Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman (Kemenko Maritim) telah menandatangani kesepakatan pengaturan pelaksanaan untuk mendirikan Pusat Penelitian dan Kerja sama Teknologi Kelautan (PPKTK).

Selain kerja sama dalam hal teknologi kelautan, Menko Maritim Luhut Binsar pandjaitan juga menawarkan kerja sama pembangunan pelabuhan.

“Kami ingin menawarkan kerja sama dalam bentuk penguatan kapasitas dan pembangunan pelabuhan ramah lingkungan di beberapa wilayah Indonesia,” kata Luhut kepada wartawan, di Jakarta.

Luhut menyatakan, pihaknya membuka peluang untuk melakukan riset bersama di bidang minyak kelapa sawit. Dengan begitu ada kerja sama dalam materi campuran biodiesel serta pengembangan pelabuhan.

Menteri Kelautan dan Perikanan Korsel Kim Young Choon menyambut baik tawaran pemerintah Indonesia, dan setuju dengan keinginan pemerintah Indonesia untuk mempererat kerja sama kedua negara.

Kim Young Choon mengatakan kedatangannya ke Indonesia untuk melihat peluang apa saja yang bisa dikerjasamakan dengan Indonesia. Kim Young berharap baik Korsel dan Indonesia bisa memulai menjajaki kerja sama di bidang pembangunan pembangkit listrik tenaga pasang surut air laut pada 2019. Kim Young Choon menuturkan pasang surut lautan ini merupakan salah satu energi baru yang juga bisa dikembangkan di Indonesia.

Sementara Luhut mengungkapkan, pemerintah berkeinginan kerja sama riset di bidang lingkungan hidup. “Kami serius untuk masalah lingkungan hidup, keberlanjutan itu baik di darat maupun di laut, dan kami juga ingin mencapai sustainability development goals sehingga kami juga ingin Korea dapat membantu untuk bersama-sama menangani permasalahan sampah laut,” ucap Luhut.

PPKTK tersebut rencananya dibangun di Cirebon, Jawa Barat. PPKTK ini akan dijalankan sesuai dengan hukum dan peraturan yang berlaku di Indonesia. (rep/**)