Kemacetan di sekitar pelabuhan Prio harus secapatnya dicarikan solusi, supaya tidak semakin merugikan dunia usaha di sektor kepelabuhanan, termasuk depo kontainer.

Sekjen Asosiasi Depo Kontainer Indonesia (Asdeki) Khairul Mahali menyatakan, akibat macet berakibat kontainer yang diangkut truk petikemas yang keluar masuk depo menjadi terlambat. “Kalau sudah terlambat, pasti timbul kerugian, bukan hanya usaha truk saja, tapi juga pemilik barang, serta depo petikemas,” katanya kepada Ocean Week, Sabtu sore (26/5), per telpon.

Sekjen Asdeki inipun menyayangkan terhadap lambannya pemerintah (institusi) berwenang mengatasi kemacetan ini. “Banyak hal yang dikerjakan para pihak yang tidak ada urgensinya, sedangkan hal ini (macet-red) yang sudah jelas di depan mata, tanpa ada penyelesaian konkret,” ungkapnya lagi.

Menurut Khairul, kemacetan ini salah satunya karena imbas dari areal parkir truk yang mengarah ke NPCT1 yang berada disamping PT Airin. “Eksportir juga dirugikan, dan jadi terhambat, bahkan beberapa waktu lalu sampai terjadi batal ekspor,” kata Khairul.

Pada hari Jumat (25/5) sekitar jam 10.00 pagi, Ocean Week juga sempat terjebak macet di sepanjang jalan yang mengarah ke NPCT1. Salah satu penyebab karena truk-truk itu ada yang mau masuk ke areal parkir, dan ada yang terus lurus ke arah Cilincing, atau ada yang keluar dari NPCT1. Belum lagi mobil pribadi yang menggunakan lajur tersebut, termasuk angkot, dan sepeda motor.

“Macet hampir setiap hari,” ucap Parno, salah satu sopir truk kontainer memberi keterangan kepada Ocean Week.

Khairul berharap agar kemacetan di seputaran pelabuhan Priok dapat segera diatasi, sehingga dunia usaha memperoleh kenyamanan. (***)