Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyatakan hingga akhir 2019 nanti, akan dibangun sebanyak 32 pelabuhan. Pembangunan pelabuhan akan dibagi menjadi dua tahap yakni tahun 2018 sebanyak 25 pelabuhan dan tahun 2019 sebanyak 7 pelabuhan.

“Indonesia sebagai kepulauan telah membangun lebih dari 3.000 pelabuhan terminal untuk mendukung konektivitas. Kita akan membangun sebanyak 32 pelabuhan yang merupakan komitmen dari Kementerian Perhubungan sebagai upaya untuk mendorong konektivitas antar daerah,” kata Menhub Budi di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (12/4) saat menjadi pembicara dalam Seminar Nasional Konsepsi Strategis Pengembangan Potensi Maritim Nasional Dalam Mewujudkan Cita-cita Poros Maritim Dunia Menuju 100 Tahun Kemerdekaan bersama Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti serta Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Harjanto.

Penasihat DPP INSA, Sunarto menilai bahwa pembangunan pelabuhan itu penting, namun untuk membangun sampai 32 pelabuhan mestinya perlu kajian lebih dulu urgensinya, kapasitas serta tujuannya.

“Itu semua membutuhkan dana yang sangat besar. Mestinya harus skala prioritas. Contoh suatu daerah mau bikin pelabuhan dengan draft 11 meter karena daerah tersebut ada potensi untuk industrial park, sebab bahan baku melimpah, kalau kondisinya demikian bikin sekalian infrastrukturnya sehingga jangka panjangnya bisa untuk ekspor maupun kegiatan domestik,” kata Sunarto kepada Ocean Week melalui telpon, Jumat pagi (13/4).

Menurut owner Pelayaran Gurita Lintas Samudera ini, tidak usaha membangun banyak pelabuhan, tapi ada gol yang mau dicapai dalam jangka panjang. “Prioritaskan daerah Indonesia Timur, khususnya yang memiliki potensi,” ungkapnya.

Menhub Budi Karya juga mengungkapkan bahwa Kemenhub akan fokus membangun pelabuhan pada daerah-daerah yang memang sangat membutuhkan dan memastikan tak ada pembangunan yang mangkrak.

“Kami juga mengupayakan pembangunan itu pada lokasi-lokasi atau daerah yang membutuhkan kami mendefinisi jika dulu ada kesalahan yang mangkrak kita inventarisasi untuk kita perbaiki tapi yang baru-baru ini Insya Allah tidak akan ada yang mangkrak lagi,” ungkap Budi Karya.

Menurut Menhub, pembangunan pelabuhan itu, antara lain dilakukan di Seget kabupaten Sorong, Papua dan ditargetkan selesai pada 2021 dengan anggaran mencapai Rp2,1 triliun. Kemudian Pelabuhan Bitung yang akan dijadikan pelabuhan internasional dengan anggaran Rp365 miliar, serta Pelabuhan Internasional Kuala Tanjung.

“Di Bitung kita akan buat suatu kapasitas yang cukup besar dan Bitung strategis karena mewakili Indonesia bagian Utara atau Sulawesi Utara. Dengan posisi strategis itu Bitung direncakan sebagai pelabuhan internasional,” kata Menhub.

Selain itu, akan dibangun pula Makassar New Port yang rencananya berkapasitas 720.000 teus/tahun. “Selanjutnya kami menyoroti yang dilakukan di Makassar di mana kita tahu bagian timur sangat diandalkan sehingga dapat mendukung logistik internasional. Kuala Tanjung juga merupakan suatu komitmen membuat hub bagian barat dibuat ekonomi khusus barang Indonesia melalui Selat Malaka,” ungkap Budi Karya Sumadi.

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengatakan, dalam rangka mewujudkan Indonesia sebagai negara poros maritim dunia, harus dibangun pusat-pusat unggulan kelautan di seluruh pelosok nusantara.

“Cita-cita Presiden Jokowi membangun Indonesia sebagai poros maritim dunia harus kita dukung penuh. Indonesia harus menjadi negara maritim yang maju, kuat, mandiri, serta berperan dalam menjaga perdamaian kawasan dan dunia sesuai dengan amanat konstitusi kita,” kata Bambang dalam keterangan tertulisnya.(***)