama dengan pemiliknya, Malaysia Rail Link Sdn Bhd.

Pasca Mahathir Mohamad kembali memimpin Malaysia, ada keinginan untuk meninjau kembali sejumlah proyek. Pemerintah Pakatan Harapan telah berjanji untuk meninjau semua proyek mega asing untuk membantu mengurangi pengeluaran negara serta utang.

Salah satu proyek itu adalah ECRL 688km yang menghubungkan Port Klang dan Kota Baru, yang memiliki perkiraan biaya RM55 miliar dan dijadwalkan selesai pada 2024.

Bai mengatakan ketika dirinya bertemu Perdana Menteri Mahathir Mohamad pada hari Kamis (24/5) lalu, Perdana Menteri Mahathir meyakinkannya tentang prospek yang lebih luas untuk kerjasama antara Malaysia dan China.

“Kami merasa bahwa pemerintah baru Malaysia telah menempatkan pentingnya hubungan Malaysia-China dan ada banyak kemungkinan. Kami yakin bahwa Malaysia dan China akan memiliki perkembangan yang lebih besar,” kata Bai.

Bai juga mengatakan China dan Malaysia telah menikmati hubungan bilateral yang baik selama 44 tahun terakhir, termasuk 22 tahun ketika Mahathir menjadi Perdana Menteri sebelumnya (1998–2003).

Dia mengatakan hubungan baik akan terus dipertahankan terlepas dari perubahan di kedua negara atau secara global. (***)