Kantor Kesehatan Pelabuhan Tanjung Priok menggelar pertemuan dengan stakeholder dalam rangka cegah tangkal penyakit dari awak kapal dan barang muatan kapal asing yang datang ke pelabuhan di Jakarta ini, bertempat di Harris Hotel Bekasi, Senin (14/5).

Kegiatan yang diikuti sekitar 70 peserta itu, juga diisi dengan diskusi yang menghadirkan Nara sumber selain dr. Jefri Hasurungan Sitorus, kepala kantor kesehatan kelas I Tanjung Priok, juga ada Iriyanti dari kantor Otoritas Priok.

“Kami sangat berharap ada informasi dari para pengguna jasa di pelabuhan, karena kami punya tim gerak cepat, lalu ada dokter. Karena jika ada kapal luar negeri datang dan diindikasikan ada penyakit, maka akan segera dilakukan tindakan karantina,” katanya, di Bekasi, Senin (14/5).

Bahkan pada saat dilakukan tindakan karantina, kapal tidak diperbolehkan sandar di dermaga, tapi ditempatkan di zona karantina yang telah ditetapkan.

” Kalau kapal itu kru nya atau barang yang diangkut ada indikasi penyakit, maka kapal akan ditempatkan di zona karantina untuk dilakukan tindakan kesehatan,” ucap Brata Sugema, kepala bidang pengendalian dan survey land epidemiologi pelabuhan Tanjung Priok kepada ocean week, menambahkan.

Menurut Brata, pihaknya selalu berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Menjawab integrasi sistem inaportnet, Brata menyatakan bahwa pihaknya sudah juga punya sistem yang dibuat oleh Kementerian Kesehatan. ” Tapi kedepan tidak menutup kemungkinan bisa diintegrasikan dengan inaportnet,” ujarnya.

Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari, dari tanggal 14-15 Mei 2018. (**)