PT Semen Baturaja lakukan ekspor semen setengah jadi (klinker) perdana ke Australia (Pelabuhan Bulwer Island, Brisbane) pada Rabu (9/5) dari Pelabuhan Panjang, Lampung.

“Saya pikir saat ini adalah momentum yang paling tepat untuk memulai ekspor, termasuk ekspor klinker yang baru saja kami lakukan,” kata Dirut Semen Baturaja Rahmad Pribadi, dalam Siaran Persnya, Kamis (10/5).

Ekspor Klinker ini menjadi salah satu siasat untuk mengatasi pelemahan nilai tukar rupiah yang menyentuh level Rp14.000 per USD.

Menurut Rahmad, ekspor ke Australia ini merupakan yang pertama kali sejak Semen Baturaja berdiri pada tahun 1974.

Kata dia, ekspor perdana ini merupakan uji pengiriman (trial cargo) dengan volume sebesar 30 ribu metrik ton dengan nlai sekitar USD 1 juta dollar AS. “Jika trial cargo berhasil baik, akan diikuti dengan kontrak jangka panjang,” ujarnya.

Rahmad juga menyatakan, bahwa pada ekspor perdana ini, PT Sucofindo (Persero) ditunjuk oleh Semen Baturaja sebagai surveyor yang melakukan pengambilan sampling dan analisis klinker yang akan diekspor.

Sedangkan PT Pelindo II Cabang Panjang, Lampung, kata Rahmad ditunjuk menangani jasa stevedoring dan trucking di Pelabuhan Panjang. (***)