PT Jasa Armada Indonesia (JAI) menyepakati kerja sama tarif jasa kapal tunda dengan Petrochina Internasional Jabung Ltd.

Dengan telah disepakatinya ketentuan tarif ini, maka pelaksanaan pelayanan pemanduan dan penundaan kapal di wilayah terminal khusus untuk kepentingan sendiri (TUKS) Petrochina Marine Terminal Muara Sabak, Jambi dapat segera dilaksanakan.

“Kami yakin inisiatif ini akan berkontribusi terhadap pertumbuhan industri pelabuhan secara keseluruhan” kata Direktur Utama JAI Dawam Atmosudiro, kepada wartawan, di Jakarta.

Menurut Dawam, kesepakatan ini merupakan bagian dari kerjasama rencana pengembangan bisnis JAI diluar captive market Pelindo II. “Nantinya, ini akan menjadi acuan kerja sama serupa di wilayah kerja kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) lainnya,” ujarnya.

Dawam juga menyatakan, dari kerjasama tersebut, JAI akan memperoleh 25 persen dari pendapatan jasa pemanduan dan penundaan kapal di Tanjung Jabung. Lalu 70 persen untuk pengelola TUKS di Jambi, sedang 5 persen lagi disetor ke nagara dalam bentuk Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Selain dengan Petrochina, kata Dawam, JAI juga menjalin kerja sama dengan PT Nusantara Regas, dan PT Cemindo Gemilang. “Semua itu diluar captive market PT Pelindo II,” tuturnya.

Sementara itu, Direktur Keuangan Jasa Armada Indonesia Herman Susilo menyatakan, Perseroan menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) senilai Rp 248 miliar, untuk pembelian empat kapal.

“Penambahan kapal baru ini untuk mendukung penambahan wilayah kerja perusahaan di luar wilayah kerja PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II,” ungkap Herman.

Direktur Operasi JAI Capt. Supardi membenarkan jika pembelian kapal baru itu semata untuk memperkuat kinerja perusahaan, dalam rangka pelayanan pandu tunda diluar market Pelindo II.(***)