Persaingan pelayaran kontainer di Indonesia bakal semakin ketat dengan rencana CMA CGM, perusahaan pelayaran asal Perancis ini, mulai 1 (satu) Mei 2018 akan membuka agen di daerah Palembang, Sumatra Selatan (Sumsel).

Palembang merupakan wilayah produksi karet kedua dunia, dan akan mengakomodasi pabrik kertas terbesar di dunia dari Grup APP di OKI. Kerja sama dua kemitraan strategis itu, dan peluncuran agensi CMA CGM di Palembang, jelas membuka era baru CMA CGM Group di Indonesia dengan cakupan komprehensif, penawaran unik dari Pulau Sumatera ke Papua dan kemampuan mengusulkan ujung ke ujung layanan.

“Kami akan ikut terlibat secara aktif,” ucap Presiden Director CMA CGM Indonesia Farid Belbouab. CMA CGM memang menjadi salah satu perusahaan pelayaran asing yang berkomitmen untuk ikut berkontribusi mengembangkan bisnis shipping line di Indonesia.

Awal April lalu, kata Farid, Grup Meratus mewakili CMA CGM Group sebagai sub agen di berbagai lokasi pelabuhan di pulau Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, dan Timor (Padang, Kumai, Bitung, Makassar, Kupang, Samarinda, Samarinda, Sampit, Palu, Pelabuhan Balikpapan, Kendari dan Benoa). Selain itu, ENG LEE, mewakili CMA CGM Group sebagai sub agen di Jambi, di Pulau Sumatera.

ENG LEE merupakan pemimpin operator tongkang Asean, mengoperasikan lebih dari 100 tongkang dari Sumatera ke Singapura. Dengan jejak kuat sektor pabrik kertas, ENG LEE memungkinkan CMA CGM menembus pasar Sumatera.

Seperti diketahui, bahwa pemerintah telah membangun 3.357 pelabuhan dan terminal untuk mendukung konektivitas indonesia poros maritim. Pembangunan dan pengembangan pelabuhan pada kisaran tahun 2015-2017 sebanyak 167 lokasi. Jumlah itu melebihi proyeksi rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN) di kisaran 163 lokasi.

Untuk periode 2018-2019, pembangunan dan pengembangan pelabuhan direncanakan 32 lokasi. Di mana, saat ini pemerintah fokus membangun dan mengembangkan pelabuhan Indonesia Timur (Intim). Misalnya, pembangunan Pelabuhan Sorong-Seget, Pelabuhan Hub Internasional Bitung, dan Makassar New Port. “Itu semua untuk menyokong sektor kemaritiman,” kata Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi, di Jakarta.

Sejumlah pelabuhan dibangun dengan kedalaman cukup terukur bertujuan menampung kapal asing berukuran besar. Untuk Pelabuhan Hub Internasional Bitung secara geografis berada di jalur perdagangan internasional, merupakan salah satu jalur sutera yaitu jalur pelayaran Selat Sulawesi. (jp/***)