Kementerian Perhubungan resmi menyerahkan ijin pelimpahan pemanduan dan penundaan kepada PT Krakatau Bandar Samudera (KBS) untuk pelaksanaan pandu tunda di perairan pelabuhan Marunda, bertempat di Borobudur Hotel, Jakarta, Senin (16/4) malam. Pelimpahan untuk KBS tertuang dalam SK Ditjen Perhubungan Laut No PP.304/2/14/DJPL-18.

Penyerahan dilakukan oleh Direktur Kepelabuhanan Ditjen Hubla Kemenhub, Chandra Irawan kepada Tonno Sapoetro, Dirut PT KBS.

Chandra menyatakan, dengan diberikannya pelimpahan ini, pelayanan pandu tunda agar lebih baik lagi, dan benar.

“SOP-nya ada, karena kita mengeluarkan ijin pelimpahan ini juga atas rekomendasi, dan sudah melalui proses evaluasi yang cukup lama,” kata Chandra.

Pihaknya (Hubla) minta agar KBS memperhatikan beberapa hal, antara lain menyiapkan tenaga pandu, menyediakan sarana bantu tunda.

“Dengan diserahkannya pelimpahan pandu tunda untuk Marunda, pelayanan harus lebih baik lagi, saling menguntungkan, dan tidak merugikan satu sama lain,” ucap Chandra, usai acara penyerahan ijin pelimpahan pandu tunda kepada KBS, di Jakarta, Senin malam.

Chandra juga meminta agar KBS memperhatikan untuk pelaporan kepada pemerintah jika ada hambatan, kemudian kontinu melaporkan kegiatannya setiap bulan kepada pihak Perhubungan Laut, dan mesti memperhatikan mengenai layanan sesuai SOP. “Yang lebih penting lagi adalah melakukan pembayaran PNBP,” ungkap mantan Kepala OP Tanjung Perak ini.

Sementara itu, Tonno Sapoetro, Dirut PT KBS mengungkapkan, bahwa pelimpahan pandu tunda untuk Marunda ini merupakan yang kedua, setelah Tanjung Jati di Jepara. “Pemanduan penundaan di Marunda sangatlah penting bagi KBS, untuk mendukung IPO yang enjadi salah satu program perseroan,” kata Tonno kepada pers, di Jakarta.

Menurut Tonno, dari bisnis pemanduan dan penundaan kapal berpotensi mendatangkan pendapatan antara Rp2,7 miliar-Rp3 miliar per bulan. Sehingga perseroan diestimasi bisa meraup pendapatan Rp32,4 miliar-Rp36 miliar per tahun dari jasa pemanduan dan penundaan kapal. “Untuk tahun ini KBS optimis total pendapatan bisa mencapai Rp 1 triliun,” ungkap Tonno.

Atas penyerahan pelimpahan tersebut, Tonno mengucapkan rasa terimakasihnya kepada pemerintah (Kemenhub) yang telah mempercayakan kegiatan pemanduan penundaan KBS di pelabuhan Marunda.

“Aktifitas pandu tunda ini tak akan berjalan dengan baik tanpa dukungan KSOP (Marunda) serta support dari para pengguna jasanya (pelayaran). Kami juga ucapkan terimakasih kepada Pak Azis (KSOP Banten) yang selalu memberi spirit ke KBS untuk maju,” tutur Tonno.

Kedepan, pihaknya akan berupaya memberi layanan terbaik kepada pelanggannya. Perseroan juga akan menambah tug boad (kapal tunda) jika kondisinya sudah memungkinkan untuk menambah fasilitas itu. “Kalau harus menambah sekitar dua tug boad,” katanya.

Sedangkan KSOP Marunda Anggiat Douglas berharap pelayanan KBS dapat all out. “Jangan sampai ada shipping line maupun BUP di Marunda yang teriak-teriak karena service kelamaan. Makanya, kami akan selalu mengevaluasi kinerjanya,” kata Anggiat.

Banu Amza, salah satu pelaku usaha pelayaran di Marunda, berharap service KBS untuk pandu tunda di Marunda bisa lebih baik lagi, apalagi sekarang sudah resmi memperoleh pelimpahan dari Kemenhub. “Saya percaya, KBS layanannya akan lebih baik lagi,” ujar Banu. (***)