Ratusan ijasah pelaut palsu beredar di Indonesia. Beberapa waktu lalu, sekitar 900 ijasah palsu ditemukan di KSOP Samarinda sejak 2014. DI tahun 2018 saja, sudah 44 ijasah palsu ditemukan di KSOP Samarinda. Kemudian ijasah itu diamankan dan dimusnahkan. Ironisnya, para pelaut tersebut memperoleh ijasah tanpa harus melalui pendidikan resmi (sekolah/kuliah).

Di Jakarta, kasus ijasah pelaut palsu ini pun sudah pernah dilaporkan ke kepolisian oleh pergerakan pelaut Indonesia (PPI) beberapa bulan lalu. Ketua Penelitian, Pengembangan, dan Informasi PPI, Agus Hadiwaluyo menyatakan, laporan tersebut sudah diterima oleh pihak kepolisian resort Jakarta Utara dengan bukti surat tanda penerimaan laporan/pengaduan (TBL/P) nomor : LP/136/K/II/2018/PMJ/RESJU untuk keperluan proses penyidikan lebih lanjut.

Bahkan sekarang, kata Capt. Zaenal, salah satu fungsonaris DPP INSA, di Medsos beredar iklan untuk mendapat ijasah pelaut Indonesia cukup bayar US$ 1500 tanpa melalui sekolah.

“Kami sudah berulang kali melaporkan hal ini ke pemerintah (Ditkapel Perhubungan). Kami ingin soal ini dituntaskan, jika ada oknum orang dalam di Kemenhub agar segera ditindak, karena kasihan yang benar-benar sekolah. Jumlahnya ribuan. Menhub Budi Karya mesti turun tangan ungkap masalah ini,” ungkapnya kepada Ocean Week, pagi ini.

Ketua DPC INSA Samarinda Agus juga membenarkan adanya hal itu. Dia pun meminta pemerintah (Kemenhub maupun kepolisian) secepatnya mengungkap siapa ‘dalang’ dibalik ini semua.

“Kami juga ingin agar ‘dalangnya’ segera terungkap, karena ijasah palsu ini sangat merugikan perusahaan pelayaran,” kata Agus kepada Ocean Week, Minggu (15/4) malam.

Ketika masalah ijasah palsu ini, Ocean Week konfirmasikan ke salah satu sumber kompeten di Perhubungan Laut, dinyatakan bahwa pihak perhubungan laut Kemenhub sedang mengusut terhadap kasus ini. “Mohon bersabar, kita sedang mengusut terhadap masalah ijasah palsu ini,” ucap Sumber yang tak mau disebut namanya. (***)