Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan dijadwalkan melakukan kunjungan kerja ke pelabuhan di Banten pada hari Jumat (11/5) ini, dalam rangka pencanangan pembukaan akses ekspor impor di pelabuhan Banten.

Rencananya, Menko Maritim Luhut akan mengunjungi pelabuhan Cigading, pelabuhan Ciwandan, dan pelabuhan Merak Mas. Dalam rundown tentatif yang diterima Ocean Week, disebutkan bahwa Luhut akan meresmikan dibukanya akses ekspor impor melalui pelabuhan Banten.

Seperti diketahui bahwa Pemerintah (Kemenhub) berencana mengeluarkan kebijakan penetapan terhadap pelabuhan Banten sebagai pelabuhan terbuka untuk kegiatan ekspor impor sebagaimana Tanjung Priok, Tanjung Perak, Belawan, dan Makassar.

“Sekarang ini dalam praktiknya sudah melayani kegiatan ekspor impor, namun belum ada penetapan dari pemerintah bahwa pelabuhan di Banten sebagai pelabuhan yang terbuka untuk kegiatan ekspor impor,” kata Tonno Sapoetro, Dirut PT Krakatau Bandar Samudera (KBS) kepada Ocean Week, beberapa waktu lalu, di Jakarta.

Ocean Week yang belum lama mengunjungi terminal Merak Mas di Cilegon Banten, melihat ada kegiatan kapal petikemas dari pelabuhan ini ke Singapura menggunakan kapal Maersk line. Selain menangani kegiatan kontainer, terminal ini juga melayani untuk komoditi break bulk.

Kata Johanes Joko, GM Pelabuhan Merak Mas, saat ini pelabuhan ini masih melayani kegiatan kapal kontainer maupun kapal-kapal break bulk. Namun, kondisi sekarang sedang menurun. “Sekarang kegiatan sedang turun,” ujarnya kepada Ocean Week, beberapa waktu lalu.

Seentara itu, pelabuhan Cigading dan Ciwandan, selama ini juga sudah melakukan aktifitas ekspor impor. Bahkan di Cigading, bongkar muat melalui terminal yang dikelola PT KBS ini mencapai 18 juta ton lebih di tahun 2017.

Informasi yang diperoleh oceanweek menyebutkan bahwa total throughput barang melalui pelabuhan di Banten mencapai 40 juta ton. Mayoritas didominasi barang curah.

Beberapa waktu lalu, Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, Oke Nurwan juga menyatakan, Pemerintah akan mengalihkan sebagian kegiatan bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Priok ke pelabuhan di Cilegon. Langkah ini diambil untuk mengurangi kepadatan di Pelabuhan Tanjung Priok.

Oke mengungkapkan, rencana pengalihan sebagian kegiatan bongkar muat ke pelabuhan di Cilegon tinggal menunggu pengesahan Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita. (**)