Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyatakan, akan melabarkan tujuan direct call (pelayaran langsung) ke pelabuhan Rotterdam, Eropa. Pernyataan Airlangga tersebut setelah melihat ekspor langsung dari Priok ke Amerika Serikat yang dilepas oleh Presiden Jokowi, Selasa (15/5) di JICT.

“Kapal direct call ini setelah ini ke Rotterdam karena kota tersebut adalah pintu ekspor kita ke Eropa,” kata Airlangga Hartarto, kepada pers di Pelabuhan Tanjung Priok.

Menperin Airlangga berharap ekspor dari Indonesia selanjutnya bisa ke Rotterdam membawa produk CPO. “Jika seandainya CPO dilarang, kita usahakan produk turunannya bisa diekspor ke Eropa,” ungkapnya.

Menurut Airlangga, komoditi yang akan diprioritaskan untuk di eskpor selain CPO adalah pakaian dan alas kaki. Tapi, Menperin Airlangga masih akan mempertimbangkannya dulu bergantung perkembangan berhasilnya pengiriman ke Amerika tersebut.

Airlangga juga mengatakan pengiriman ekspor langsung ke negara tujuan memiliki banyak keuntungan, yakni selain waktunya relatif lebih singkat, juga menghemat biaya. “Kalau lewat Singapura biasanya sampai 31 hari, tetapi kalau direct call hanya 23 hari, jadi bisa sangat membantu dari segi waktu,” ungkapnya.

Sementara itu, Menhub Budi Karya Sumadi ingin agar dua juta TEUs peti kemas dari Indonesia yang selama ini transhipment di Singapura dapat perlahan ditarik melalui pelabuhan indonesia dengan direct call.

“Dengan direct call, barang-barang dari Indonesia barat, yang tadinya ingin ke Singapura akan dipindah ke Jakarta. Kalau bisa menarik 2 juta TEUs per tahun, maka pertumbuhan muatan Jakarta bisa tumbuh 20 persen,” katanya. (***)