PT Indonesia Kendaraan Terminal (IKT) sudah dilimpahi dermaga ex. Presiden di pelabuhan Tanjung Priok oleh PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP) dan mulai mengoperasikannya sejak 1 April 2018 lalu.

Bukan itu saja, kedepan semua layanan kendaraan (mobil) di pelabuhan Tanjung Priok, akan dioperasikan oleh PT IKT, salah satu anak usaha Pelindo II.

“PT Pelindo II sudah menerbitkan sistem zonasi untuk layanan kendaraan, artinya semua aktivitas pengapalan kendaraan (mobil), yang di dermaga Pelindo Tanjung Priok akan ditangani IKT,” kata Chiefy Adi K, kepada Ocean Week, di Jakarta, kemarin sore.

Jadi, ujarnya, dimasa mendatang pihaknya berharap ada semacam IPC Car Terminal Incorporoted untuk seluruh Indonesia. “Kami akan bekerjasama dengan para pengelola pelabuhan kendaraan di seluruh Indonesia, dengan sistem operasionalnya dari kami (IKT),” ungkap Chiefy.

Menurut mantan GM Pelindo Ciwandan Banten itu, sekarang ini baru akan diterapkan di pelabuhan Tanjung Priok untuk layanan bongkar muat satu atapnya. “Selama ini di IKT ada sekitar 350 ribu unit kendaraan, dan di dermaga Priok ada 200 ribu unit, sehingga per tahun jadi 550 ribu unit,” kata Chiefy.

Ditanyai mengenai tarif, apakah nantinya akan diseragamkan dengan yang sudah selama ini berjalan di dermaga domestik IKT, Chiefy dengan diplomatis menyatakan, untuk sementara tarif berjalan sebagaimana yang sudah terjadi. “Nantinya tetap akan diseragamkan,” katanya.

Berhenti Lagi

Disinggung mengenai berhentinya layanan kapal RoRo rute Priok-Surabaya (Gresik) yang tahun lalu (2017) ditangani PT JZK, serta rencana masuknya ASDP untuk melayani Priok-Surabaya dari dermaga IKT, Chiefy menyatakan masih menunggu.

“Kami sudah siap, mau menggunakan dermaga yang mana, di domestik atau dermaga internasional, tapi ASDP belum ada info kapan, sementara itu JZK, kami tidak tahu menahu kenapa layanannya stop,” ungkapnya.

Untuk diketahui, bahwa pembukaan jalur RoRo Jakarta-Surabaya-Gresik ini diharapkan bisa mengurai beban di jalur darat sehingga mengurangi kerusakan jalan serta menurunkan biaya logistik.

Layanan di rute tersebut dioperasikan oleh PT Jagad Zamrud Khatulistiwa (JZK) bekerjasama dengan PT Indonesia Kendaraan Terminal (IKT) dan Maspion Industrial Estate.

Waktu itu, rencananya JZK akan melayani pelayaran RoRo di rute ini dengan menggunakan dua kapal berkapasitas 1.000 lane meter atau 50 ton, dan satu kapal RoRo lagi dengan 2.000 lane meter atau berkapasitas 70 ton. Rata-rata kapal tersebut bisa mengangkut 200 truk dalam satu kali perjalanan.

Cuma sayang, kapal RoRo tersebut sekarang ini tidak lagi berkelanjutan. RoRo yang ditangani pelayaran JZK sementara terhenti, sedangkan RoRo yang akan disiapkan ASDP dengan rute Jakarta-Semarang-Surabaya (PP) hingga saat ini belum ada kapalnya.

Layanan RoRo yang masih berlangsung hingga sekarang dalam kaitan program tol laut, adalah untuk rute Priok-Panjang yang ditangani PT Atosim menggunakan dermaga ex. Presiden. (**)