Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengaku dipanggil Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Istana guna membicarakan perkembangan mega proyek Pelabuhan Patimban di Subang, Jawa Barat, pada Senin (16/4) ini.

“Patimban kan sekarang lagi melakukan tender. Kita harapkan satu, dua minggu ini selesai,” ujar Menhub Budi Karya kepada wartawan di Komplek Istana Kepresidenan, Senin (16/4).

Jika proses tender selesai sesuai target tersebut, maka pembangunan Pelabuhan Patimban bisa dimulai. “Jika tender rampung di Mei, maka pembangunan paling lambat bisa dimulai Juli,” ujar Menhub.

Selain itu pembangunan Pelabuhan Patimban tak akan selesai seluruhnya di 2019, dan sebagiannya lagi bisa di tahun 2020.

Menurut Budi Karya, ada 3 BUMN konstruksi ikut dalam proses tender Pelabuhan Patimban. Ketiganya adalah PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Adhi Karya (Persero) Tbk, dan PT PP (Persero) Tbk.

“Yang dari dalamnya ada tiga perusahaan, ada Wika (PT Wijaya Karya), PP (PT PP) sama Adhi (PT Adhi Karya). Mereka join dengan Jepang,” ungkapnya.

Pelabuhan Patimban nantinya memiliki kapasitas 7,5 juta TEUs (twenty-foot equivalent unit) dan ditargetkan mulai beroperasi pada Maret 2019.

Proyek kerja sama Indonesia-Jepang mendapat pinjaman dana dari JICA. JICA mengucurkan dana sebesar 118,9 miliar yen atau sekitar Rp 14,3 triliun. (***)